Apakah Sebenarnya Jin itu ? (4)
"Sehingga apabila mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka, maka mereka akan mengetahui siapakah yang lebih lemah penolongnya dan lebih sedikit bilangannya. Katakanlah: "Aku tidak mengetahui, apakah azab yang diancamkan kepadamu itu dekat ataukah Tuhanku menjadikan bagi (kedatangan) azab itu masa yang panjang?" (QS 72:24-25)
Bentuk kehidupan jahanam itu adalah rusaknya moral manusia secara merata. Dari sinilah kesengsaraan itu dimulai. Perang antar suku, antar bangsa, terjadi pembunuhan merajalela. Membunuh sudah tidak lagi dianggap sebagai tindak kejahatan besar, tapi sudah berubah menjadi suatu keharusan yang akan mendapat bintang bagi pelakunya.
Kehancuran di bidang ekonomi yang menyengsarakan orang banyak sudah merupakan ilmu dalam bisnis. Pelacuran dengan menjual kehormatan sudah dianggap sebagai profesi dan lambang selebriti. Orang yang bersorban menjadikan ayat-ayat Allah sebagai modal dagangan untuk mendapatkan materi. Penguasa yang seharusnya menjadi penggembala, berubah menjadi pemburu yang sadis, dan lain sebagainya. Itulah bentuk adzab yang lebih menyengsarakan kehidupan dalam jangka panjang, sampai berabad-abad lamanya.
Bentuk kehidupan jahanam itu adalah rusaknya moral manusia secara merata. Dari sinilah kesengsaraan itu dimulai. Perang antar suku, antar bangsa, terjadi pembunuhan merajalela. Membunuh sudah tidak lagi dianggap sebagai tindak kejahatan besar, tapi sudah berubah menjadi suatu keharusan yang akan mendapat bintang bagi pelakunya.
Kehancuran di bidang ekonomi yang menyengsarakan orang banyak sudah merupakan ilmu dalam bisnis. Pelacuran dengan menjual kehormatan sudah dianggap sebagai profesi dan lambang selebriti. Orang yang bersorban menjadikan ayat-ayat Allah sebagai modal dagangan untuk mendapatkan materi. Penguasa yang seharusnya menjadi penggembala, berubah menjadi pemburu yang sadis, dan lain sebagainya. Itulah bentuk adzab yang lebih menyengsarakan kehidupan dalam jangka panjang, sampai berabad-abad lamanya.
Ayat 24
Dengan jelas menunjukkan, bahwa adzab yang dibicarakan oleh para nabi ini adalah adzab di dunia, yakni dihancurkannya kekuasaan toghut, yaitu iblis yang turun ke bumi yang selama ini me nipu manusia untuk mengikuti perintahnya yang jahat.
Adzab Allah terproses melalui dua cara, yaitu:
- Dihancurkannya tatanan kekuasaan manusia iblis dengan terjadinya kemelut politik dan ekonomi yang disebabkan oleh tangan mereka sendiri.
- Datangnya tentara Allah, yaitu para mujahid yang menghancurkan benteng-benteng kekuasaan musyrik tanpa perlawanan yang berarti.
"Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti." (QS 59:14)
Kekalahan penguasa Mekkah dari Madinah sungguh amat memalukan bagi bangsa Arab musyrik di mata dunia, demikian halnya kekuasaan Persia di belahan timur dan kekuasaan Imperium Romawi (Al-Ahzab) yang didukung oleh pasukan multi nasional, multi bangsa-bangsa. Bagi mereka yang ditimpakan azab jahannam .di durtia dalam bentuk kehancuran serta azab di dunia dalam bentuk kehidupan jahannam, yaitu kehidupan yang dibangun di atas pilar-pilar kebebasan dan materialistis akan ditimpakan azab yang jauh pedih di alam akhirat kelak.
"Seperti itulah azab (dunia). Dan sesungguhnya azab akhirat lebih besar jika mereka mengetahui." (QS 68 33)
Ayat 25
Secara pasti dalam hitungan tahun, bulan, dan hari datangnya azab itu tidak diketahul oleh Nabi atau Rasul, tetapi dia dapat rnemastikan keadiannya.
"Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba." Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS 7:187)
Datangnya adzab itu termaktub di dalam Al-Qur'an. Ini berarti orang yang rosih (peduli) terhadap Al-Qur'an setelah periode Muhammad Rasulullah pasti dapat juga melihat tanda-tanda adzab itu. Inilah makna Al-Qur'an sebagaiI Huda atau petunjuk.
Dari pernyataan ayat 25 menunjukkan bahwa azab di dunia ini pasti terjadi, atau bisa juga sedang terjadi. Masalahnya adalah manusia tidak sadar bahwa dirinya sedang ditimpa adzab dalam kehidupan Naar (neraka dunia). Orang yang tingkat qolbunya sudah mati seperti ini, hanya bisa merasakan adzab itu di akhirat kelak, tanpa ada kesempatan untuk bertaubat. (Bersambung)
Kekalahan penguasa Mekkah dari Madinah sungguh amat memalukan bagi bangsa Arab musyrik di mata dunia, demikian halnya kekuasaan Persia di belahan timur dan kekuasaan Imperium Romawi (Al-Ahzab) yang didukung oleh pasukan multi nasional, multi bangsa-bangsa. Bagi mereka yang ditimpakan azab jahannam .di durtia dalam bentuk kehancuran serta azab di dunia dalam bentuk kehidupan jahannam, yaitu kehidupan yang dibangun di atas pilar-pilar kebebasan dan materialistis akan ditimpakan azab yang jauh pedih di alam akhirat kelak.
"Seperti itulah azab (dunia). Dan sesungguhnya azab akhirat lebih besar jika mereka mengetahui." (QS 68 33)
Ayat 25
Secara pasti dalam hitungan tahun, bulan, dan hari datangnya azab itu tidak diketahul oleh Nabi atau Rasul, tetapi dia dapat rnemastikan keadiannya.
"Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba." Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS 7:187)
Datangnya adzab itu termaktub di dalam Al-Qur'an. Ini berarti orang yang rosih (peduli) terhadap Al-Qur'an setelah periode Muhammad Rasulullah pasti dapat juga melihat tanda-tanda adzab itu. Inilah makna Al-Qur'an sebagaiI Huda atau petunjuk.
Dari pernyataan ayat 25 menunjukkan bahwa azab di dunia ini pasti terjadi, atau bisa juga sedang terjadi. Masalahnya adalah manusia tidak sadar bahwa dirinya sedang ditimpa adzab dalam kehidupan Naar (neraka dunia). Orang yang tingkat qolbunya sudah mati seperti ini, hanya bisa merasakan adzab itu di akhirat kelak, tanpa ada kesempatan untuk bertaubat. (Bersambung)
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
Salamun 'alaikum
Blog ini untuk kajian Dien Al-Islam berdasarkan Al-Qur'an. Kami berterima kasih bila Anda mau meninggalkan pesan.
- Ahmad Fauzi
- Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
- Bisa dilihat di http://muso9.com/akudw
Label
al-qur'an
islam
Jin
Muhammad
iman
manusia
pertolongan
dien
misaq
taqwa
al-islam
makhluq Allah
Adam
Isa
Nabi Yusuf
Pancasila
RA Kartini
Stop Dreaming Start Action
Women Liberation
amanah
anak
baldatun toyyibatun
berjuang
emansipasi
firman
gender
hamba Allah
haq
israel
kecanduan
kepemimpinan
kholifah
kitab
kitab suci
manusia pertama
mushaf
musibah
narkoba
perintah Allah
qorun
rahmatan lil alamin
ruh perjuangan
sabar
salam
sejahtera
shaleh
silaturohim
taubat
tausiyah
wawasan kebangsaan




0 komentar:
Poskan Komentar