Keadilan Gender Dalam Perspektif Al-Qur'an
![]() |
| Oleh: Hasyim Nawawie |
Dalam beberapa dasa warsa terakhir marak kegiatan para wanita yang menuntut keadilan, berupa persamaan hak antara wanita dan laki-laki. Aktivitas berdasarkan jenis kelamin (gender) itu umumnya dimotori oleh para feminisme yang menuntut kemerdekaan wanita (Women Liberation). Gerakan kaum feminisme itu awalnya muncul dari kalangan pekerja wanita di benua Eropa, karena mereka merasa dianggap sebagai warga negara kelas dua.
Qarun: si Kaya yang Celaka
![]() |
| Oleh: H. Hariyono Sumantri |
Qarun adalah seorang yang berilmu dan mempunyai harta benda yang tak terhingga banyaknya. Namun dia hancur lebur beserta apa yang dimilikinya, karena mengingkari agama Allah. Karena itu tetaplah menyembah Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Dialah Yang Maha Kuasa dan menentukan segala sesuatu.
Qarun adalah kaum Nabi Musa as, berkebangsaan Israel, bukan berasal dari suku Qibthi (Gypsy, bangsa Mesir). Allah mengutus Musa kepadanya seperti diutusnya Musa kepada Fir'aun dan Haman. Qarun adalah salah seorang anak paman Nabi Musa.
Allah mengaruniai Qarun harta yang sangat banyak dan perbendaharaan yang melimpah ruah, yang banyak memenuhi lemari simpanan. Harta kekayaan dan lemari-lemarinya sangat berat untuk diangkat, karena banyaknya isi kekayaan Qarun. Walaupun diangkat beberapa orang lelaki kuat dan kekar pun, mereka masih kewalahan.
Apakah Sebenarnya Jin itu ? (5)
![]() |
| Oleh : Abi Mursalat |
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS Alam Nasyrah, 94:5-6)
Kandungan Surat Al-Jin dari ayat 1-28 merupakan suatu episode perjalanan nabi dan rasul, khususnya Ahmad bin Abdullah (nabi Muhammad Saw) sebagai rasulullah. Perjalanan itu begitu berat bagi nabi dalam mengemban tugas dari Allah Swt.
Banyak sekali kendala dan tantangan dari kaum Quraisy, sehingga rasul boleh dikata kurang berhasil dalam menyampaikan risalahnya di Mekah. Hal itu dapat dilihat dari lamanya berdakwah di Mekah, sekitar 13 tahun, tapi hanya sedikit saja yang mau beriman.
Proses keimanan Menurut Al-Qur'an (4)
![]() |
| Oleh: Abi Mursalat |
Orang yang telah sempurna imannya senantiasa mendapatkan ketenangan dalam jiwanya. Mereka selalu merasa puas saat dan setelah menghadap kepada Tuhan. Kondisi seperti itu membuat hidupnya serasa di surga, tempat mulia yang telah dijanjikan Allah Swt. bagi orang-orang mukmin di akhirat nanti. Di sanalah tempat kembali yang abadi.
"Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhaiNya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hambaKu, masuklah ke dalam syurgaKu." (QS Al-Fajr, 89:27-30)
Do'a Iman
Inilah do'a agar kita dapat memelihara iman kepada Tuhan, mendapat ampunan dan terhindar dari api neraka.
Proses Keimanan Menurut Al-Qur'an (3)
![]() |
| Oleh: Abi Mursalat |
Contoh Pengakuan dan Persaksian
Para shiddiqien adalah orang-orang yang membenarkan ajaran Al-Qur'an, dan menjadi saksi atas kebenaran ayat-ayat Al-Qur'an.
"Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu orang-orang Shiddiqien dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Tuhan mereka. Bagi mereka pahala dan cahaya mereka. Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka." (QS Al-Hadiid, 57:19)
Para nabi pun bersaksi dan mengakui ketetapan Allah Swt tentang kenabian Muhammad Saw. Dan bukan hanya itu, Allah pun ikut bersaksi bersama mereka. Hal itu menunjukkan betapa agungnya kedudukan nabi Muhammad Saw, dan kebenaran risalah yang diamanatkan kepadanya.
"Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu orang-orang Shiddiqien dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Tuhan mereka. Bagi mereka pahala dan cahaya mereka. Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka." (QS Al-Hadiid, 57:19)
Para nabi pun bersaksi dan mengakui ketetapan Allah Swt tentang kenabian Muhammad Saw. Dan bukan hanya itu, Allah pun ikut bersaksi bersama mereka. Hal itu menunjukkan betapa agungnya kedudukan nabi Muhammad Saw, dan kebenaran risalah yang diamanatkan kepadanya.
Proses Keimanan Menurut Al-Qur'an (2)
![]() |
| Oleh : Abi Mursalat |
"Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya." (QS Yunus, 10:100)
Adapun cara atau methode yang dipakai sudah dicontohkan dalam Al-Qur'an. Sebagaimana yang telah dialami para nabi yang mengadakan perjanjian (Misaq) di hadapan Allah Swt. Mereka itu mengadakan perjanjian yang teguh (Misaq) untuk menjalankan segala perintah Allah dan meninggalkan laranganNya.
"Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri) dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh." (QS Al-Ahzab, 33:7)
Langgan:
Entri (Atom)
Salamun 'alaikum
Blog ini untuk kajian Dien Al-Islam berdasarkan Al-Qur'an. Kami berterima kasih bila Anda mau meninggalkan pesan.
- Ahmad Fauzi
- Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
- Bisa dilihat di http://muso9.com/akudw
Label
al-qur'an
islam
Jin
Muhammad
iman
manusia
pertolongan
dien
misaq
taqwa
al-islam
makhluq Allah
Adam
Isa
Nabi Yusuf
Pancasila
RA Kartini
Stop Dreaming Start Action
Women Liberation
amanah
anak
baldatun toyyibatun
berjuang
emansipasi
firman
gender
hamba Allah
haq
israel
kecanduan
kepemimpinan
kholifah
kitab
kitab suci
manusia pertama
mushaf
musibah
narkoba
perintah Allah
qorun
rahmatan lil alamin
ruh perjuangan
sabar
salam
sejahtera
shaleh
silaturohim
taubat
tausiyah
wawasan kebangsaan






