Pages

Search

Memuat...

About Me

Foto Saya
Ahmad Fauzi
Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Bisa dilihat di http://muso9.com/akudw
Lihat profil lengkapku

Adam Sebagai Kholifah

Oleh : Abi Rahmanu

Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah (QS 2:29), yang artinya: "Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikanNya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Hal itu merupakan suatu kehendak, ketetapan dan keputusan Allah untuk menunjuk manusia sebagai khalifah di bumi ini yang memang telah disediakan untuk manusia. Dan Allah memberi kesempatan bagi manusia untuk mengolah bumi ini yang merupakan asset Allah, yang gemah ripah loh jinawi.
Sesuai dengan firman Allah QS Al-Baqarah (QS 2:22), yang artinya:
"Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rizki untukmu. Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui."

Tentunya menjadi khalifah di bumi ini haruslah bisa mengolah baik itu alam, manusia dan system yang di dalamnya meliputi ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan bagi masyarakatnya, menuju negeri yang baik, dan Allah Maha Pengampun. (QS 34:15).

Kisah Nabi Adam

Sudah menjadi cerita klasik yang bersumber dari katanya ..., alkisah ..., atau dikisahkan ..., bahkan diriwayatkan ..., yang terpatri dalam qolbu kita, bahwa Adam AS adalah manusia pertama. Dan kemudian Allah menciptakan Hawa sebagai manusia kedua yang berwujud perempuan untuk menemani Adam di surga, yang tempatnya di atas langit. Keduanya hidup dengan penuh kenikmatan di surga itu. Tapi karena melanggar larangan Allah, dengan nekat keduanya memakan buah kuldi, karena bujukan dan rayuan setan. Maka mereka diturunkan dari surga yang berada di langit, menuju ke bumi yang ada di bawah langit.


Ketika Adam dan Hawa diturunkan ke bumi, seluruh keadaan bumi masih dihuni tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang, sehingga Adam dan Hawa merupakan makhluk Allah yang bernama manusia di bumi pada waktu itu. Dari tumbuh-tumbuhan itulah mereka membuat busana untuk menutupi auratnya, dan dari binatang-binatang itu juga keduanya memakannya untuk hidup. Kemudian di akhir kisah, Adam dan Hawa mempunyai anak, turun temurun sampai sekarang menjadi berkembang, dan telah memenuhi bumi ini.


Benarkah Adam Manusia Pertama Di Bumi ?

Perlu dipahami, bahwa cerita tentang Adam AS dalam Al-Qur'an mengandung makna amsal (perumpamaan) dan muhkamat (sesungguhnya), seperti telah difirmankan Allah dalam QS Ali Imran (QS 3:7): 

"Dialah yang menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah pokok-pokok isi Al Qur'an, dan yang lainnya (ayat-ayat) mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah, untuk mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmu nya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” Dan tidak dapat mengambil pelajaran (dari padanya), melainkan orang-orang yang berakal."

Sebagai orang yang beriman tentunya kita berfikir dengan meng gunakan akal kita, bahwa cerita / kisah tentang Adam AS di atas atau cerita apapun yang ada di bumi, bahkan cerita langitpun haruslah didasarkan pada firman Allah yang benwujud Al Qur'an (Allah sebagai Dzat) sebagai pedoman, pelajaran dan petunjuk bagi manusia yang bertakwa.

"(Al-Qur'an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa dalam mencari kebenaran yang haq."
(QS Ali Imran / 3:138) 

"Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman." (QS Yusuf / 12:111) 

Jelas sekali bahwa semua cerita para nabi/rasul, bahkan sebelum Adam telah diceritakan oleh Allah dalam Al Qur'an, seperti halnya cerita Adam AS yang diamsalkan. (bersambung)

0 komentar: