Pages
Blog Archive
About Me
- Ahmad Fauzi
- Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
- Bisa dilihat di http://muso9.com/akudw
Proses keimanan Menurut Al-Qur'an (4)
Rabu, Januari 05, 2011 | Diposting oleh
Ahmad Fauzi |
Edit Entri
![]() |
| Oleh: Abi Mursalat |
Orang yang telah sempurna imannya senantiasa mendapatkan ketenangan dalam jiwanya. Mereka selalu merasa puas saat dan setelah menghadap kepada Tuhan. Kondisi seperti itu membuat hidupnya serasa di surga, tempat mulia yang telah dijanjikan Allah Swt. bagi orang-orang mukmin di akhirat nanti. Di sanalah tempat kembali yang abadi.
"Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhaiNya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hambaKu, masuklah ke dalam syurgaKu." (QS Al-Fajr, 89:27-30)
Do'a Iman
Inilah do'a agar kita dapat memelihara iman kepada Tuhan, mendapat ampunan dan terhindar dari api neraka.
Proses Keimanan Menurut Al-Qur'an (3)
Senin, Januari 03, 2011 | Diposting oleh
Ahmad Fauzi |
Edit Entri
![]() |
| Oleh: Abi Mursalat |
Contoh Pengakuan dan Persaksian
Para shiddiqien adalah orang-orang yang membenarkan ajaran Al-Qur'an, dan menjadi saksi atas kebenaran ayat-ayat Al-Qur'an.
"Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu orang-orang Shiddiqien dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Tuhan mereka. Bagi mereka pahala dan cahaya mereka. Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka." (QS Al-Hadiid, 57:19)
Para nabi pun bersaksi dan mengakui ketetapan Allah Swt tentang kenabian Muhammad Saw. Dan bukan hanya itu, Allah pun ikut bersaksi bersama mereka. Hal itu menunjukkan betapa agungnya kedudukan nabi Muhammad Saw, dan kebenaran risalah yang diamanatkan kepadanya.
"Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu orang-orang Shiddiqien dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Tuhan mereka. Bagi mereka pahala dan cahaya mereka. Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka." (QS Al-Hadiid, 57:19)
Para nabi pun bersaksi dan mengakui ketetapan Allah Swt tentang kenabian Muhammad Saw. Dan bukan hanya itu, Allah pun ikut bersaksi bersama mereka. Hal itu menunjukkan betapa agungnya kedudukan nabi Muhammad Saw, dan kebenaran risalah yang diamanatkan kepadanya.
Proses Keimanan Menurut Al-Qur'an (2)
Selasa, September 21, 2010 | Diposting oleh
Ahmad Fauzi |
Edit Entri
![]() |
| Oleh : Abi Mursalat |
"Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya." (QS Yunus, 10:100)
Adapun cara atau methode yang dipakai sudah dicontohkan dalam Al-Qur'an. Sebagaimana yang telah dialami para nabi yang mengadakan perjanjian (Misaq) di hadapan Allah Swt. Mereka itu mengadakan perjanjian yang teguh (Misaq) untuk menjalankan segala perintah Allah dan meninggalkan laranganNya.
"Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri) dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh." (QS Al-Ahzab, 33:7)
Proses Keimanan Menurut Al-Qur'an (1)
Senin, September 20, 2010 | Diposting oleh
Ahmad Fauzi |
Edit Entri
![]() |
| Oleh : Abi Mursalat |
"Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka) atau kedatangan (siksa) Tuhanmu atau kedatangan beberapa ayat Tuhanmu. Pada hari datangnya ayat dari Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: "Tunggulah olehmu sesungguhnya Kamipun menunggu (pula)." (QS Al An'aam, 6:158)
Dasar
"Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah padahal Rasul menyeru kamu supaya kamu beriman kepada Tuhanmu. Dan sesungguhnya Dia telah mengambil perjanjianmu jika kamu adalah orang-orang yang beriman." (QS Al-Hadiid, 57:8)
"Dialah yang menurunkan kepada hambaNya ayat-ayat yang terang (Al-Qur'an), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang terhadapmu." (QS Al-Hadiid, 57:9)
"(Al-Qur'an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa." (QS Ali 'Imran, 3:138)
Apakah Sebenarnya Jin itu ? (4)
Selasa, Agustus 17, 2010 | Diposting oleh
Ahmad Fauzi |
Edit Entri
"Sehingga apabila mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka, maka mereka akan mengetahui siapakah yang lebih lemah penolongnya dan lebih sedikit bilangannya. Katakanlah: "Aku tidak mengetahui, apakah azab yang diancamkan kepadamu itu dekat ataukah Tuhanku menjadikan bagi (kedatangan) azab itu masa yang panjang?" (QS 72:24-25)
Bentuk kehidupan jahanam itu adalah rusaknya moral manusia secara merata. Dari sinilah kesengsaraan itu dimulai. Perang antar suku, antar bangsa, terjadi pembunuhan merajalela. Membunuh sudah tidak lagi dianggap sebagai tindak kejahatan besar, tapi sudah berubah menjadi suatu keharusan yang akan mendapat bintang bagi pelakunya.
Kehancuran di bidang ekonomi yang menyengsarakan orang banyak sudah merupakan ilmu dalam bisnis. Pelacuran dengan menjual kehormatan sudah dianggap sebagai profesi dan lambang selebriti. Orang yang bersorban menjadikan ayat-ayat Allah sebagai modal dagangan untuk mendapatkan materi. Penguasa yang seharusnya menjadi penggembala, berubah menjadi pemburu yang sadis, dan lain sebagainya. Itulah bentuk adzab yang lebih menyengsarakan kehidupan dalam jangka panjang, sampai berabad-abad lamanya.
Bentuk kehidupan jahanam itu adalah rusaknya moral manusia secara merata. Dari sinilah kesengsaraan itu dimulai. Perang antar suku, antar bangsa, terjadi pembunuhan merajalela. Membunuh sudah tidak lagi dianggap sebagai tindak kejahatan besar, tapi sudah berubah menjadi suatu keharusan yang akan mendapat bintang bagi pelakunya.
Kehancuran di bidang ekonomi yang menyengsarakan orang banyak sudah merupakan ilmu dalam bisnis. Pelacuran dengan menjual kehormatan sudah dianggap sebagai profesi dan lambang selebriti. Orang yang bersorban menjadikan ayat-ayat Allah sebagai modal dagangan untuk mendapatkan materi. Penguasa yang seharusnya menjadi penggembala, berubah menjadi pemburu yang sadis, dan lain sebagainya. Itulah bentuk adzab yang lebih menyengsarakan kehidupan dalam jangka panjang, sampai berabad-abad lamanya.
Kajian Surat Al-Jin (3)
Selasa, Agustus 10, 2010 | Diposting oleh
Ahmad Fauzi |
Edit Entri
Apakah Sebernarnya Jin Itu ?
Oleh : Abi Mursalat"Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka." (QS 15:39-40)
Syahdan sekumpulan kelompok yang konsis terhadap ajaran Isa Almasih, tatkala mereka bertemu dengan Muhammad Rasulullah di Mekkah, mereka mendengarkan dakwah beliau. Apa yang mereka dengar dari Nabi baru itu sungguh sesuatu yang ajaib. Bisa dibilang ajaib, karena apa yang dibacakan oleh Muhammad Rasulullah seakan-akan ada di qolbu mereka. Raja Habsyi yang bernama Negus termasuk golongan jin yang dimaksud oleh Al-Qur’an dalam surat Al-Jin ini.
Dengan demikian, mengertilah kita maksud dari pada ayat 14. Bahwa golongan manusia jin itu ada yang beriman dengan dakwah Rasul, dan ada yang menolak (kafir). Pemahaman hakekat jin yang seperti ini sejalan dengan kedudukan Al-Qur’an sebagai Huda Linnas (petunjuk) untuk kehidupan manusia di dunia ini. Tentu saja yang dimaksud dengan iman, adalah iman kepada Dien Al Islam yang penuh dengan tata cara hidup, hukum, moral, ekonomi, politik, perang dan sebagainya.
Langganan:
Postingan (Atom)

