<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5437968950731964875</id><updated>2011-10-12T00:44:42.295+07:00</updated><category term='haq'/><category term='perintah Allah'/><category term='dien'/><category term='manusia pertama'/><category term='firman'/><category term='wawasan kebangsaan'/><category term='Jin'/><category term='silaturohim'/><category term='rahmatan lil alamin'/><category term='shaleh'/><category term='iman'/><category term='manusia'/><category term='amanah'/><category term='baldatun toyyibatun'/><category term='israel'/><category term='Adam'/><category term='Isa'/><category term='berjuang'/><category term='taubat'/><category term='misaq'/><category term='kecanduan'/><category term='islam'/><category term='al-islam'/><category term='RA Kartini'/><category term='kholifah'/><category term='tausiyah'/><category term='kitab suci'/><category term='hamba Allah'/><category term='kepemimpinan'/><category term='sabar'/><category term='narkoba'/><category term='Stop Dreaming Start Action'/><category term='Nabi Yusuf'/><category term='salam'/><category term='qorun'/><category term='Pancasila'/><category term='kitab'/><category term='anak'/><category term='pertolongan'/><category term='makhluq Allah'/><category term='sejahtera'/><category term='Women Liberation'/><category term='Muhammad'/><category term='ruh perjuangan'/><category term='al-qur&apos;an'/><category term='gender'/><category term='taqwa'/><category term='mushaf'/><category term='musibah'/><category term='emansipasi'/><title type='text'>Imtaq Online</title><subtitle type='html'>Menyegarkan Iman dan Taqwa Berdasar Al-Qur'an</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://imtaqonline.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imtaqonline.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ahmad Fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454924091386061255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SSQdoEJ2F7I/AAAAAAAAAAM/RC-M87bQn1w/S220/image002.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>25</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5437968950731964875.post-5311156292686644158</id><published>2011-04-22T20:55:00.003+07:00</published><updated>2011-04-22T21:14:27.322+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Women Liberation'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gender'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='emansipasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RA Kartini'/><title type='text'>Keadilan Gender Dalam Perspektif Al-Qur'an</title><content type='html'>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-X4h7W-Iojzg/TbGNDCb9wiI/AAAAAAAAAN4/KQcR4IH5Acc/s1600/Hasyimna.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-X4h7W-Iojzg/TbGNDCb9wiI/AAAAAAAAAN4/KQcR4IH5Acc/s1600/Hasyimna.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Oleh: Hasyim Nawawie&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;i&gt;"Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata." (QS Al-Ahzab, 33:36)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;Dalam beberapa dasa warsa terakhir marak kegiatan para wanita yang menuntut keadilan, berupa persamaan hak antara wanita dan laki-laki. Aktivitas berdasarkan jenis kelamin (&lt;i&gt;gender&lt;/i&gt;) itu umumnya dimotori oleh para feminisme yang menuntut kemerdekaan wanita (&lt;i&gt;Women Liberation&lt;/i&gt;). Gerakan kaum feminisme itu awalnya muncul dari kalangan pekerja wanita di benua Eropa, karena mereka merasa dianggap sebagai warga negara kelas dua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, pekerja wanita mendapat upah yang lebih rendah, posisi jabatan kunci selalu diprioritaskan untuk laki-laki, dsb. Demikian yang diperjuangkan oleh dua penyuluh utama &lt;i&gt;feminisme&lt;/i&gt;, Betty Friedan dan Simone de Beauvior, yang masing-masing mewariskan dua teks tertulis yang kini menjadi klasik: &lt;i&gt;The Feminine Mystique&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;The Second Sex&lt;/i&gt; yang terbit pada tahun 1960-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia ada beberapa tokoh pejuang wanita, seperti Dewi Sartika, Maria Maramis, Tjut Njak Dien, Tjut Meutia, dan Christina Marta Tiahahu. Namun yang menulis buah pikirannya hanyalah &lt;b&gt;RA Kartini&lt;/b&gt; (wafat 1904). Surat-surat RA Kartini diterbitkan Mr. Abendanon tahun 1911, berjudul &lt;i&gt;Door Duiseternis tot Lich&lt;/i&gt; (&lt;b&gt;Habis Gelap Terbitlah Terang&lt;/b&gt;). Dan kemudian diterjemahkan ke berbagai bahasa, termasuk Bahasa Indonesia (1938).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suratnya banyak berisi kecaman-kecaman Kartini terhadap praktik kolonialisme Belanda, terutama yang menghalangi kaum wanita untuk mengenyam pendidikan dan pekerjaan. Posisi wanita dipinggirkan dan direndahkan, seolah-olah hidupnya hanya untuk melayani laki-laki saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaikan terkena trauma yang begitu dalam, sampai sekarangpun masih banyak wanita yang merasa rendah, sehingga harus berunjuk rasa, berteriak, menuntut keadilan hak yang sama dengan laki-laki. Bahkan di berbagai negara aksi mereka sudah berlebihan, dan mengingkari kodrat mereka sebagai wanita. Misalnya dengan berpakaian, berbicara dan bertingkah laku sebagai laki-laki, tidak mau hamil, bahkan ada yang nekat mengawini wanita. Itulah yang mereka sebut "memperjuangkan" &lt;i&gt;emansipasi&lt;/i&gt; wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tuntunan Dalam Al-Qur'an&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kitab Al-Qur'an yang diturunkan kepada Muhammad Rasulullah Saw di awal abad ke 7 (jauh sebelum Women Lib lahir), merupakan petunjuk bagi ummat manusia agar terlepas dari kegelapan dan keragu-raguan tentang kebenaran Tuhan. Jadi orang yang beriman kepada Tuhan dan Rasul-Nya, harus menggunakan Al-Qur'an sebagai pedoman hidupnya. Dalam surat Yunus dijelaskan, yang artinya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu temasuk orang-orang yang ragu-ragu." (QS 10:94).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya manusia itu adalah sama kedudukannya di sisi Allah SWT, yang membedakan adalah taqwanya. Allah SWT menciptakan pria dan wanita berpasang-pasangan, bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, yang sama derajatnya. Namun yang paling mulia adalah mereka yang paling bertaqwa kepada Allah SWT. Tidak ada bedanya lelaki atau wanita, yang berbuat jahat akan disiksa, sedangkan mereka yang beriman dan beramal saleh akan masuk surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah." (QS 51:49). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita."&amp;nbsp; (QS 53:45).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barang siapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga, dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun." (QS 4:124)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barang siapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalasi melainkan sebanding dengan kejahatan itu. Dan barang siapa mengerjakan amal yang saleh, baik laki-laki maupun perempuan, sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezki di dalamnya tanpa hisab."&amp;nbsp; (QS 40:40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS 49:13)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wanita Dalam Keluarga&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Al-Qur'an banyak ayat yang menjelaskan tentang wanita dalam hubungannya dengan kehidupan berkeluarga. Namun hanya kami sebutkan beberapa saja, yang sesuai dengan topik. Seperti dalam surat 4 (An Nisaa'), QS 65 (Ath-Thalaaq), QS 2 (Al-Baqarah), QS 66 (At-Tahrim), QS 3 (Ali 'Imran), dan QS 49 (Al-Hujuraat). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan berkeluarga, sudah disyariatkan Allah Swt, bahwa kepala keluarga adalah laki-laki. Syariat adalah hukum Allah Swt yang tidak dapat ditawar lagi, bahkan oleh nabi sekali pun. Maka wanita wajib patuh kepada suaminya, misalnya tidak pergi tanpa izin suami. Dan menjaga dirinya walau si suami sedang pergi, misalnya tidak berbuat curang, serta memelihara rahasia dan harta suaminya. Bila isteri taat, maka suami diwajibkan untuk mempergauli isterinya dengan baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar." (QS 4:34)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita sebagai isteri dan seorang ibu punya tugas yang mulia, yaitu menyambung keturunan dan memeliharanya sampai menjelang dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (QS 2:233)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau menjadi kepala keluarga suami tidak boleh berbuat sewenang-wenang kepada isterinya. Bila terjadi perselisihan dalam rumah tangga, baik suami maupun isteri punyak hak untuk mendatangkan seorang juru damai (hakam), agar bahtera rumah tangga dapat diselamatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS 4:35)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya saling menghargai dan menjaga, timbullah suasana tenteram dalam keluarga yang penuh dengan rasa cinta dan kasih sayang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir."&amp;nbsp; (QS 30:21).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila terpaksa terjadi perceraian pun suami tidak begitu saja terlepas dari kewajiban terhadap keluarganya. Namun masih ada yang harus dipenuhinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Kepada wanita-wanita yang diceraikan (hendaklah diberikan oleh suaminya) mut'ah menurut yang ma'ruf, sebagai suatu kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa." (QS 2:241)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mut'ah (pemberian) ialah sesuatu yang diberikan oleh suami kepada isteri yang diceraikannya sebagai penghibur, selain nafkah sesuai dengan kemampuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu, dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. Dan jika mereka (isteri-isteri yang sudah ditalaq) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin, kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak)mu untukmu maka berikanlah kepada mereka upahnya, dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik; dan jika kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya." (QS 65:6)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan." (QS 65:7)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pembagian Warisan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal warisan, disyariatkan bagian laki-laki adalah dua kali bagian wanita. Hal itu karena kewajiban laki-laki lebih berat dari perempuan, seperti kewajiban membayar mas kawin, memberi nafkah, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Allah mensyari'atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu&amp;nbsp; bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagahian dua orang anak perempuan; ... Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS 4:11)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Walaupun bagiannya tidaklah sama, tapi kita tidak boleh iri terhadap karunia Allah Swt. Bahkan seharusnyalah kita bersyukur mendapatkan rizqi yang halal, agar apa yang kita miliki itu menjadi barokah. Dengan bersyukur, Allahpun akan melipat gandakan KaruniaNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS 4:32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS 14:7)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Swargo Nunut Neroko Katut&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam tradisi Jawa terdapat pameo bahwa posisi isteri adalah demikian lemahnya, sehingga ia diibaratkan "Swargo nunut neroko katut" dengan suaminya. Namun pendapat itu tidak sesuai dengan kenyataan sejarah. Di dalam Al-Qur'an disebutkan, bahwa kisah-kisah itu dituliskan supaya menjadi pelajaran bagi orang yang mau berfikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau suaminya orang yang suci, wanita bisa celaka bila durhaka kepada suaminya dan ingkar kepada Tuhan. Contohnya adalah isteri nabi Nuh As dan nabi Luth As. Meskipun mereka adalah isteri nabi, karena mereka menentang agama, nabi sekalipun (yang menjadi suaminya) tidak dapat membela mereka dari siksaan Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): "Masuklah ke dalam jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam)." (QS 66:10)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebaliknya, walaupun suaminya seorang kafir, apabila si isteri beriman, ia akan dimasukkan Allah ke dalam surga. Contohnya isteri raja Fir'aun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dan Allah membuat isteri Fir'aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: "Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim." (QS 66:10)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita bisa juga menjadi pemimpin, atau yang tinggi derajatnya. Contohnya&amp;nbsp; ratu Balqis yang memerintah kerajaan Sabaiyah di zaman Nabi Sulaiman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu, serta mempunyai singgasana yang besar." (QS 27:23)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Maryam binti Imron ibunda nabi Isa As mendapat kedudukan yang mulia karena beriman, taat dan menjaga kehormatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu)."&amp;nbsp; (QS 3:42)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-KitabNya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat." (QS 66:12)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kesimpulan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menurut Al-Qur'an, laki-laki dan perempuan mempunyai kesempatan yang sama untuk mencapai kemuliaan di sisi Tuhan, dengan cara yang telah diwahyukan kepada para Rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS 33:35)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi wanita muslim yang beriman kepada Allah Swt dan RasulNya, tidak perlu ikut ribut soal perjuangan emansipasi wanita. Sebab gerakan Women Lib dari kaum feminisme yang menuntut kesetaraan gender hanyalah komoditas perlawanan bagi orang-orang yang tidak mengenal Al-Qur'an, atau orang-orang yang mengingkarinya. Yang perlu diperjuangkan adalah bagaimana agar isi Al-Qur’an dijadikan pedoman hidup manusia di muka bumi. Bukankah Islam sebagai &lt;i&gt;rahmatan lil ‘alamin&lt;/i&gt; ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Drs. KHA Hasyim Nawawie, SH, MSi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih sudah membaca artikel ini. Tulislah komentarmu di sini. Salamun 'alaikum.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5437968950731964875-5311156292686644158?l=imtaqonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imtaqonline.blogspot.com/feeds/5311156292686644158/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5437968950731964875&amp;postID=5311156292686644158&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/5311156292686644158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/5311156292686644158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imtaqonline.blogspot.com/2011/04/keadilan-gender-dalam-perspektif-al.html' title='Keadilan Gender Dalam Perspektif Al-Qur&apos;an'/><author><name>Ahmad Fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454924091386061255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SSQdoEJ2F7I/AAAAAAAAAAM/RC-M87bQn1w/S220/image002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-X4h7W-Iojzg/TbGNDCb9wiI/AAAAAAAAAN4/KQcR4IH5Acc/s72-c/Hasyimna.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5437968950731964875.post-9192390517377193982</id><published>2011-01-12T23:03:00.003+07:00</published><updated>2011-01-12T23:14:09.621+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='qorun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='al-qur&apos;an'/><title type='text'>Qarun: si Kaya yang Celaka</title><content type='html'>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/TS3SFRTNScI/AAAAAAAAANs/9srtHuf5OC4/s1600/Hariono3.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/TS3SFRTNScI/AAAAAAAAANs/9srtHuf5OC4/s200/Hariono3.jpg" width="154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Oleh: H. Hariyono Sumantri&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Qarun&lt;/b&gt; adalah seorang yang berilmu dan mempunyai harta benda yang tak terhingga banyaknya. Namun dia hancur lebur beserta apa yang dimilikinya, karena mengingkari agama Allah. Karena itu tetaplah menyembah Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Dialah Yang Maha Kuasa dan menentukan segala sesuatu. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Qarun adalah kaum &lt;b&gt;Nabi Musa as&lt;/b&gt;, berkebangsaan Israel, bukan berasal dari suku Qibthi (Gypsy, bangsa Mesir). Allah mengutus Musa kepadanya seperti diutusnya Musa kepada Fir'aun dan Haman. Qarun adalah salah seorang anak paman Nabi Musa. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah mengaruniai Qarun harta yang sangat banyak dan perbendaharaan yang melimpah ruah, yang banyak memenuhi lemari simpanan. Harta kekayaan dan lemari-lemarinya sangat berat untuk diangkat, karena banyaknya isi kekayaan Qarun. Walaupun diangkat beberapa orang lelaki kuat dan kekar pun, mereka masih kewalahan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Kekayaan itu bukannya disyukuri, tapi malah membuatnya sombong. Qarun mempergunakan harta ini dalam kesesatan, kezaliman dan permusuhan. Qarun suka ke luar dalam satu iring-iringan yang lengkap dengan pengawal, hamba sahaya dan inang pengasuh untuk memperlihatkan kemegahannya.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal itu merupakan musibah dan bencana bagi kaum kafir dan lemah di kalangan Bani Israil. Dalam memandang Qarun dengan harta kekayaannya, Bani Israil terbagi atas dua kelompok. Kelompok pertama adalah orang-orang yang beriman kepada Allah, dan lebih mengutamakan apa yang ada di sisi-Nya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena itu mereka tidak terpedaya oleh harta Qarun dan tidak berangan-angan ingin memilikinya. Bahkan mereka memprotes kesombongan, kesesatan dan kerusakannya, serta berharap agar ia menafkahkan hartanya di jalan Allah, dan memberikan kontribusi kepada hamba-hamba Allah yang lain. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun kelompok kedua adalah yang terpukau dan tertipu oleh harta Qarun. Mereka telah kehilangan tolok ukur nilai, landasan dan fondasi yang dapat digunakan untuk menilai Qarun dan hartanya. Mereka menganggap bahwa kekayaan Qarun merupakan bukti keridhaan dan kecintaan Allah kepadanya. Maka mereka berangan-angan ingin bernasib seperti itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Qarun mabuk dan terlena oleh melimpahnya harta dan kekayaan. Semua itu membuatnya buta dari kebenaran, dan tuli dari nasihat-nasihat orang mukmin. Ketika mereka meminta Qarun untuk bersyukur kepada Allah atas segala nikmat harta kekayaan, dan memintanya untuk memanfaatkan hartanya dalam hal yang bermanfaat, kebaikan dan hal yang halal karena semua itu adalah harta Allah, ia justru menolak. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku," kilahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu hari, keluarlah ia kepada kaumnya dengan kemegahan dan rasa bangga, sombong dan congkaknya. Maka hancurlah hati orang fakir, dan silaulah penglihatan mereka. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa diberikan kepada Qarun, sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar," harap mereka yang lemah imannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akan tetapi orang-orang mukmin yang dianugerahi ilmu, menasihati orang-orang yang tertipu seraya berkata, "Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah ada lah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berlakulah sunnatullah atasnya, dan murka Allah menimpanya. Hartanya menyebabkan Allah murka, menyebabkan dia hancur, dan datangnya siksa Allah. Maka Allah membenamkan harta dan rumahnya ke dalam bumi. Kemudian terbelah dan mengangalah bumi, maka tenggelamlah ia beserta harta yang dimilikinya dengan disaksikan oleh orang-orang Bani Israil. Tidak seorang pun yang dapat menolong dan menahannya dari bencana itu. Tidak bermanfaat harta kekayaan dan perbendaharannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tatkala Bani Israil melihat bencana yang menimpa Qarun dan hartanya, bertambahlah keimanan orang-orang yang beriman dan sabar. Adapun mereka yang telah tertipu dan pernah berangan-angan seperti Qarun, akhirnya mengetahui hakikat yang sebenarnya. Dan terbukalah tabir, lalu mereka memuji Allah karena tidak mengalami nasib seperti Qarun. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka berkata, "Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa saja yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya. Kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita, benar-benar Dia telah membenamkan kita pula. Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari nikmat Allah."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;Qarun dalam Al-Qur'an&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nama Qarun diulang sebanyak 3 kali dalam Al-Qur'an, yakni dalam surat Al-'Ankabut, Al-Mu'min, dan Al-Qashash. Penyebutan dalam surat Al-'Ankabut, pada pembahasan singkat tentang pendustaan oleh 3 orang thagut, yakni Qarun, Fir'aun dan Haman, lalu Allah menghancurkan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Dan (juga) Qarun, Fir'aun dan Haman. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) dan keterangan yang nyata. Akan tetapi, mereka berlaku sombong di (muka) bumi, dan tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu)." (QS Al-'Ankabut, 29:39)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu, kerikil, dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri." (QS 29:40)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penyebutan dalam surah Al-Mu'min (QS 40) pada kisah pengutusan Musa as kepada 3 orang thagut yang mendustakannya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Dan sesungguhnya telah Kami utus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami dan keterangan yang nyata, kepada Fir'aun, Haman, dan Qarun, maka mereka berkata,: "(Ia) adalah seorang ahli sihir yang pendusta." (QS Al-Mu'min, 40:23-24)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam Surat Al-Qashash (QS 28) dikisahkan Qarun yang kaya raya itu bersifat sombong dan mengingkari nikmat Allah, akhirnya dia dibenamkan ke dalam bumi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: "Janganlah kamu terlalu bang ga, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri." (QS Al-Qashash, 28:76)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: "Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar." (QS 28:79)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Karun berkata: "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku." Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta ? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka." (QS 28:78)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Maka Kami benamkanlah Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya dari azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya)." (QS 28:81)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Qarun itu, berkata: "Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambanya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita, benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah,&amp;nbsp; tidak beruntung&amp;nbsp; orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)." (QS 28:82). &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih sudah membaca artikel ini. Tulislah komentarmu di sini. Salamun 'alaikum.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5437968950731964875-9192390517377193982?l=imtaqonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imtaqonline.blogspot.com/feeds/9192390517377193982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5437968950731964875&amp;postID=9192390517377193982&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/9192390517377193982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/9192390517377193982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imtaqonline.blogspot.com/2011/01/qarun-si-kaya-yang-celaka.html' title='Qarun: si Kaya yang Celaka'/><author><name>Ahmad Fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454924091386061255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SSQdoEJ2F7I/AAAAAAAAAAM/RC-M87bQn1w/S220/image002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/TS3SFRTNScI/AAAAAAAAANs/9srtHuf5OC4/s72-c/Hariono3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5437968950731964875.post-5372031929465464485</id><published>2011-01-09T23:29:00.002+07:00</published><updated>2011-01-09T23:48:45.175+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muhammad'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='al-qur&apos;an'/><title type='text'>Apakah Sebenarnya Jin itu ? (5)</title><content type='html'>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SSV6DstnaqI/AAAAAAAAAAo/u90vTJL6uYI/s1600/AbiMursala2.jpg" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SSV6DstnaqI/AAAAAAAAAAo/u90vTJL6uYI/s200/AbiMursala2.jpg" width="165" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Oleh : Abi Mursalat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS Alam Nasyrah, 94:5-6)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kandungan Surat Al-Jin dari ayat 1-28 merupakan suatu episode perjalanan nabi dan rasul, khususnya Ahmad bin Abdullah (nabi Muhammad Saw) sebagai rasulullah. Perjalanan itu begitu berat bagi nabi dalam mengemban tugas dari Allah Swt. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak sekali kendala dan tantangan dari kaum Quraisy, sehingga rasul boleh dikata kurang berhasil dalam menyampaikan risalahnya di Mekah. Hal itu dapat dilihat dari lamanya berdakwah di Mekah, sekitar 13 tahun, tapi hanya sedikit saja yang mau beriman. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitu keras perlawanan dari kaum Quraisy, sudah banyak pengikut nabi dianiaya dengan biadab. Bahkan nabi pun dilecehkan, dicemooh dan diancam jiwanya. Namun karena Muhammad Saw mengemban tugas sebagai nabi dan rasulullah, beliau menyampaikan dengan cara berdakwah yang diterimanya dari Allah. Yakni berupa wahyu, dalam surat 16 (An-Nahl), tentang dasar-dasar dakwah dan sikap menghadapi lawan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalanNya dan Dialah yang lebih&amp;nbsp;&amp;nbsp; mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS An-Nahl, 16:125)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar." (QS An-Nahl, 16:126)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan." (QS An-Nahl, 16:127). &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan kesabaran yang luar biasa dan pertolongan Allah, Muhammad bisa bertahan dari provokasi kaum Quraisy yang semakin keras. Namun beliau juga melihat kenyataan, bahwa Mekah masih belum bisa diharapkan untuk mengembangkan dienul Islam. Harus ada alternatif lain, yaitu kabilah-kabilah yang pada musimnya berziarah ke Mekah. Kepada merekalah nabi berdakwah, untuk memahami kebenaran agama dari Tuhan, agar menemui jalan yang benar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu ketika di Masjidil Haram umat seluruh jazirah Arab sedang mengadakan ibadah yang ditentukan oleh Allah, yakni berziarah ke Ka'bah, yang kemudian oleh orang Islam dinamakan ibadah Haji. Dan bertemulah nabi dengan kabilah Nasrani dari Yatsrib. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kabilah itu dipimpin oleh raja Negus yang masih setia dengan ajaran Almasih Isa putra Maryam. Dalam kitabnya disebutkan, bahwa nanti sepeninggalku ada yang menerusakan sebagai nabi dan rasulullah dengan membawa kitab, yang menyatakan bahwa ada seorang yang meneruskan sebagai nabi dan rasul, yang namanya Ahmad (Muhammad). &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Muhammad kemudian memberikan talwiyah (dakwah) kepada rombongan raja Negus, dan menyimpulkan apa yang dicari-cari beberapa lama sepeninggal Almasih Isa putra Maryam sebagai rasulullah, ketemu kepada Ahmad. Sesuai firman Allah dan surat Ash-Shaff:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata." (QS Ash-Shaff, 61:6)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;Terjemah QS Al-Jin, 72:26-28&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghaib itu." (QS Al-Jin, 72:26) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya." (QS Al-Jin, 72:27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu." (QS Al-Jin, 72:28)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;Raja Negus&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siapa yang dimaksud raja Negus, Allah menerangkan dalam Qur'an surat 5 (Al-Maidah) :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani". Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri."&amp;nbsp; (QS Al-Maidah, 5:82)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al-Qur'an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al-Qur'an dan kenabian Muhammad Saw)." (QS Al-Maidah, 5:83).&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian raja Negus menawarkan kepada nabi Muhammad untuk berhijrah ke Yatsrib. Dan Nabi Muhammad menyetujuinya. Itulah awal hijrah nabi Muhammad ke Yatsrib, dan menemukan tempat pengembangan misinya untuk menegakkan hukum Allah (dien Allah), sehingga negeri itu oleh Rasulullah diberi nama Madinah. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal itu sesuai dengan isi surat Al-Jin ayat 26-28 di atas. Sejak periode Medinah itulah agama Islam tumbuh dan berkembang ke seluruh dunia sampai sekarang ini. Jadi yang dimaksud dengan Al-Jin disini menunjuk kepada kabilah &lt;b&gt;Raja Negus dari Yatsrib&lt;/b&gt; yang beriman kepada Al-Kitab. (-\*/-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih sudah membaca artikel ini. Tulislah komentarmu di sini. Salamun 'alaikum.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5437968950731964875-5372031929465464485?l=imtaqonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imtaqonline.blogspot.com/feeds/5372031929465464485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5437968950731964875&amp;postID=5372031929465464485&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/5372031929465464485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/5372031929465464485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imtaqonline.blogspot.com/2011/01/apakah-sebenarnya-jin-itu-5.html' title='Apakah Sebenarnya Jin itu ? (5)'/><author><name>Ahmad Fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454924091386061255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SSQdoEJ2F7I/AAAAAAAAAAM/RC-M87bQn1w/S220/image002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SSV6DstnaqI/AAAAAAAAAAo/u90vTJL6uYI/s72-c/AbiMursala2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5437968950731964875.post-3794085574854729084</id><published>2011-01-05T00:04:00.001+07:00</published><updated>2011-01-05T00:10:01.097+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taqwa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muhammad'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pertolongan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='misaq'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='al-qur&apos;an'/><title type='text'>Proses keimanan Menurut Al-Qur'an (4)</title><content type='html'>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/TJcsOSOp6UI/AAAAAAAAANE/qahe3uHLKYU/s200/AbiMursala3.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/TJcsOSOp6UI/AAAAAAAAANE/qahe3uHLKYU/s200/AbiMursala3.jpg" width="146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Oleh: Abi Mursalat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang yang telah sempurna imannya senantiasa mendapatkan ketenangan dalam jiwanya. Mereka selalu merasa puas saat dan setelah menghadap kepada Tuhan. Kondisi seperti itu membuat hidupnya serasa di surga, tempat mulia yang telah dijanjikan Allah Swt. bagi orang-orang mukmin di akhirat nanti. Di sanalah tempat kembali yang abadi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhaiNya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hambaKu, masuklah ke dalam syurgaKu." (QS Al-Fajr, 89:27-30) &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Do'a Iman&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Inilah do'a agar kita dapat memelihara iman kepada Tuhan, mendapat ampunan dan terhindar dari api neraka. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/TSNR5zBycBI/AAAAAAAAANY/FpgR0PlBSuQ/s1600/qs3-16-17.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="130" src="http://4.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/TSNR5zBycBI/AAAAAAAAANY/FpgR0PlBSuQ/s400/qs3-16-17.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"(Yaitu) orang-orang yang berdoa: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka," (QS Ali 'Imran, 3:16)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"(Yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur." (QS Ali 'Imran, 3:17)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/TSNSN75RKhI/AAAAAAAAANc/nie_qN7Htfw/s1600/qs23-109.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="106" src="http://2.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/TSNSN75RKhI/AAAAAAAAANc/nie_qN7Htfw/s400/qs23-109.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya, ada segolongan dari hamba-hambaKu (di dunia) berdo'a: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik." (QS Al-Mu'minuun, 23:109)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/TSNSeCTkH1I/AAAAAAAAANg/7w0_mzSXJ_o/s1600/qs23-118.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="57" src="http://4.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/TSNSeCTkH1I/AAAAAAAAANg/7w0_mzSXJ_o/s400/qs23-118.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Dan katakanlah: "Ya Tuhanku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling baik." (QS Al-Mu'minuun, 23:109)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Do'a Penutup&lt;/h2&gt;Dan sebagai do'a penutup yang lazim adalah surat Ash-Shaaffaat (QS 37:180-182)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/TSNS9lll_FI/AAAAAAAAANk/6hf94ubL9Pk/s1600/qs37-180-182.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="170" src="http://2.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/TSNS9lll_FI/AAAAAAAAANk/6hf94ubL9Pk/s400/qs37-180-182.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Maha Suci Tuhanmu Yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan. Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul. Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam." (QS Ash-Shaaffaat, 37:180-182)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih sudah membaca artikel ini. Tulislah komentarmu di sini. Salamun 'alaikum.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5437968950731964875-3794085574854729084?l=imtaqonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imtaqonline.blogspot.com/feeds/3794085574854729084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5437968950731964875&amp;postID=3794085574854729084&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/3794085574854729084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/3794085574854729084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imtaqonline.blogspot.com/2011/01/proses-keimanan-menurut-al-quran-4.html' title='Proses keimanan Menurut Al-Qur&apos;an (4)'/><author><name>Ahmad Fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454924091386061255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SSQdoEJ2F7I/AAAAAAAAAAM/RC-M87bQn1w/S220/image002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/TJcsOSOp6UI/AAAAAAAAANE/qahe3uHLKYU/s72-c/AbiMursala3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5437968950731964875.post-1538335882182419101</id><published>2011-01-03T21:17:00.002+07:00</published><updated>2011-01-03T21:21:29.981+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taqwa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muhammad'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pertolongan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='misaq'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='al-qur&apos;an'/><title type='text'>Proses Keimanan Menurut Al-Qur'an (3)</title><content type='html'>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/TJcsOSOp6UI/AAAAAAAAANE/qahe3uHLKYU/s200/AbiMursala3.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/TJcsOSOp6UI/AAAAAAAAANE/qahe3uHLKYU/s200/AbiMursala3.jpg" width="145" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Oleh: Abi Mursalat &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;h2&gt;&lt;b&gt;Contoh Pengakuan dan Persaksian&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para shiddiqien adalah orang-orang yang membenarkan ajaran Al-Qur'an, dan menjadi saksi atas kebenaran ayat-ayat Al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu orang-orang Shiddiqien dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Tuhan mereka. Bagi mereka pahala dan cahaya mereka. Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka." (QS Al-Hadiid, 57:19) &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para nabi pun bersaksi dan mengakui ketetapan Allah Swt tentang kenabian Muhammad Saw. Dan bukan hanya itu, Allah pun ikut bersaksi bersama mereka. Hal itu menunjukkan betapa agungnya kedudukan nabi Muhammad Saw, dan kebenaran risalah yang diamanatkan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: "Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya". Allah berfirman: "Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjianKu terhadap yang demikian itu?" Mereka menjawab: "Kami mengakui." Allah berfirman: "Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu." (QS Ali 'Imran, 3:81)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat juga mengadakan janji setia kepada Rosul. Dan perjanjian (misaq) itu pun disaksikan oleh Allah Swt. Maka sanksinya amat besar bila ada yang ingkar. Namun sebaliknya, orang-orang yang taat akan mendapatkan kemenangan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri, dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar." (QS Al-Fath, 48:10) &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah meridlai orang-orang yang mangadakan Bai'atur Ridhwan dan menjanjikan kemenangan bagi kaum muslimin.Hal itulah yang membuat hati menjadi tenang, karena yakin akan menang dengan pertolongan Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya)." (QS Al-Fath, 48:18)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berhak menerima pertolongan (syafa'at) adalah yang telah mengadakan perjanjian (misaq). Yakni orang yang beriman dan beramal shaleh, membenarkan apa yang diturunkan kepada nabi Muhammad Saw, berupa Al-Qur'anul Karim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Mereka tidak berhak mendapat syafa'at kecuali orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah." (QS Maryam, 19:87) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan orang-orang mukmin dan beramal soleh serta beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang haq dari Tuhan mereka, Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka." (QS Muhammad, 47:2) &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka diberi petujuk ke jalan yang lurus, dan diampuni dosa-dosanya. Serta mendapatkan balasan yang lebih baik dari amalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan." (QS Al-'Ankabuut, 29:7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmatNya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus, dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak)." (QS Al-Fath, 48:2-3) &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah orang-orang mukmin yang berjanji dan bersaksi atas kebenaran Al-Qur'an dan mengamalkannya. Mereka itu akan mendapat pertolongan dari Allah Swt. Dan dipimpin ke jalan yang lurus.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;(bersambung)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih sudah membaca artikel ini. Tulislah komentarmu di sini. Salamun 'alaikum.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5437968950731964875-1538335882182419101?l=imtaqonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imtaqonline.blogspot.com/feeds/1538335882182419101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5437968950731964875&amp;postID=1538335882182419101&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/1538335882182419101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/1538335882182419101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imtaqonline.blogspot.com/2011/01/proses-keimanan-menurut-al-quran-3.html' title='Proses Keimanan Menurut Al-Qur&apos;an (3)'/><author><name>Ahmad Fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454924091386061255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SSQdoEJ2F7I/AAAAAAAAAAM/RC-M87bQn1w/S220/image002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/TJcsOSOp6UI/AAAAAAAAANE/qahe3uHLKYU/s72-c/AbiMursala3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5437968950731964875.post-30293964846947731</id><published>2010-09-21T21:27:00.003+07:00</published><updated>2010-09-21T21:43:43.894+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='misaq'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='al-qur&apos;an'/><title type='text'>Proses Keimanan Menurut Al-Qur'an (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/TJcsOSOp6UI/AAAAAAAAANE/qahe3uHLKYU/s200/AbiMursala3.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="145" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Oleh : Abi Mursalat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Syarat untuk menjadi orang yang beriman adalah harus &lt;b&gt;mendapat izin&lt;/b&gt; dari Allah Swt dan mau &lt;b&gt;menggunakan akalnya &lt;/b&gt;untuk mendekatkan diri kepadaNya. Itulah syarat utama yang dinyatakan Allah Swt dalam Surat Yunus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya." (QS Yunus, 10:100)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun cara atau methode yang dipakai sudah dicontohkan dalam Al-Qur'an. Sebagaimana yang telah dialami para nabi yang mengadakan perjanjian (&lt;b&gt;Misaq&lt;/b&gt;) di hadapan Allah Swt. Mereka itu mengadakan &lt;b&gt;perjanjian yang teguh&lt;/b&gt; (Misaq) untuk menjalankan segala perintah Allah dan meninggalkan laranganNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri) dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh." (QS Al-Ahzab, 33:7)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Isi Perjanjian Yang Teguh (Misaq)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Isi dari perjanjian (Misaq) yang teguh kepada Allah Swt secara gamblang telah dicontohkan dalam Al-Qur'an, surat Al-Baqarah dan Al-Mumtahanah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling." (QS Al-Baqarah, 2:83) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu (yaitu): kamu tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan kamu tidak akan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu, kemudian kamu berikrar (akan memenuhinya) sedang kamu mempersaksikannya." (QS Al-Baqarah, 2:84)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tiada akan menyekutukan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Al-Mumtahanah, 60:12) &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Isi pokok perjanjian (misaq) itu meliputi 2 hal pokok. Yakni perintah Tuhan yang harus dilaksanakan dan larangan Tuhan yang harus dihindari oleh orang yang beriman.&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Perintah :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Hanya menyembah kepada Allah Swt.&lt;br /&gt;2. Mendirikan shalat&lt;br /&gt;3. Menunaikan zakat&lt;br /&gt;4. Berbuat baik kepada sesama manusia&lt;br /&gt;5. Mengucapkan kata-kata yang baik &lt;br /&gt;6. Memenuhi janji&lt;br /&gt;7. Bertaubat dan memohon ampunan Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Larangan :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Menyekutukan Allah &lt;br /&gt;2. Membunuh sesama manusia&lt;br /&gt;3. Mengusir orang dari kampung halaman&lt;br /&gt;4. Mencuri &lt;br /&gt;5. Berzina &lt;br /&gt;6. Berdusta &lt;br /&gt;7. Berbuat durhaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akibat Melanggar Janji&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sudah banyak contoh dari berbagai bangsa terdahulu yang beruntung mendapatkan bimbingan para Nabi. Mereka yang beriman dan beramal sholeh mendapatkan kemurahan Tuhan. Tapi begitu berpaling setelah mendapatkan petunjuk, mereka langsung mendapat balasan dari Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Dan berapa banyaknya kaum sesudah Nuh telah Kami binasakan. Dan cukuplah Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Melihat dosa hamba-hambaNya." (QS Al-Israa', 17:17) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir." (QS Al-Israa', 17:18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik." (QS Al-Israa', 17:19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kepada masing-masing golongan, baik golongan ini maupun golongan itu, Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi." (QS Al-Israa', 17:20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian yang lain. Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya." (QS Al-Israa', 17:21)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Peringatan Tuhan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah yang Maha Penyayang selalu mengingatkan kita. Banyak sekali perintah dan larangan yang diulang,-ulang agar senantiasa kita memelihara iman kepadaNya. Dan tidak terjerumus dalam perangkap syetan yang telah dikutuk Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Janganlah kamu adakan tuhan yang lain di samping Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah)." (QS Al-Israa', 17:22) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia." (QS Al-Israa', 17:23) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil." (QS Al-Israa', 17:24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang-orang yang baik, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat." (QS Al-Israa', 17:25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros." (QS Al-Israa', 17:26) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan, dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya." (QS Al-Israa', 17:27) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang pantas." (QS Al-Israa', 17:28) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal." (QS Al-Israa', 17:29) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya." (QS Al-Israa', 17:30) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar." (QS Al-Israa', 17:31) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." (QS Al-Israa', 17:32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barangsiapa dibunuh secara dzalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan." (QS Al-Israa', 17:33) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai ia dewasa dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya." (QS Al-Israa', 17:34) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." (QS Al-Israa', 17:35) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (QS Al-Israa', 17:36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung." (QS Al-Israa', 17:37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua itu kejahatannya amat dibenci di sisi Tuhanmu." (QS Al-Israa', 17:38)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhan kepadamu. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela lagi dijauhkan dari rahmat Allah." (QS Al-Israa', 17:39)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka apakah patut Tuhan memilihkan bagimu anak-anak laki-laki sedang Dia sendiri mengambil anak-anak perempuan di antara para malaikat? Sesungguhnya kamu benar-benar mengucapkan kata-kata yang besar (dosanya)." (QS Al-Israa', 17:40) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan sesungguhnya dalam Al-Qur'an ini Kami telah ulang-ulangi (peringatan-peringatan), agar mereka selalu ingat. Dan ulangan peringatan itu tidak lain hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran)." (QS Al-Israa', 17:41) &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikianlah Allah telah membimbing kita ke jalan yang benar dengan contoh nyata. Perintah dan laranganNya telah jelas ditetapkan secara gamblang. Sehingga kita tidak perlu mereka-reka, atau merekayasa apa yang telah ditetapkan Tuhan. Karena ancamannya sangat tegas dan keras, yang tersesat menjadi teman syetan akan masuk neraka jahannam. Dan hanya Tuhanlah yang dapat menyelamatkan kita untuk mencapai kehidupan yang mulia di akhirat nanti, khususnya bagi yang beriman dan beramal sholeh.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;i&gt;(bersambung)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih sudah membaca artikel ini. Tulislah komentarmu di sini. Salamun 'alaikum.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5437968950731964875-30293964846947731?l=imtaqonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imtaqonline.blogspot.com/feeds/30293964846947731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5437968950731964875&amp;postID=30293964846947731&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/30293964846947731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/30293964846947731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imtaqonline.blogspot.com/2010/09/proses-keimanan-menurut-al-quran-2.html' title='Proses Keimanan Menurut Al-Qur&apos;an (2)'/><author><name>Ahmad Fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454924091386061255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SSQdoEJ2F7I/AAAAAAAAAAM/RC-M87bQn1w/S220/image002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/TJcsOSOp6UI/AAAAAAAAANE/qahe3uHLKYU/s72-c/AbiMursala3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5437968950731964875.post-4822087822619712541</id><published>2010-09-20T16:34:00.002+07:00</published><updated>2010-09-21T21:21:24.000+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='al-qur&apos;an'/><title type='text'>Proses Keimanan Menurut Al-Qur'an (1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/TJcsOSOp6UI/AAAAAAAAANE/qahe3uHLKYU/s1600/AbiMursala3.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/TJcsOSOp6UI/AAAAAAAAANE/qahe3uHLKYU/s200/AbiMursala3.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="145" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Oleh : Abi Mursalat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;b&gt;Mukadimah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka) atau kedatangan (siksa) Tuhanmu atau kedatangan beberapa ayat Tuhanmu. Pada hari datangnya ayat dari Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: "Tunggulah olehmu sesungguhnya Kamipun menunggu (pula)." (QS Al An'aam, 6:158)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dasar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah padahal Rasul menyeru kamu supaya kamu beriman kepada Tuhanmu. Dan sesungguhnya Dia telah mengambil perjanjianmu jika kamu adalah orang-orang yang beriman." (QS Al-Hadiid, 57:8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dialah yang menurunkan kepada hambaNya ayat-ayat yang terang (Al-Qur'an), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang terhadapmu." (QS Al-Hadiid, 57:9)&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; "(Al-Qur'an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa." (QS Ali 'Imran, 3:138)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjukNya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (QS Al-Baqarah, 2:185) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan apabila orang-orang yang beriman datang kepadamu, maka katakanlah: "Salaamun alaikum." Tuhanmu telah menetapkan atas diriNya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Al-An'aam, 6:54)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi orang yang beriman tidak hanya sekedar perilaku dalam bentuk ucapan dan pengakuan saja, tetapi harus berpedoman kepada firman Tuhan. Inilah gambaran Golongan munafik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian," pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman." (QS Al-Baqarah, 2:8) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar." (QS Al-Baqarah, 2:9)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah: "Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah, Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar." (QS Al-Hujuraat, 49:17)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu bagi manusia yang berpengetahuan atau berakal, tentunya segala sesuatunya termasuk keimanan harus berdasarkan petunjuk atau firman dari Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al-Qur'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman." (QS Yusuf, 12:111)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi orang yang beriman bukanlah hal yang naif, karena beriman atau tidak beriman merupakan sebuah pilihan yang harus diambil. Dan setiap keputusan yang diambil ada akibatnya di hari akhir nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir." Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang dzalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek." (QS Al-Kahfi, 18:29)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memberikan prototype manusia yang berakal memilih beriman dan beramal shaleh. Yakni Nabi Muhammad Saw. Walau pun banyak sekali cobaan, ujian, godaan berupa harta, tahta dan wanita, bahkan harus berperang, beliau tetap mempertahankan imannya kepada Allah Swt. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS Al-Ahzab, 33:21)&amp;nbsp;&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah Allah telah membuat ketetapan tentang keimanan melalui suatu proses, tahapan-tahapan, dan contoh riil penerapan mau pun konsekwensi bagi orang yang beriman. Dasar iman (kepercayaan) itu memang datangnya dari Tuhan, tetapi untuk mendapatkannya kita harus berusaha dengan benar. Mengikuti segala petunjukNya, dan mempertahankannya sekuat tenaga, baik dengan akal, harta mau pun jiwa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;i&gt;(bersambung)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih sudah membaca artikel ini. Tulislah komentarmu di sini. Salamun 'alaikum.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5437968950731964875-4822087822619712541?l=imtaqonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imtaqonline.blogspot.com/feeds/4822087822619712541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5437968950731964875&amp;postID=4822087822619712541&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/4822087822619712541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/4822087822619712541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imtaqonline.blogspot.com/2010/09/proses-keimanan-menurut-al-quran.html' title='Proses Keimanan Menurut Al-Qur&apos;an (1)'/><author><name>Ahmad Fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454924091386061255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SSQdoEJ2F7I/AAAAAAAAAAM/RC-M87bQn1w/S220/image002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/TJcsOSOp6UI/AAAAAAAAANE/qahe3uHLKYU/s72-c/AbiMursala3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5437968950731964875.post-3690530185077922514</id><published>2010-08-17T10:51:00.001+07:00</published><updated>2010-08-17T10:55:51.766+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manusia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='al-qur&apos;an'/><title type='text'>Apakah Sebenarnya Jin itu ? (4)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SSV6DstnaqI/AAAAAAAAAAo/u90vTJL6uYI/s1600/AbiMursala2.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SSV6DstnaqI/AAAAAAAAAAo/u90vTJL6uYI/s200/AbiMursala2.jpg" width="165" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Oleh : Abi Mursalat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Sehingga apabila mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka, maka mereka akan mengetahui siapakah yang lebih lemah penolongnya dan lebih sedikit bilangannya. Katakanlah: "Aku tidak mengetahui, apakah azab yang diancamkan kepadamu itu dekat ataukah Tuhanku menjadikan bagi (kedatangan) azab itu masa yang panjang?" (QS 72:24-25)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk kehidupan jahanam itu adalah rusaknya moral manusia secara merata. Dari sinilah kesengsaraan itu dimulai. Perang antar suku, antar bangsa, terjadi pembunuhan merajalela. Membunuh sudah tidak lagi dianggap sebagai tindak kejahatan besar, tapi sudah berubah menjadi suatu keharusan yang akan mendapat bintang bagi pelakunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehancuran di bidang ekonomi&amp;nbsp; yang menyengsarakan orang banyak sudah merupakan ilmu dalam bisnis. Pelacuran dengan menjual kehormatan sudah dianggap sebagai profesi dan lambang selebriti. Orang yang bersorban menjadikan ayat-ayat Allah sebagai modal dagangan untuk mendapatkan materi. Penguasa yang seharusnya menjadi penggembala, berubah menjadi pemburu yang sadis, dan lain sebagainya. Itulah bentuk adzab yang lebih menyengsarakan kehidupan dalam jangka panjang, sampai berabad-abad lamanya.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat 24&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dengan jelas menunjukkan, bahwa adzab yang dibicarakan oleh para nabi ini adalah adzab di dunia, yakni dihancurkannya kekuasaan toghut, yaitu iblis yang turun ke bumi yang selama&amp;nbsp; ini me nipu manusia untuk mengikuti perintahnya yang jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adzab Allah terproses melalui dua cara, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; Dihancurkannya tatanan kekuasaan manusia iblis dengan terjadinya kemelut politik dan ekonomi yang disebabkan oleh tangan mereka sendiri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Datangnya tentara Allah, yaitu para mujahid yang menghancurkan benteng-benteng kekuasaan musyrik tanpa perlawanan yang berarti.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti."&amp;nbsp; (QS 59:14)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekalahan penguasa Mekkah dari Madinah sungguh amat memalukan bagi bangsa Arab musyrik di mata dunia, demikian halnya kekuasaan Persia di belahan timur dan kekuasaan Imperium Romawi (Al-Ahzab) yang didukung oleh pasukan multi nasional, multi bangsa-bangsa. Bagi mereka yang ditimpakan azab jahannam .di durtia dalam bentuk kehancuran serta azab di dunia dalam bentuk kehidupan jahannam, yaitu kehidupan yang dibangun di atas pilar-pilar kebebasan dan materialistis akan ditimpakan azab yang jauh pedih di alam akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Seperti itulah azab (dunia). Dan sesungguhnya azab akhirat lebih besar jika mereka mengetahui." (QS 68 33)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ayat 25&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Secara pasti dalam hitungan tahun, bulan, dan hari datangnya azab itu tidak diketahul oleh Nabi atau Rasul, tetapi dia dapat rnemastikan keadiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba." Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS 7:187)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datangnya adzab itu termaktub di dalam Al-Qur'an. Ini berarti orang yang rosih (peduli) terhadap Al-Qur'an setelah periode Muhammad Rasulullah pasti dapat juga melihat tanda-tanda adzab itu. Inilah makna Al-Qur'an sebagaiI Huda atau petunjuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pernyataan ayat 25 menunjukkan bahwa azab di dunia ini pasti terjadi, atau bisa juga sedang terjadi. Masalahnya adalah manusia tidak sadar bahwa dirinya sedang ditimpa adzab dalam kehidupan Naar (neraka dunia). Orang yang tingkat qolbunya sudah mati seperti ini, hanya bisa merasakan adzab itu di akhirat kelak, tanpa ada kesempatan untuk bertaubat. (Bersambung)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih sudah membaca artikel ini. Tulislah komentarmu di sini. Salamun 'alaikum.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5437968950731964875-3690530185077922514?l=imtaqonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imtaqonline.blogspot.com/feeds/3690530185077922514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5437968950731964875&amp;postID=3690530185077922514&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/3690530185077922514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/3690530185077922514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imtaqonline.blogspot.com/2010/08/apakah-sebenarnya-jin-itu-4.html' title='Apakah Sebenarnya Jin itu ? (4)'/><author><name>Ahmad Fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454924091386061255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SSQdoEJ2F7I/AAAAAAAAAAM/RC-M87bQn1w/S220/image002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SSV6DstnaqI/AAAAAAAAAAo/u90vTJL6uYI/s72-c/AbiMursala2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5437968950731964875.post-8626372891271986941</id><published>2010-08-10T09:24:00.005+07:00</published><updated>2010-08-10T09:47:17.159+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makhluq Allah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manusia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='al-qur&apos;an'/><title type='text'>Kajian Surat Al-Jin (3)</title><content type='html'>&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Apakah Sebernarnya Jin Itu ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;O&lt;/span&gt;leh : &lt;b&gt;Abi Mursalat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka." (QS 15:39-40)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahdan sekumpulan kelompok yang konsis terhadap ajaran Isa Almasih, tatkala mereka bertemu dengan Muhammad Rasulullah di Mekkah, mereka mendengarkan dakwah beliau. Apa yang mereka dengar dari Nabi baru itu sungguh sesuatu yang ajaib. Bisa dibilang ajaib, karena apa yang dibacakan oleh Muhammad Rasulullah seakan-akan ada di qolbu mereka. Raja Habsyi yang bernama Negus termasuk golongan jin yang dimaksud oleh Al-Qur’an dalam surat Al-Jin ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, mengertilah kita maksud dari pada ayat 14. Bahwa golongan manusia jin itu ada yang beriman dengan dakwah Rasul, dan ada yang menolak (kafir). Pemahaman hakekat jin yang seperti ini sejalan dengan kedudukan Al-Qur’an sebagai Huda Linnas (petunjuk) untuk kehidupan manusia di dunia ini. Tentu saja yang dimaksud dengan iman, adalah iman kepada Dien Al Islam yang penuh dengan tata cara hidup, hukum, moral, ekonomi, politik, perang dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ayat 16 menyatakan, bahwa selama muslim berada pada sirothol mustaqim (jalan yang lurus), yaitu hukum-hukum Allah, (QS 1:6) &lt;i&gt;“Tujukilah kami jalan yang lurus.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka akan mendapatkan minuman segar. Tentu saja yang dimaksud dengan “segar” disini bukan bentuk fisik air pada umumnya. Air merupakan amtsal (perumpamaan) dari ilmu atau wahyu Allah. Dengan air dari langit itulah terjadi kehidupan di muka bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/TGC8cF9DqDI/AAAAAAAAAMw/7CezZXVLqzw/s1600/Letter.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="185" src="http://2.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/TGC8cF9DqDI/AAAAAAAAAMw/7CezZXVLqzw/s200/Letter.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Selama 23 tahun, dunia, khususnya Timur Tengah disiram dengan air dari langit. Bangsa Arab yang semula "mati", secana menakjubkan menjadi manusia unggul, yang memimpin dunia (kholifah). Selama hampir 700 tahun mukmin menguasai dunia. Kejayaan umat Islam akan terus dinikmati sampai mereka tidak konsis lagi dengan hukum Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila umat menyimpang dari sirothol mustaqim itu,&amp;nbsp; kembali tertimpa azab Allah berupa kehinaan di manapun berada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu: sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya dan bawang merahnya". Musa berkata: "Maukah kamu mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta". Lalu ditimpakanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas." (QS 2: 61). &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas." (QS 3: 112)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tarjamah QS 72 (Surat Al-Jin)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;16. Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki banyak). &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;17. Untuk Kami beri cobaan kepada mereka padanya. Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan Tuhannya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang amat berat. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;18. Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah)&amp;nbsp; Allah. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;19. Dan bahwasanya tatkala hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (mengerjakan ibadat), hampir saja jin-jin itu desak mendesak mengerumuninya. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;20. Katakanlah: "Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatupun dengan-Nya." &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;21. Katakanlah: "Sesungguhnya aku tidak kuasa mendatangkan sesuatu kemudharatan pun kepadamu dan tidak (pula) suatu kemanfaatan." &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;22. Katakanlah: "Sesungguhnya aku sekali-kali tiada seorang pun dapat melindungiku dari (azab) Allah dan sekali-kali aku tiada akan memperoleh tempat berlindung selain daripada-Nya." &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;23. Akan tetapi (aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya. Dan barang siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya baginya lah neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;b&gt;Ayat 18 s/d 23&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui makna ayat 21-24, hendaklah diingat kembali bahwa tugas pembawa risalah (Rasul) atau pembawa berita (Nabi) adalah menyampaikan informasi dari Allah. Bahwa sudah tiba saatnya Allah yang menciptakan kehidupan alam semesta menghukum umat manusia secara massal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebabkan umat manusia atau bangsa itu sudah keterlaluan sombongnya hidup di bumi milik Allah ini. Kesombongan (togho) atau kedurhakaan ini dilakukan umat manusia dalam bentuk kekafirannya kepada Al Kholiq. Umat manusia sudah hidup menurut seleranya saja, apa yang dirasakan enak dan memuaskan syahwatnya saja. Kaidah-kaidah moral serta hukum Pencipta dan Pemilik bumi ini sudah tidak lagi mendapat tempat dalam tatanan kehidupan pribadi maupun bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatuhnya hukuman sesuai dengan keadilan, hanya akan ditimpakan terhadap mereka yang bersalah. Adapun orang-orang yang menyesali perbuatan durhakanya, mereka masih diberi kesempatan untuk bertaubat, yaitu dengan meninggalkan masyarakat yang musyrik. Untuk itulah Allah mengutus atau membangkitkan Rasul yang menyeru dan mengajak bangsa yang musyrik itu kembali ke sabil atau jalan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa yang meyakini ucapan-ucapan Nabi dan Rasul dan mengikuti kepemimpinan Rasul ini, niscaya orang itu akan selamat dari azab yang bersifat massal. Demikian tugas Nabi dan Rasul sepanjang sejarah kehidupan ummat manusia di bumi&amp;nbsp; Suatu kejadian atau bencana yang sifatnya Nubuwah atau informasi tentang masa yang akan datang memang tidak mungkin dihitung secara matematika melalui logika maupun dialektika. Maka untuk mempercayainya digunakan instrumen lain, yaitu akal pikiran sebagai sarana awal dan keyakinan yang didasari oleh bukti-bukti sejarah, maupun hukum-hukum kehidupan alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam meyakinkan orang untuk percaya kepada apa-apa yang dilihat, Rasul mengajak orang untuk melihat fakta alam dan sejarah umat manusia, yangseharusnya tidak dapat didustakan. Kini sejarah akan berulang dengan tanda-tanda yang cukup jelas, sehingga orang yang masih waras kesadarannya pasti mengimani ucapan Nabi dan Rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya dalam kehidupan sehari-hari misalnya, jika ada seorang ahli geologi, melihat tanda-tanda akan terjadi gempa bumi atau gunung meletus, ia menyarankan agar para penduduk segera untuk mengungsi atau mengosongkan daerah bahaya. Dengan segera orang-orang yang ada di daerah itu percaya ucapan para ahli itu, padahal belum tentu gunungnya betul-betul meletus, atau terjadi gempa bumi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula halnya para Nabi, Rasul atau penerus Risalah Rasul. Mereka adalah orang-orang yang diberi ilmu oleh Allah seperti halnya seorang geologi. Para Mursalat atau pembawa Risalah itu diberi wahyu, yang dengan wahyu itu dia dapat melihat tanda-tanda datangnya azab atau bencana yang akan menimpa umat manusia atau suatu bangsa, yang perilakunya sudah memenuhi ukuran atau standart untuk mendapat bencana massal seperti sejarah telah membuktikannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka? Orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka Rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku dzalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku dzalim kepada diri sendiri." (QS 30:9)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Kemudian, akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan adalah (adzab) yang lebih buruk, karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok-oloknya." (QS 30:10)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi atau Rasul sendiri tidak memiliki kekuasaan apapun untuk mengatasi kondisi darurat (chaos) itu, atau tidak kuasa untuk menyelamatkan manusia dari bencana itu. (ayat 21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi demikian, setiap pribadi sangat menentukan nasibnya sendiri, tidak ada orang lain yang dapat mempengaruhi dirinya untuk berlindung kepada Allah dalam bentuk mengikuti instruksi atau perintah Nabi dan Rasul. Pada saat yang demikian sikap tiap-tiap orang terhadap Robbnya sangat menentukan. Jika dia tidak sanggup meninggalkan illah-illah lain yang menguasai kesadaran qolbunya, maka dirinya termasuk orang-orang yang ditimpa azab jahannam. (ayat 22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang mengira bahwa bentuk azab itu berupa bencana alam. Sebenarnya yang dimaksud bencana itu bukan bencana alam seperti banjir, tsunami, gunung meletus, gempa bumi atau wabah penyakit. Jika melihat ayat 23, bentuk bencana itu adalah terjadinya kekacauan (chaos), atau hancurnya tatanan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Bersambung)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih sudah membaca artikel ini. Tulislah komentarmu di sini. Salamun 'alaikum.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5437968950731964875-8626372891271986941?l=imtaqonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imtaqonline.blogspot.com/feeds/8626372891271986941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5437968950731964875&amp;postID=8626372891271986941&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/8626372891271986941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/8626372891271986941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imtaqonline.blogspot.com/2010/08/kajian-surat-al-jin-3.html' title='Kajian Surat Al-Jin (3)'/><author><name>Ahmad Fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454924091386061255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SSQdoEJ2F7I/AAAAAAAAAAM/RC-M87bQn1w/S220/image002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/TGC8cF9DqDI/AAAAAAAAAMw/7CezZXVLqzw/s72-c/Letter.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5437968950731964875.post-6234786569363075123</id><published>2010-02-02T13:20:00.002+07:00</published><updated>2010-02-02T13:28:32.011+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pertolongan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='al-qur&apos;an'/><title type='text'>Madu Untuk Kesehatan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/S2fDw4bczpI/AAAAAAAAAMY/-aKFBj7EYb8/s1600-h/Tawon46.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="140" src="http://3.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/S2fDw4bczpI/AAAAAAAAAMY/-aKFBj7EYb8/s320/Tawon46.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh: &lt;b&gt;Abi Mursalat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta nomor satu di dunia ini ternyata adalah kesehatan. Karena dengan tubuh yang sehat, orang akan dapat beribadah dengan baik, bekerja dengan giat dan berprestasi lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita simak firman Allah dalam surat Asy-Syuaraa (QS 26:80): "Dan apa bila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas sekali, bahwa manusia diciptakan oleh Allah dengan sifat yang lemah. Ini merupakan hukum Allah yang tidak bisa ditawar-tawar oleh manusia. Maka ada sehat pasti ada sakit, ada hidup pasti ada mati, ada siang pasti ada malam, ada kaya pasti ada miskin, ada kuat pasti ada lemah, dan seterusnya. Sesuai firman Allah dalam surat An-Nisa' "Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah" (QS 4:28). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, manusia juga diciptakan sebagai makhluk yang mulia dan lebih sempurna dari makhluk yang lain. Dijelaskan dalam surat Al Israa' :"Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak Adam, kami angkat mereka di daratan dan di lautan, maka kami beri mereka rejeki dari yang baik-baik, dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah kami ciptakan." (QS 17:70)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka supaya hidup ini mendapat rahmat, kita sebagai makhluk yang mulia harus mensyukuri rahmat dan nikmat Allah Swt. Yaitu dengan hidup yang beriman, bersih dan sehat sebagai motto "Kehidupan yang Sehat". Harta nomor satu di dunia ini tidak lain adalah kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup sehat adalah salah satu dambaan setiap orang. Karena dengan tubuh yang sehat, orang akan dapat beribadah dengan baik, bekerja dengan giat dan berprestasi lebih tinggi. Dan orang yang sakit-sakitan akan terbatas kemampuannya untuk melaksanakan kewajibannya sebagai kholifah di muka bumi. Dengan begitu mencegah penyakit menjadi&amp;nbsp; penting, karena mencegah lebih baik daripada mengobati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan kehidupan yang sehat, banyak rangkaian usaha yang harus dilakukan, yaitu: pencegahan, pengobatan, dan rehabilitasi. Karena pentingnya masalah kesehatan dalam kelangsungan kehidupan ini, maka kita harus menjaganya dengan baik dan benar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Makan dan minum sesuai dengan kebutuhan tubuh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman dalam surat Al-A'raaf (QS 7:31): "Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap memasuki Masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesunggunya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimakan tentunya harus makanan yang baik dan halal. "Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu." (QS 2:168).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memakan sayur-mayur dan buah-buahan sangat baik bagi &lt;a href="http://temaku.co.cc/"&gt;kesehatan&lt;/a&gt;. "Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan, dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu)." (QS 16:69)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Olah raga secara teratur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dengan olah raga yang teratur, niscaya peredaran darah menjadi lancar dan badan menjadi segar, sehat dan kuat. Ibarat tanaman yang kuat, lalu menjadi besar dan tegak lurus di atas pokoknya.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, ruku'lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu, dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan." (QS 22:77). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar." (QS 48:29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Hidup harus seimbang dan bersih&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan orang-orang pada jaman sekarang ini sudah tidak se imbang, yang mengakibatkan mu dah jatuh sakit. Padahal semestinya kita harus menjaga keseimbangan antara bekerja, istirahat, rekreasi maupun beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari, dan usahamu mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan." (QS 30:23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar hidup sehat, kita harus menjaga kebersihan, baik pakaian, lingkungan maupun hati kita. Semuanya harus bersih dari kotoran yang dapat menumbulkan penyakit. Maka Allah memerintah agar kita menjalani hidup yang bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan pakaianmu bersihkanlah." (QS 74:4). "Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih." (QS 9:108)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Sabar dan Tawakal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Situasi dan kondisi tertekan bisa menyebabkan orang tidak sabar dalam merencanakan dan mencapai cita-cita kehidupannya. Semestinya kita harus sabar dan tawakal dalam menghadapi setiap masalah kehidupan. Sabar dan tawakkal dapat menghindarkan emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan sholat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS 2:153) &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;"Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal. (QS 3:160)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Madu Sebagai Obat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Allah adalah dzat yang Maha Berilmu, sebagaimana dalam firman-Nya dalam Surat Al Kahfi. &lt;br /&gt;"Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk menulis kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)." (QS 18:109). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ditegaskan lagi di surat Lukman. "Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS 31:27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah obat ciptaan Tuhan Yang Maha Berilmu ? Jawabnya tidak lain adalah Madu, sesuai Firman Allah dalam surat An-Nahl. "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada Lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu dan di tempat-tempat yang dibikin manusia." (QS 16:68) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemudian makanlah dari tiap-tiap macam buah-buahan, dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah memudahkan bagimu. Dari perut lebah keluar minuman madu yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya tendapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar tendapat tanda kebesaran Tuhan bagi orang-orang yang memikirkannya." (QS 16:69) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi &lt;a href="http://afahost.co.cc/"&gt;manfaat &lt;/a&gt;dan kenikmatan kepada manusia. Sungguh ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al-Qur'anul Karim. Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga, dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat QS 16:69). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang Al-Qur'an mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu, ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa, untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika madu berguna untuk &lt;a href="http://muso9.com/"&gt;menyembuhkan&lt;/a&gt; sakit jasmani, maka Al-Qur'an berguna untuk menyembuhkan sakit rokhani bagi orang-orang yang beriman dan bertaqwa.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih sudah membaca artikel ini. Tulislah komentarmu di sini. Salamun 'alaikum.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5437968950731964875-6234786569363075123?l=imtaqonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imtaqonline.blogspot.com/feeds/6234786569363075123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5437968950731964875&amp;postID=6234786569363075123&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/6234786569363075123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/6234786569363075123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imtaqonline.blogspot.com/2010/02/madu-untuk-kesehatan.html' title='Madu Untuk Kesehatan'/><author><name>Ahmad Fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454924091386061255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SSQdoEJ2F7I/AAAAAAAAAAM/RC-M87bQn1w/S220/image002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/S2fDw4bczpI/AAAAAAAAAMY/-aKFBj7EYb8/s72-c/Tawon46.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5437968950731964875.post-768629096674260946</id><published>2009-07-24T23:33:00.006+07:00</published><updated>2010-01-31T18:55:11.502+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wawasan kebangsaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='baldatun toyyibatun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='al-qur&apos;an'/><title type='text'>Wawasan Kebangsaan untuk Menuju Negara yang "Baldatun Toyyibatun wa Robbun Ghoffur"</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SmnlSwGattI/AAAAAAAAAEs/aJFk1yzA5y0/s1600-h/AbiMursala2.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5362068941673510610" src="http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SmnlSwGattI/AAAAAAAAAEs/aJFk1yzA5y0/s320/AbiMursala2.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 130px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 108px;" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Abi Mursalat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (QS Al A'raaf, 7:96) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pembukaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di panggung sejarah sudah banyak kita lihat bagaimana timbul-tenggelamnya peradaban suatu bangsa. Ada saatnya suatu kaum / bangsa menjadi jaya raya berkuasa, namun beberapa generasi kemudian "gulung tikar" hilang bagai ditelan bumi. Namun tidak sedikit pula kaum yang berabad-abad tertindas, kemudian bisa berubah menjadi bangsa yang merdeka. Namun kemudian merosot kembali menjadi sengsara, bahkan tertindas oleh bangsa yang lebih kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penemuan prasasti Ebla (2500 SM) oleh para arkeolog di Timur Tengah pada 1975, merupakan salah satu bukti bahwa kisah yang dituliskan dalam Al-Qur'an itu betul-betul terjadi. Bukan merupakan dongeng bagi anak-anak menjelang tidur. Sebagaimana dijelaskan dalam Surat Yusuf, (yang artinya) : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al-Qur'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya, dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman." (QS Yusuf, 12:111)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wawasan Kebangsaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ir. Sukarno, penggali Pancasila yang menjadi dasar falsafah bangsa Indonesia, menyebutkan bahwa bangsa (nation) merupakan sekumpulan masyarakat yang hidup bersama di suatu wilayah (geopolitik) yang memiliki kesamaan sejarah dan cita-cita bersama. Kemudian dalam usahanya untuk menyatukan bangsa kita yang terdiri dari berbagai ragam suku bangsa, budaya, dan kepercayaan, dibuatlah semboyan "Bhinneka Tunggal Ika", dan Pancasila sebagai landasan dasar dalam berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui berbagai perdebatan dan pertimbangan dari para pendiri bangsa, ditetapkanlah sila pertama adalah KeTuhanan Yang Maha Esa. Ini menunjukkan bahwa bangsa kita mengakui superioritas Tuhan, yang menciptakan, mengendalikan dan berkuasa penuh terhadap manusia. Hal itu sesuai dengan  berbagai ayat dalam Al-Qur'an, antara lain pada Surat 112 (Al-Ikhlas) dan Surat 2 (Al Baqarah), yang artinya : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa." (QS Al-Ikhlas, 112:1) &lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang." (QS Al-Baqarah, 2:163). &lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa, Dialah yang menjadikan bumi sebagai  hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui." (QS Al-Baqarah, 2:21-22)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohammad Hatta pernah mengatakan, bahwa sulit memperoleh kriteria yang tepat apa yang menentukan bangsa. Bangsa bukanlah didasarkan pada kesamaan asal, persamaan bahasa dan persamaan agama saja. Bangsa ditentukan oleh sebuah keinsyafan sebagai suatu persekutuan yang tersusun jadi satu. Yaitu keinsyafan yang terbit karena percaya atas persamaan nasib dan tujuan. Keinsyafan yang bertambah besar oleh karena sama seperuntungan, malang yang sama diderita, mujur yang sama didapat, oleh karena jasa bersama dan kesengsaraan bersama. Pendeknya karena peringatan kepada riwayat bersama yang tertanam dalam hati dan otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apa yang kita lihat akhir-akhir ini sungguh amat memprihatinkan. Kebersamaan dan kerukunan sebagai dasar wawasan kebangsaan terus-menerus mulai tergerus. Dis-integrasi terjadi dimana-mana, dalam berbagai skala. Baik yang kecil maupun besar: perkelahian antar kelompok, kampung, suku, bahkan mengatasnamakan agama. Ada juga daerah yang ingin merdeka, melepaskan diri dari NKRI. Semuanya mengarah pada perpecahan bangsa yang sungguh mengkawatirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau masalah kebangsaan ini tidak segera kita atasi bersama, mungkin tak lama lagi bangsa ini hanya tinggal nama. Negerinya terpecah belah, budayanya terjajah, tidak ada lagi kesenian daerah. Dan mungkin saja anak-cucu kita malu mengaku pernah dilahirkan di Indonesia. Sungguh tragis.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Manusia dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih. Kalau tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulu, pastilah telah diberi keputusan di antara mereka, tentang apa yang mereka perselisihkan itu." (QS Yunus, 10:19) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pelajaran dari Al-Qur'an&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gambaran sebuah negeri yang subur makmur dan aman seperti yang dilukiskan dalam Al-Qur'an, Surat Saba' (34). Negeri Saba' yang dibangun di selatan jazirah Arab pada abad ke-11 SM, adalah sebuah peradaban besar. Naskah tertua yang ditemukan arkeolog, menyatakan keberadaan Kaum Saba adalah catatan tahunan dari zaman raja Assyria, Sargon II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saba', adalah negeri yang melakukan kegiatan perniagaan, dan sejumlah jalur perdagangan terpenting di utara Arab ada dalam kekuasaannya. Penduduk Saba' terkenal dalam sejarah sebagai bangsa berperadaban tinggi. Prasasti dari para penguasa Saba' seringkali berbicara tentang "perbaikan", "pembiayaan", "pembangunan". Dan kemudian mereka populer menjadi contoh negeri yang : "Baldatun Toyyibatun wa Robbun Ghoffur".&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda kekuasaan Tuhan di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): "Makanlah olehmu dari rezki yang dianugerahkan Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. Negerimu adalah negeri yang baik dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Pengampun."  (QS Saba', 34:15)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saba' adalah nama suatu kabilah dari kabilah-kabilah Arab yang tinggal di wilayah Yaman. Mereka mendirikan kerajaan yang terkenal dengan nama kerajaan Sabaiyyah, ibu kotanya Ma'rib. Negeri itu dapat membangun suatu bendungan raksasa, yang bernama Bendungan Ma'rib (tinggi 16 meter, lebar 60 meter, dan panjang 620 meter). Bendungan itu menghubungkan 2 dataran, sehingga selama 1500 tahun negeri Saba' subur, makmur dan aman sentosa. Reruntuhan bendungan itu sampai kini masih bisa dilihat, menjadi bukti penting adanya kemajuan teknologi kaum Saba' pada waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam hari dan siang hari dengan aman." (QS Saba' / 34:18)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun rupanya kemewahan dan kemakmuran itu menyebabkan kaum Saba' lupa dan ingkar kepada Allah yang telah melimpahkan nikmat kepada mereka. Dan mereka mengingkari pula seruan Rasul, bahkan mereka menyembah matahari. Padahal Ratu Saba' pernah tunduk kepada ajaran Nabi Sulaiman As. Namun kemudian beberapa generasi berikutnya mulai ingkar, dan kembali menyembah matahari. Karena itulah Allah menimpakan kepada mereka adzab berupa banjir besar yang ditimbulkan oleh runtuhnya bendungan Ma'rib (542 SM). Seluruh negeri diratakan oleh banjir dahsyat. Perkebunan anggur dan kebun-kebun kaum Saba' tiba-tiba lenyap terbenam air. Kemudian negeri Saba' menjadi kering dan kerajaan mereka hancur-lebur. Kaum Saba' pun tercerai-berai. Mereka tinggalkan rumah-rumah mereka dan mengungsi ke wilayah utara Arabia, Mekkah dan Syria.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi pohon-pohon yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr. Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab yang demikian itu, melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir." (QS Saba', 34:16-17)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kembali Kepada Tuhan YME&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagian dari tanda-tanda hukuman Tuhan sudah kita lihat bersama menimpa negeri tercinta ini. Berbagai macam bencana yang menelan ribuan korban, bahkan sampai kini masih berlangsung di Sidoarjo dan berbagai daerah lainnya. Perpecahan yang terus terjadi tak berkesudahan, baik antar masyarakat bawah maupun di antara kaum elit dan pimpinan negeri. Bencana yang datang dari atas dan bawah itu, baik di alam maupun strata sosial, persis dengan yang telah dilukiskan dalam Al-Qur'an, surat Al-An'am :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Katakanlah: "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan adzab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan yang saling bertentangan, dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahaminya." (QS Al-An'am, 6:65)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat tanda-tanda yang sudah diberikan Tuhan seperti itu, tak ada hal lain yang bisa kita lakukan agar selamat, selain kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena semua itu sebagai peringatan, bahkan hukuman kepada kita yang telah mulai melalaikan perintah Tuhan. Maka yang bisa menolong kita hanyalah Tuhan semata. Bukan yang lainnya. Sebelum semuanya menjadi terlambat, marilah kita berusaha bersama.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia." (QS Ar-Ra'd, 13:11)   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau pun mayoritas penduduk NKRI adalah Islam, bukan berarti negara ini harus berazaskan Islam. Bentuk negara kesatuan itu sudah merupakan keputusan final. Hal itu sudah difikirkan para pendiri bangsa sebelum negeri ini merdeka. Hasilnya dirumuskan dalam Piagam Jakarta, yang kemudian menjadi Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, dengan menghilangkan beberapa kata saja. Yakni "dengan mewajibakan menjalankan Syari'ah Islam bagi pemeluknya". Keputusan itulah yang terbaik bagi bangsa yang terdiri dari berbagai macam kepercayaan. Nabi pun tidak pernah diperintah untuk memaksa orang untuk memeluk agama Islam. Dia hanya diutus untuk memberitakan kabar gembira, yang bisa membimbing manusia dari jaman kegelapan (jahiliyah) ke alam yang terang benderang (Nur Ilahi).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."  (QS Al-Baqarah, 2:256)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utama negeri ini adalah melindungi segenap warga dan tanah air, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa serta ikut menjaga ketertiban dunia. Tugas itu bukan hanya beban pemerintah saja, tapi kita semua wajib berusaha, sesuai dengan kemampuan. Kalau hanya menggantungkan kepada pemerintah saja, bisa berakibat fatal, karena seperti kita ketahui tidak semua aparat bisa dipercaya. Bahkan banyak di antaranya yang terlibat KKN dan berbagai tindak pidana lainnya. Walau mereka ada yang terbebas dari penjara, namun Tuhan Yang Maha Adil akan meminta pertanggungan jawab mereka di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar, agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya." (QS Al-An'aam, 6:123). "Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya," (QS Al-Muddatstsir, 74:38). "dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab."  (QS Az Zukhruf, 43:44).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya usaha mulia itu dimulai dari diri kita masing-masing, sekeluarga. Mari kita mulai gerakan mendekatkan diri kepada Ilahi. Kita atur kehidupan dan penghidupan kita, agar selaras dengan ajaran Tuhan. Kita bimbing anak-anak untuk mengenal tanah air, baik geografinya, sukubangsa, seni budaya, dsb. Kita sadarkan bahwa cinta tanah air itu merupakan bagian dari iman. Dan ketaatan kepada imam maupun ulil amri yang beriman merupakan perintah dari Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah dan Rasul, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." (QS An-Nisa', 4:59)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai perbedaan fisik, baik warna kulit, suku, bahasa, seni budaya, agama dsb. itu merupakan fitrah. Justru menjadi asset bangsa yang mirip pelangi, indah dipandang dan membawa kesuburan. Perbedaan itu bukanlah hal yang perlu dipertentangkan. Bahkan rasa kesukuan, kedaerahan itu sudah dilebur dengan dikumandangkannya "Sumpah Pemuda" dibarengi dengan alunan Indonesia Raya, jauh hari sebelum negeri ini merdeka.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS Al Hujuraat, 49:13)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang perlu terus diupayakan adalah bagaimana supaya Pancasila itu betul-betul menjadi nyata dalam kehidupan berbangsa, bernegara maupun dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya sebagai jimat ideologi saja, yang diletakkan di lemari kaca, indah dipandang, tapi tidak diamalkan. Soal bagaimana kita harus merealisasikan Pancasila, Bung Karno berkata :  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Tidak ada satu Weltanschauung dapat menjadi kenyataan - menjadi realiteit - jika tidak dengan perjuangan! Janganlah lupa akan syarat untuk menyelenggarakannya, ialah perjuangan, perjuangan dan sekali lagi perjuangan! Marilah kita sama-sama berjuang. Marilah kita sama-sama bangga menjadi orang Indonesia !"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai negri yang memenuhi kriteria &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Baldatun Toyyibatun wa Robbun Ghoffur"&lt;/span&gt;, yang dalam pewayangan digambarkan sebagai "Gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharjo", bukanlah suatu hal yang mudah. Namun perlu diperjuangkan, agar bangsa kita tidak tenggelam ditelan sejarah. Sebagaimana dialami oleh bangsa-bangsa terdahulu. Sebab selain kebahagiaan di akhirat, di dunia pun kita diperintah untuk mencarinya sekuat tenaga.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari kenikmatan duniawi; dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu; dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." (QS  Al-Qashash, 28:77) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai elemen bangsa yang terkecil, keluarga kita haruslah terus dibina dan dipelihara dengan sebaik-baiknya. Agar terus dipupuk iman dan amal sholeh anak kita sejak muda, sehingga rasa bahagia muncul di tengah-tengah keluarga. Kita sebagai kepala keluarga, kepala lingkungan, kepala kantor, kepala usaha, dst. sesuai kapasitasnya, wajib mendidik dan membina anggota keluarganya. Dan dengan pimpinan yang beriman serta amanah, diharapkan negeri ini mendapat ampunan dari Tuhan, dihindarkan dari berbagai malapetaka, menuju negri yang aman sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka," (QS At-Tahrim, 66:6). "Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat yang baik itu adalah bagi orang yang bertakwa." (QS Thaahaa, 20:132) &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih sudah membaca artikel ini. Tulislah komentarmu di sini. Salamun 'alaikum.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5437968950731964875-768629096674260946?l=imtaqonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imtaqonline.blogspot.com/feeds/768629096674260946/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5437968950731964875&amp;postID=768629096674260946&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/768629096674260946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/768629096674260946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imtaqonline.blogspot.com/2009/07/wawasan-kebangsaan-untuk-menuju-negara.html' title='Wawasan Kebangsaan untuk Menuju Negara yang &quot;Baldatun Toyyibatun wa Robbun Ghoffur&quot;'/><author><name>Ahmad Fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454924091386061255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SSQdoEJ2F7I/AAAAAAAAAAM/RC-M87bQn1w/S220/image002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SmnlSwGattI/AAAAAAAAAEs/aJFk1yzA5y0/s72-c/AbiMursala2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5437968950731964875.post-119390715371212954</id><published>2009-07-13T18:22:00.005+07:00</published><updated>2010-01-31T18:57:42.022+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sabar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pertolongan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musibah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nabi Yusuf'/><title type='text'>Nabi Yusuf As. Mengatasi Krisis Pangan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SlsifiT3PwI/AAAAAAAAAEk/dIicNX5nW50/s1600-h/AbiMursala2.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357914106868743938" src="http://3.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SlsifiT3PwI/AAAAAAAAAEk/dIicNX5nW50/s320/AbiMursala2.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 130px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 108px;" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Abi Mursalat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan  Allah)  bagi  kaum  yang memikirkan." &lt;/span&gt; (QS 16:11).&lt;span style="font-style: italic;"&gt; "Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu."&lt;/span&gt; (QS 2:168)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bung Karno pernah mengungkap suatu istilah: Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Ungkapan itu rasanya sampai sekarang pun tetap relevan. Di dalam juga Al-Qur'an banyak dituliskan sejarah peradaban manusia, perjuangan dalam mencari kebenaran, pertentangan antara yang hak dan bathil, dsb. Maksudnya adalah agar bisa diambil hikmahnya, sebagai pedoman hidup, dan kita terhindar dari kesalahan yang pernah dilakukan bangsa-bangsa terdahulu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al-Qur'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya, dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman."&lt;/span&gt; (QS 12:111)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu kebutuhan fisik yang pokok bagi makhluk hidup adalah makanan. Allah yang maha pengasih dan penyayang dengan kuasaNya telah menyediakan berbagai jenis bahan makanan bagi mahluqNya tanpa terkecuali. Baik makhluq rendah ber sel satu sampai yang paling kompleks seperti manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam, dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun-susun, untuk menjadi rezki bagi hamba-hamba (Kami), dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Seperti itulah terjadinya kebangkitan.&lt;/span&gt;" (QS 50:9-11)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.&lt;/span&gt;" (QS 16:11).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai wujud rasa terima kasih bagi orang-orang yang beriman, ia harus mengeluarkan zakat bila menerima suatu nikmat. Misalnya pegawai yang baru gajian, atau petani waktu panen, perlu disedekahkan sebagian hasilnya kepada fakir miskin. Sewajarnya saja, tidak perlu berlebihan, dan jangan ditunda-tunda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon kurma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.&lt;/span&gt;" (QS 6:141).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Krisis Pangan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak dikisahkan bagaimana maju mundurnya peradaban suatu bangsa berkaitan erat dengan bagaimana negeri itu bisa menyediakan makanan yang cukup bagi penduduknya. Misalnya dalam kisah Nabi Yusuf As, tatkala diangkat menjadi Bendaharawan Negeri Mesir, sebelum terjadi krisis ekonomi dunia yang panjang. Resesi dunia itu disebabkan adanya kemarau yang sangat panjang, sehingga di mana-mana terjadi kekeringan, pertanian pun gagal panen dan hewan ternak banyak yang mati. Tampillah nabi Yusuf As, dengan izin Allah, untuk mengatasi krisis itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kisahnya bermula dari mimpi raja Mesir yang bernama Fir’aun (Ramses II) yang sangat aneh dan menakutkannya. Maka dikumpulkanlah para menteri dan penasehat kerajaan, untuk menjelaskan apa arti mimpinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya): "Sesungguhnya aku bermimpi melihat 7 ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh 7 ekor sapi betina yang kurus-kurus, dan 7 bulir (gandum) yang hijau dan 7 bulir lainnya yang kering. Hai orang-orang yang terkemuka, terangkanlah kepadaku tentang ta'bir mimpiku itu jika kamu dapat mena'birkan mimpi.&lt;/span&gt;"  (QS 12:43).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena para penasehat raja tak ada yang bisa menjabarkan apa maknanya, mimpi itu pun ditanyakan kepada nabi Yusuf As oleh pelayan kerajaan. Waktu itu nabi Yusuf As masih berada di tahanan karena terkena fitnah yang sangat keji.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nabi Yusuf As adalah putera ke 7 dari 12 putera Nabi Ya'qub dari negeri Kanaan. Ia berparas tampan dan tubuhnya tegap, yang menjadi idaman setiap wanita dan gadis remaja. Allah Swt juga memberi kurnia berupa ilmu yang dapat menafsirkan mimpi. Dengan ilmunya itulah ia menjelaskan makna mimpi sang raja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam 7 tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan di bulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan. Kemudian sesudah itu akan datang 7 tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu  simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan. Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan di masa itu mereka memeras anggur.&lt;/span&gt;" (QS 12:47-49).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Raja merasa puas dengan analisa Nabi Yusuf tentang masa depan negerinya yang menghadapi konjungtur naik dan turun dalam periode 7 tahunan. Raja terkesan, bahwa Yusuf adalah seorang yang pandai dan bijaksana. Ia juga mendengar bahwa Yusuf orang cakap, ramah, jujur dan sholeh, tentu akan sangat berguna jika ia menjadi penasehat kerajaan untuk menghadapi masa-masa sukar dan sulit saat terjadi krisis ekonomi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nabi Yusuf tidak menolak tawaran Raja Mesir itu. Ia menerimanya, asalkan diberi kekuasaan penuh dalam bidang keuangan dan pengelolaan bahan makanan. Karena menurut pertimbangannya, kedua bidang yang berkaitan antara satu sama lain itu merupakan kunci dari kesejahteraan rakyat dan stabilitas negara. Raja yang sudah percaya penuh langsung menyetujuinya, dan memutuskan untuk menyerahkan sebagian kekuasaannya kepada Nabi Yusuf As.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan raja berkata: "Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang rapat kepadaku." Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengan nya, dia berkata: "Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercayai pada sisi kami." &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Berkata Yusuf: "Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan." &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri Mesir; (dia berkuasa penuh) pergi menuju kemana saja ia kehendaki di bumi Mesir itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kami melimpahkan rahmat Kami kepada siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik. Dan sesungguhnya pahala di akhirat itu lebih baik, bagi orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa.&lt;/span&gt;" (QS 12:54-57).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nabi Yusuf menjalankan tugasnya sebagai "Menteri Ekonomi" dengan baik dan amanah, sehingga negeri Mesir selamat dalam menghadapi krisis. Pada 7 tahun pertama terjadi curah hujan yang tinggi. Maka irigasi diatur dengan teliti, sehingga tanah di penjuru negeri subur makmur, kabeh sarwo tukul. Hasil panen yang melimpah ruah disimpan dan dikelola dengan baik dalam gudang perbendaharaan negara. Dan rakyat pun diperintahkan untuk membuat lumbung penyimpan hasil panen mereka sendiri. Dengan adanya agregat saving di lumbung rakyat maupun negara, ekonomi Mesir mengalami surplus yang luar biasa. Sehingga datangnya masa 7 tahun berikut yang kering kerontang tak ada hujan, bangsa Mesir bisa selamat dari resesi dunia. Rakyat tidak kelaparan karena mempunyai persediaan makanan yang cukup. Bahkan penduduk negeri tetangga banyak yang minta bantuan atau membeli bahan makanan dari Mesir, karena mereka tidak pernah mengantisipasi datangnya masa krisis ekonomi yang panjang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keberhasilan itulah yang membuat Nabi Yusuf As dapat berkumpul lagi dengan ayahnya, Nabi Ya'qub As dan anggota keluarga lainnya dari negeri Kanaan. Mereka pergi ke Mesir untuk membeli bahan makanan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maka tatkala mereka masuk ke (tempat) Yusuf: Yusuf merangkul ibu bapanya dan dia berkata: "Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman.&lt;/span&gt;" (QS 12:99).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan ia menaikkan kedua ibu-bapanya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf. Dan berkata Yusuf: "Wahai ayahku inilah ta'bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah syaitan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.&lt;/span&gt;" (QS 12:100).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berkumpul dengan keluarga  yang beriman merupakan kebahagiaan yang tak ternilai harganya, dengan penuh rasa syukur Nabi Yusuf As pun berdo'a: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan, dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta'bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam, dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh.&lt;/span&gt;" (QS 12:101)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.     Sejarah merupakan cermin bagi kehidupan manusia, karena terdapat suatu hikmah, pelajaran berharga yang jelas bagi orang beriman yang mau berfikir. (Lihat QS 12:111 di atas). Dari cerita nabi Yusuf As ini, nabi Muhammad Saw juga mengambil pelajaran yang banyak, dan merupakan penghibur terhadap beliau dalam menjalankan tugasnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.    Orang yang beriman selalu diuji oleh Tuhan, untuk mengetahui apakah ia orang yang sabar atau pendusta. Nabi Yusuf As pun diuji dengan berbagai kesengsaraan, baik secara  fisik maupun mental. Ia bahkan pernah dimasukkan ke penjara karena ada fitnah yang keji.  "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apakah orang mengira akan dibiarkan cukup menyatakan kami beriman dan mereka tidak akan diuji? Sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, dan mengetahui orang-orang yang benar dan mengetahui orang-orang yang dusta.&lt;/span&gt;" (QS 29:2-3)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    Penderitaan yang nampaknya merupakan suatu musibah (bencana), boleh jadi merupakan ujian dari Tuhan. Dalam banyak hal bahkan merupakan rahmat dan barokah yang masih terselubung. Karena suatu musibah adalah awal dari kebahagiaan dan kesejahteraan bagi orang yang beriman. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.&lt;/span&gt;" (QS 94:6-8).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.    Ilmu manajemen (perencanaan, organisasi, pelaksanaan dan pengawasan) yang sudah dijalankan sejak zaman nabi-nabi, ditambah dengan iman, jujur dan ikhlas dalam melaksanakan tugas, merupakan kunci sukses dalam bekerja. Dalam setiap usaha tentunya harus disertai dengan do'a. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.&lt;/span&gt;" (QS 61:4).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui." (QS 9:41). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendakiNya dari hamba-hambaNya.  Dan kesudahan  yang  baik  adalah bagi orang-orang yang bertakwa.&lt;/span&gt;" (QS 7:128).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih sudah membaca artikel ini. Tulislah komentarmu di sini. Salamun 'alaikum.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5437968950731964875-119390715371212954?l=imtaqonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imtaqonline.blogspot.com/feeds/119390715371212954/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5437968950731964875&amp;postID=119390715371212954&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/119390715371212954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/119390715371212954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imtaqonline.blogspot.com/2009/07/nabi-yusuf-as-mengatasi-krisis-pangan.html' title='Nabi Yusuf As. Mengatasi Krisis Pangan'/><author><name>Ahmad Fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454924091386061255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SSQdoEJ2F7I/AAAAAAAAAAM/RC-M87bQn1w/S220/image002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SlsifiT3PwI/AAAAAAAAAEk/dIicNX5nW50/s72-c/AbiMursala2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5437968950731964875.post-4297459696037034970</id><published>2009-07-11T23:23:00.006+07:00</published><updated>2010-01-31T19:01:07.147+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Stop Dreaming Start Action'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='al-qur&apos;an'/><title type='text'>Stop Dreaming Start Action Dalam Perspektif Al-Qur'an</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memang tidak mudah untuk melakukan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Stop Dreaming&lt;/span&gt;. Sejak kecil kita sudah sering ditanya: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nak, cita-citamu apa?&lt;/span&gt;" Lalu kita pun berandai-andai menjadi ini-itu. Tapi sayangnya hal itu jarang ditindaklanjuti dengan Action yang benar. Sehingga sejak kecil kita belum terbiasa dengan budaya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Stop Dreaming Start Action&lt;/span&gt;. Padahal action ini sudah banyak dicontohkan dalam kitab suci, bagaimana mengelola sebuah mimpi, agar menjadi kenyataan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berangan-angan, punya cita-cita, kemauan, kehendak, mimpi-mimpi tentang masa depan bisa dikategorikan dalam istilah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dreaming&lt;/span&gt;. Hal itu bisa menjadi pemicu untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Bahkan bila kita yakin mimpi itu suatu hal yang baik, kita wajib segera melaksanakannya dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;action&lt;/span&gt;. Ini sesuai dengan perintah yang diterima nabi Ibrahim as, (yang artinya) : "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar&lt;/span&gt;." (QS 37:102)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendapat jawaban yang meyakinkan dari anaknya, nabi Ibrahim pun langsung take action, melaksanakan perintah yang diperoleh dalam mimpinya. Itu bukanlah usaha yang mudah. Banyak sekali godaan, cobaan, rayuan, intrik bahkan ancaman untuk mengagalkan aksinya. Terutama yang dilakukan gerombolan jin yang terkutuk itu. Namun dengan keteguhan hati yang luar biasa nabi Ibrahim melakasanakan "order", apa pun resikonya. Dan hasilnya sungguh luar biasa. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Action&lt;/span&gt; ratusan abad yang lalu itu, sampai kini masih kita rasakan manfaatnya. Jutaan umat tiap tahun menyembelih kurban, dan puluhan juta fakir miskin ikut menikmatinya. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.&lt;/span&gt;" (QS 37:105)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sudah banyak prestasi hebat dibuat, setelah orang mendapat inspirasi melalui mimpi. Dan tentunya segera ditindak lanjuti dengan sebuah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;action&lt;/span&gt;. Contohnya yang dialami nabi Yusuf as, dalam episode mimpi sang raja. "Raja berkata: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus, dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering. Hai orang-orang yang terkemuka, terangkanlah kepadaku tentang ta'bir mimpiku itu jika kamu dapat mena'birkan mimpi.&lt;/span&gt;" (QS 12:43)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lantas dibawalah nabi Yusuf dari penjara untuk menghadap sang raja. Dia menjelaskan apa makna mimpi itu, trend apa yang bakal terjadi dan bagaimana cara menghadapinya. Dengan kecakapannya membuat analisa dan problim solving yang aplikatif, diangkatlah nabi Yusuf menjadi Menteri Ekonomi. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan demikian pulalah Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di muka bumi (Mesir), dan agar Kami ajarkan kepadanya ta'bir mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya.&lt;/span&gt;" (QS 12:21)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan kecerdikan dan keahlian managerialnya nabi Yusuf segera saja action. Dia bersama rakyat membebaskan negeri Mesir dari resesi dunia, dan terhindar dari bencana kelaparan yang luar biasa. Kisah sukses itu sampai kini masih juga dipelajari dalam studi kasus manjemen ekonomi global. Khususnya dalam menghadapi bencana kelaparan dan resesi dunia. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri Mesir; (dia berkuasa penuh) pergi menuju kemana saja ia kehendaki di bumi Mesir itu. Kami melimpahkan rahmat Kami kepada siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.&lt;/span&gt;" (QS 12:56).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pelajaran dari Al-Qur'an&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikianlah 2 contoh, bagaimana Stop Dreaming yang diikuti dengan Start Action bisa menghasilkan prestasi yang luar biasa. Dan dampaknya masih terasa walaupun puluhan abad sudah berlalu. Itulah sejarah yang betul-betul terjadi di muka bumi, bukan sekedar cerita buat anak-anak sebelum tidur. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al-Qur'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.&lt;/span&gt;" (QS 12:111) &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beribadah dalam arti yang luas, termasuk juga di dalam adalah bekerja, yang ditujukan untuk mencari ridhoNya. Jadi bukan hanya untuk akhirat saja, di dunia pun harus dipikirkan kesejahteraan kita. Karena banyak pula jenis ibadah yang membutuhkan biaya besar, seperti pergi haji, membiayai pendidikan anak-anak, dsb. Dan rejeki tak akan jatuh dari langit begitu saja. Tapi kita harus mencarinya, dengan action yang smart. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi, dan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu ...&lt;/span&gt; " (QS 28:77)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau mencari nafkah adalah suatu kewajiban, maka action wajib dilakukan. Kalau kamu punya impian untuk masuk surga, segera lakukan action untuk mewujudkannya. "We must take ACTION!," kata &lt;a href="http://www.jokosusilo.com/2009/06/22/apa-arti-action-bagi-anda/" style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Joko Susilo&lt;/a&gt;. Maka Stop Dreaming Start Action bisa menjadi sarana untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya&lt;/span&gt;." (QS 84:6). "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Untuk kemenangan serupa ini hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja&lt;/span&gt;" (QS 37:61)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://afahost.co.cc/"&gt;Ayolah Stop Dreaming Start Action, sekarang juga&lt;/a&gt; !&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salam sukses dari Surabaya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://muso9.com/"&gt;Achmad Fauzi Asmuni&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih sudah membaca artikel ini. Tulislah komentarmu di sini. Salamun 'alaikum.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5437968950731964875-4297459696037034970?l=imtaqonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imtaqonline.blogspot.com/feeds/4297459696037034970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5437968950731964875&amp;postID=4297459696037034970&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/4297459696037034970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/4297459696037034970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imtaqonline.blogspot.com/2009/07/stop-dreaming-start-action-dalam.html' title='Stop Dreaming Start Action Dalam Perspektif Al-Qur&apos;an'/><author><name>Ahmad Fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454924091386061255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SSQdoEJ2F7I/AAAAAAAAAAM/RC-M87bQn1w/S220/image002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5437968950731964875.post-9118456593577978250</id><published>2009-07-09T20:25:00.005+07:00</published><updated>2010-01-31T19:06:24.876+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pancasila'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='al-qur&apos;an'/><title type='text'>Pancasila Dalam Perspektif Al-Qur'an</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SlXzBBWo_EI/AAAAAAAAAEU/erZ3oQnKSZ0/s1600-h/AbiMursala2.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356454530695887938" src="http://4.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SlXzBBWo_EI/AAAAAAAAAEU/erZ3oQnKSZ0/s320/AbiMursala2.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 130px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 108px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh:&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Abi Mursalat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak ada satu Weltanschauung dapat menjadi kenyataan - menjadi realiteit - jika tidak dengan perjuangan! Janganlah lupa akan syarat untuk menyelenggarakannya, ialah perjuangan, perjuangan dan sekali lagi perjuangan! Marilah kita sama-sama berjuang. Marilah kita sama-sama bangga menjadi orang Indonesia !" (Ir. Sukarno)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah menjelaskan konsepnya tentang Pancasila di hadapan sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, Bung Karno mengungkapkan hal yang menarik mengenai latar belakangnya sebagai seorang Islam. "Saya seorang Islam, saya demokrat karena saya orang Islam. Saya menghendaki mufakat, maka saya minta supaya tiap-tiap kepala negara pun dipilih. Tidakkah agama Islam menyatakan, bahwa kepala-kepala negara, baik para khalifah maupun amirul mu'minin harus dipilih oleh rakyat ?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertanyaannya, benarkah butir-butir mutiara Pancasila itu ada di dalam Al-Qur'an ? Marilah kita kaji satu per satu. Tapi hanya kami sebut beberapa ayat saja sebagai referensi, supaya tidak berlarut-larut. Dan kami sampaikan dalam bentuk terjemahnya, supaya lebih mudah dimengerti. Namun apabila anda ingin study yang lebih mendalam, bisa merujuknya ke kitab Al-Qur'an. Mungkin di lain waktu kita bisa diskusikan lebih jauh lagi sampai tuntas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Ketuhanan Tuhan Yang Maha Esa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perintah untuk mengakui dan menyembah kepada Tuhan Yang Maha Esa, antara lain terdapat pada Surat 112 (Al-Ikhlas) dan Surat 2 (Al Baqarah).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.&lt;/span&gt;" (QS 112:1)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.&lt;/span&gt;" (QS 2:163)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa, Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.&lt;/span&gt;" (QS 2:21-22)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Kemanusiaan yang adil dan beradab&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tentang kemanusiaan dapat dilihat pada beberapa ayat, antara lain Surat 2 (Al Baqarah), 31 (Luqman), dan 49 (Al Hujuraat)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jangahlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai penghalang untuk berbuat kebajikan, bertakwa dan mengadakan ishlah di antara manusia. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS 2:224)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.&lt;/span&gt;" (QS 31:18)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat." (QS 49:10)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.&lt;/span&gt;" (QS 49:13)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Persatuan Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kewajiban rakyat terhadap bangsa dan negara, antara lain dijelaskan dalam Surat 4 (An Nisaa') dan 3 (Ali 'Imran).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya&lt;/span&gt;." (QS 4:59)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.&lt;/span&gt;" (QS 3:200)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adakalanya untuk mempertahankan tegaknya persatuan dan kesatuan negara, kita dituntut untuk berjuang, baik dengan harta maupun jiwa. Hal itu ditegaskan dalam Surat 5 (Al-Maa'idah) dan 9 (At-Taubah).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.&lt;/span&gt;" (QS 5:35)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.&lt;/span&gt;" (QS 9:111)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah dalam permusyawaratan / perwakilan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengenai pokok-pokok demokrasi dijelaskan dalam beberapa ayat, antara lain pada Surat 3 (Ali 'Imron), 27 (An-Naml), dan 42 (Asy-Syuura).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.&lt;/span&gt;" (QS 3:159)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Berkata dia (Balqis): "Hai para pembesar berilah aku pertimbangan dalam urusanku (ini) aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kamu berada dalam majelis(ku).&lt;/span&gt;" (QS 27:32)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.&lt;/span&gt;" (QS 42:38)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbuat adil diperintahkan Allah Swt dalam beberapa ayat, antara lain Surat 4 (An Nisaa'), 5 (Al- Maa'idah), 16 (An Nahl).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.&lt;/span&gt;" (QS 4:135)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.&lt;/span&gt;" (QS 4:58)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.&lt;/span&gt;" (QS 5:8)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.&lt;/span&gt;" (QS 16:90)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, (yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan.&lt;/span&gt;" (QS 4:36-37)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Butir-butir Pancasila yang bernilai luhur ternyata ada rujukannya di dalam Al-Qur'an. Ini merupakan salah satu alasan, mengapa para alim ulama di Indonesia mengakui Pancasila sebagai landasan ditegakkanya negara Indonesia. Bahkan kemudian NU dan Muhammadiyah, sebagai organisasi agama terbesar, memasukkan Pancasila dalam Anggaran Dasar organisasinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang menjadi tugas kita adalah bagaimana supaya Pancasila itu betul-betul menjadi nyata dalam kehidupan berbangsa, bernegara maupun dalam&lt;a href="http://afahost.co.cc/"&gt; kehidupan&lt;/a&gt; kita sehari-hari. Bukan hanya sebagai jimat ideologi saja, yang diletakkan di lemari kaca, indah dipandang, tapi tidak diamalkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soal bagaimana kita harus merealisasikan Pancasila, Bung Karno berkata: "Tidak ada satu Weltanschauung dapat menjadi kenyataan - menjadi realiteit - jika tidak dengan perjuangan! Janganlah lupa akan syarat untuk menyelenggarakannya, ialah perjuangan, perjuangan dan sekali lagi perjuangan! Marilah kita sama-sama berjuang. &lt;a href="http://muso9.com/"&gt;Marilah kita sama-sama bangga menjadi orang Indonesia&lt;/a&gt; !"&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih sudah membaca artikel ini. Tulislah komentarmu di sini. Salamun 'alaikum.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5437968950731964875-9118456593577978250?l=imtaqonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imtaqonline.blogspot.com/feeds/9118456593577978250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5437968950731964875&amp;postID=9118456593577978250&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/9118456593577978250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/9118456593577978250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imtaqonline.blogspot.com/2009/07/pancasila-dalam-perspektif-al-quran.html' title='Pancasila Dalam Perspektif Al-Qur&apos;an'/><author><name>Ahmad Fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454924091386061255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SSQdoEJ2F7I/AAAAAAAAAAM/RC-M87bQn1w/S220/image002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SlXzBBWo_EI/AAAAAAAAAEU/erZ3oQnKSZ0/s72-c/AbiMursala2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5437968950731964875.post-3699493132777938851</id><published>2009-03-27T00:13:00.005+07:00</published><updated>2010-01-31T19:09:51.758+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dien'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taqwa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='al-islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berjuang'/><title type='text'>Berjuang Menegakkan Dien Al-Islam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/Scu56Z6e_-I/AAAAAAAAAD8/QhV65x2OjQE/s1600-h/AbiMursala2.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317548198080741346" src="http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/Scu56Z6e_-I/AAAAAAAAAD8/QhV65x2OjQE/s320/AbiMursala2.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 130px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 108px;" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Abi Mursalat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS 5:35). "Sesungguhnya orang-orang mukmin, hanyalah  yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu, dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar." (QS 49:15)&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jihad (berjuang) merupakan ujian bagi orang-orang mukmin. Bahwa manusia itu dijadikan Allah bukan untuk bersenang-senang, tetapi untuk berusaha dan berjihad di jalan Allah sampai akhir hayatnya. Dalam usaha dan berjuang di jalan Allah, manusia biasa mendapat halangan dan rintangan. Hanya orang-orang mukminlah yang sanggup mengatasinya, hingga mereka mendapat kemenangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam." (QS 29:6) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jihad itu adalah berjuang menegakkan kalimah Allah. Islam adalah agama kedamaian, dan perang bukanlah internalisasi dari sikap Islam yang sebenarnya. Namun perang itu haruslah untuk membela keyakinan dan mentaati perintah Allah. Jadi jihad adalah alat yang bisa menghantarkan pada tujuan ibadah, yaitu kebebasan berakidah dan kebebasan diri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jihad dalam bidang lain, seperti memberantas kemiskinan, memajukan pendidikan dan menegakkan keadilan, merupakan bentuk aksi dari jihad.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya ..." (QS 22:78)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berjuang dapat berarti : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Berperang untuk menegakkan Islam serta melindungi orang-orang Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Memerangi hawa nafsu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Mendermakan harta benda untuk kebaikan Islam dan umat Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Memberantas yang batil dan menegakkan yang hak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu,  dan  belum  nyata  orang-orang yang sabar." (QS 3:142)&lt;/span&gt; Pengertian menafkahkan harta di jalan Allah, meliputi belanja untuk kepentingan jihad, membangun sarana pendidikan, rumah sakit, usaha penelitian ilmiah, menyantuni anak yatim, fakir miskin, dan perbuatan baik lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik." (2:195) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Harta yang dibelanjakan di jalan Allah akan mendapat ganjaran berlipat ganda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS 2: 261)&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"(Berinfaqlah)  kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui." (QS 2:273)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun derma itu harus diikhlaskan, tidak boleh lagi diungkit-ungkit atau dipamerkan. Tidak perlu disedihkan, karena Allah akan membalasnya.&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;"Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya, dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (QS 2:262)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keutamaan Berjuang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat, berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan, maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar." (QS 4:74)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah." (QS 4:76)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya)." (QS 4:84)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dan sungguh kalau kamu gugur di jalan Allah atau meninggal, tentulah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) dari harta rampasan yang mereka kumpulkan." (QS 3:157)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kode Etik Perjuangan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Berdasarkan Al-Qur'an&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak me nyukai." (QS 9:33). "Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al-Qur’an dengan jihad yang besar." (QS 25:52).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Dengan hati yang ikhlas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui." (QS 9:41).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Bersama orang beriman&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 2:118).&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS 9:71)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Manajemen yang baik&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh." (QS 61:4).&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama!" (QS 4:71)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Sabar dan tawakkal&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu, dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu), dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung." (QS 3:200)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Teliti dan hati-hati&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan "salam" kepadamu: "Kamu bukan seorang mukmin" (lalu kamu membunuhnya), dengan mak sud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS 4:94).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang harus dijauhi sebagai orang kepercayaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Orang Yahudi yang musyrik&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Orang munafik&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Orang kafir&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Orang dengki (iri hati)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu, (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya." (QS 3:118)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata: "Kami beriman", dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): "Matilah kamu karena kemarahanmu itu." Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati. (QS 3:119). &lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi Jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan. (QS 3:120)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;a href="http://muso9.com/"&gt;Salamun 'alaikum&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih sudah membaca artikel ini. Tulislah komentarmu di sini. Salamun 'alaikum.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5437968950731964875-3699493132777938851?l=imtaqonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imtaqonline.blogspot.com/feeds/3699493132777938851/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5437968950731964875&amp;postID=3699493132777938851&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/3699493132777938851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/3699493132777938851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imtaqonline.blogspot.com/2009/03/berjuang-menegakkan-dien-al-islam.html' title='Berjuang Menegakkan Dien Al-Islam'/><author><name>Ahmad Fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454924091386061255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SSQdoEJ2F7I/AAAAAAAAAAM/RC-M87bQn1w/S220/image002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/Scu56Z6e_-I/AAAAAAAAAD8/QhV65x2OjQE/s72-c/AbiMursala2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5437968950731964875.post-7579741261061300034</id><published>2009-02-11T18:57:00.006+07:00</published><updated>2010-01-31T19:11:57.544+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makhluq Allah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kholifah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manusia pertama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='al-qur&apos;an'/><title type='text'>Adam Sebagai Kholifah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SZK-_lS_efI/AAAAAAAAAC4/wZUI1U3t8vA/s1600-h/rahmanu.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301509710921300466" src="http://2.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SZK-_lS_efI/AAAAAAAAAC4/wZUI1U3t8vA/s320/rahmanu.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 84px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 75px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Oleh : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Abi Rahmanu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah (QS 2:29), yang artinya: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikanNya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Hal itu merupakan suatu kehendak, ketetapan dan keputusan Allah untuk menunjuk manusia sebagai khalifah di bumi ini yang memang telah disediakan untuk manusia. Dan Allah memberi kesempatan bagi manusia untuk mengolah bumi ini yang merupakan asset Allah, yang gemah ripah loh jinawi. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sesuai dengan firman Allah QS Al-Baqarah (QS 2:22), yang artinya: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;"Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rizki untukmu. Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tentunya menjadi khalifah di bumi ini haruslah bisa mengolah baik itu alam, manusia dan system yang di dalamnya meliputi ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan bagi masyarakatnya, menuju negeri yang baik, dan Allah Maha Pengampun. (QS 34:15).&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kisah Nabi Adam&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi cerita klasik yang bersumber dari katanya ..., alkisah ..., atau dikisahkan ..., bahkan diriwayatkan ..., yang terpatri dalam qolbu kita, bahwa Adam AS adalah manusia pertama. Dan kemudian Allah menciptakan Hawa sebagai manusia kedua yang berwujud perempuan untuk menemani Adam di surga, yang tempatnya di atas langit. Keduanya hidup dengan penuh kenikmatan di surga itu. Tapi karena melanggar larangan Allah, dengan nekat keduanya memakan buah kuldi, karena bujukan dan rayuan setan. Maka mereka diturunkan dari surga yang berada di langit, menuju ke bumi yang ada di bawah langit.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Adam dan Hawa diturunkan ke bumi, seluruh keadaan bumi masih dihuni tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang, sehingga Adam dan Hawa merupakan makhluk Allah yang bernama manusia di bumi pada waktu itu. Dari tumbuh-tumbuhan itulah mereka membuat busana untuk menutupi auratnya, dan dari binatang-binatang itu juga keduanya memakannya untuk hidup. Kemudian di akhir kisah, Adam dan Hawa mempunyai anak, turun temurun sampai sekarang menjadi berkembang, dan telah memenuhi bumi ini.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah Adam Manusia Pertama Di Bumi ?&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Perlu dipahami, bahwa cerita tentang Adam AS dalam Al-Qur'an mengandung makna amsal (perumpamaan) dan muhkamat (sesungguhnya), seperti telah difirmankan Allah dalam QS Ali Imran (QS 3:7):&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;"Dialah yang menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah pokok-pokok isi Al Qur'an, dan yang lainnya (ayat-ayat) mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah, untuk mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmu nya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” Dan tidak dapat mengambil pelajaran (dari padanya), melainkan orang-orang yang berakal."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sebagai orang yang beriman tentunya kita berfikir dengan meng gunakan akal kita, bahwa cerita /  kisah tentang Adam AS di atas atau cerita apapun yang ada di bumi, bahkan cerita langitpun haruslah didasarkan pada firman Allah yang benwujud Al Qur'an (Allah sebagai Dzat) sebagai pedoman, pelajaran dan petunjuk bagi manusia yang bertakwa.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;"(Al-Qur'an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa dalam mencari kebenaran yang haq."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;(QS Ali Imran / 3:138)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;(QS Yusuf / 12:111)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jelas sekali bahwa semua cerita para nabi/rasul, bahkan sebelum Adam telah diceritakan oleh Allah dalam Al Qur'an, seperti halnya cerita Adam AS yang diamsalkan. (&lt;a href="http://muso9.com/"&gt;bersambung&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih sudah membaca artikel ini. Tulislah komentarmu di sini. Salamun 'alaikum.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5437968950731964875-7579741261061300034?l=imtaqonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imtaqonline.blogspot.com/feeds/7579741261061300034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5437968950731964875&amp;postID=7579741261061300034&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/7579741261061300034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/7579741261061300034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imtaqonline.blogspot.com/2009/02/adam-sebagai-kholifah.html' title='Adam Sebagai Kholifah'/><author><name>Ahmad Fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454924091386061255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SSQdoEJ2F7I/AAAAAAAAAAM/RC-M87bQn1w/S220/image002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SZK-_lS_efI/AAAAAAAAAC4/wZUI1U3t8vA/s72-c/rahmanu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5437968950731964875.post-7196320889747911835</id><published>2009-01-31T21:48:00.005+07:00</published><updated>2010-01-31T19:18:56.622+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dien'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kepemimpinan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muhammad'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ruh perjuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='al-islam'/><title type='text'>Memahami Dien Al-Islam dalam Kehidupan yang Haq (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SYRoLxt0a8I/AAAAAAAAACw/VBGdJQ5YKlw/s1600-h/AbiMursala2.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297473613227912130" src="http://2.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SYRoLxt0a8I/AAAAAAAAACw/VBGdJQ5YKlw/s320/AbiMursala2.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 130px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 108px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ruh Perjuangan Umat Islam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh : &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Abi Mursalat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS 2:218). "Dan sungguh kalau kamu gugur di jalan Allah atau meninggal, tentulah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) dari harta rampasan yang mereka kumpulkan." (QS 3:157)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada dasarnya, manusia adalah makhluk yang diciptakan Allah paling sempurna. Hal itu dijelaskan dan surat Al Mu'minunn (QS 23:12-16), yang artinya:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari suatu sari pati tanah (berasal) dari tanah.” (12).&lt;br /&gt;"Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim)." (13).&lt;br /&gt;"Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik." (14). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati." (15). "Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat." (16)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan menyandang sebagai makhluk sempurna dari makhluk lainnya, maka kesempurnaan itu hanya bisa dilaksanakan manakala umat manusia terorganisir dalam suatu jama’ah, yang memiliki satu struktur kepemimpinan. Tersusun rapi, bagaikan satu bangunan yang kuat dan kokoh. Diberi nikmat kepercayaan oleh Allah untuk memimpin umat dengan gelar "Ulil Amri" atau kekuasaan Allah diamanahkan kepadanya dari pihak lain adalah Ru’yah. Yaitu misal umat yang diri’ayah oleh Ulil Amri sebagai Kholiq Allah untuk melaksanakan tugas-tugas dari Allah atau Rububiyah Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jiwa yang demikian inilah yang bisa menggerakkan kebangkitan umat Islam di bawah bimbingan dan pimpinan Muhammad Rosulullah Saw 14 abad silam. Hanya dalam waktu 23 tahun, Muhammad Saw di bawah komando Robnya Allah Swt, mampu menjadikan pengikutnya para penghuni padang pasir Arab, menjadi satu kekuasaan yang diperhitungkan dunia internasional. Itu bukanlah suatu keajaiban irrasional, bukan pula suatu mukjizat. Setiap bangsa dalam segala zaman dapat dilakukan, selama yang dijadikan Ruh perjuangan adalah Al-Qur'an.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika isme Allah sudah menjadi ismenya manusia, faham Allah sudah menjadi faham manusia, wahyu Allah sudah menjadi akhlaq manusia, Ruh Allah sudah menjadi nilai perjuangan manusia, Ridla Allah sudah menjadi Ridla manusia, dan Allah sudah menjadi Illah manusia, maka tak ada kekuasaan yang mampu mengalahkan umat Islam, karena merupakan zohir dari kekuasaan Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tatkala Rasulullah Saw menggebrak imperium Romawi hanya dengan kekuatan 3.000 pasukan di lembah Mu'tah, ditunjuklah 3 orang panglima perang atau jendral. Panglima perang yang pertama adalah Zaid bin Haritsah, anak angkat kesayangan yang menyertai beliau sejak fase Makkiyah awal. Jika Zaid gugur, maka Ja'far bin Abi Thollib diplanning sebagai penggantinya. Dan bila Ja'far tewas, Abdulloh bin Rowahah sebagai panglima perang. Dan jika Abdulloh tewas pula, hendaknya para mu'min bermusyawaroh untuk memilih penggantinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selesai pemberian tugas komando itu, ada seorang Yahudi yang bernama Nukman mendengar berita ini. Ia mendatangi ketiga panglima tersebut dan memprovokasi ketiganya. "Bila percaya bahwa Muhammad itu Nabi, berarti apa yang dikatakannya itu adalah Nubuwah (pasti terjadi), berarti ketiganya akan tewas," kata Nukman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendengar waswisu Yahudi itu, bagaimana reaksi ketiganya?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ternyata mereka tidaklah merasa takut, bahkan kian bersemangat saja. Dasarnya, mereka merasa bangga mendapat amanah dari Rosululloh Saw.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengapa perang Mu'tah sengaja diungkapkan dalam memahami Dien Al-Islam ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan mengapa pula dijadikan dalam sistem kehidupan yang Haq ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal itu sangat penting untuk direnungkan, yakni kita umat Islam, dan para mu'min khususnya. Bahwasanya menyebarnya Islam ke seluruh dunia termasuk Indonesia, berkaitan dengan program Muhammad Rasullullah Saw.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keberadaan Islam di Indonesia ini bukanlah pekerjaan sambilan dari para saudagar (pedagang) dari Gujarat. Namun merupakan misi Jihad dari umat Islam dunia. Merupakan komunitas internasional yang bebas dari kotak-kotak ideologi nasionalisme.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah (berjuang) terhadap mereka dengan Al-Qur'an, dengan jihad yang besar."&lt;/span&gt; QS (25:52)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kekuasaan yang ditegakkan umat Islam ialah kekuasan Allah. Semua itu terjadi bukan kemauan Muhammad Rasullullah Saw secara pribadi, atau kemauan umat islam, muslim atau mu'min. Menurut aqidah, Islam hanyalah sebagai sarana (alat) hamba Allah. Secara essensial, gerakan Islam ke seluruh pusat-pusat kekuasaan non Islam di seluruh dunia, adalah dalam rangka Allah menyempurnakan Nur-Nya, guna merubah kondisi gelap yang menutupi peradaban umat manusia menjadi terang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Misi risalah itu bagaikan matahari yang menerangi dunia."&lt;/span&gt; (QS 9:33).  Dialah yang telah mengutus RosulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Qur'an) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang musyrik tidak menyukainya.      &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(&lt;a href="http://muso9.com/"&gt;Bersambung&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih sudah membaca artikel ini. Tulislah komentarmu di sini. Salamun 'alaikum.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5437968950731964875-7196320889747911835?l=imtaqonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imtaqonline.blogspot.com/feeds/7196320889747911835/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5437968950731964875&amp;postID=7196320889747911835&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/7196320889747911835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/7196320889747911835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imtaqonline.blogspot.com/2009/01/memahami-dien-al-islam-dalam-kehidupan.html' title='Memahami Dien Al-Islam dalam Kehidupan yang Haq (2)'/><author><name>Ahmad Fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454924091386061255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SSQdoEJ2F7I/AAAAAAAAAAM/RC-M87bQn1w/S220/image002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SYRoLxt0a8I/AAAAAAAAACw/VBGdJQ5YKlw/s72-c/AbiMursala2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5437968950731964875.post-7957347650229304918</id><published>2009-01-21T22:00:00.004+07:00</published><updated>2010-01-31T19:23:52.678+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='israel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manusia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='shaleh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Isa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='al-qur&apos;an'/><title type='text'>Kajian Surat Al-Jin (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SXc7UZ2TduI/AAAAAAAAACc/aUrPvf2Eu5U/s1600-h/AbiMursalat.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293765108719384290" src="http://2.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SXc7UZ2TduI/AAAAAAAAACc/aUrPvf2Eu5U/s320/AbiMursalat.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 100px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 88px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;Apakah Sebenarnya Jin itu ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Oleh : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Abi Mursalat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka." (QS 15:39-40)&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemah Surat Al Jin (QS 72 : 7-17)&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;7. Dan sesungguhnya mereka (jin) menyangka, sebagaimana persangkaan kamu (orang-orang kafir Mekah), bahwa Allah sekali-kali tidak akan membangkitkan seorang (rasul) pun.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;8. Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;9. Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu, untuk mendengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang, barang siapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu), tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;10. Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui (dengan adanya penjagaan itu), apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi, ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;11. Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh, dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;12. Dan sesungguhnya kami mengetahui, bahwa kami sekali-ka!i tidak akan dapat melepaskan diri (dari kekuasaan) Allah di muka bumii, dan sekali-kali tidak (pula) dapat melepaskan diri (dari pada) Nya dengan lari.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;13. Dan sesungguhnya kami tatkala mendengar petunjuk (Al-Qur’an), kami beriman kepadanya. Barang siapa beriman kepada Tuhannya, maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak (takut pula) akan penambahan dosa dari kesalahan.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;14. Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang taat, dan (ada pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barang siapa yang ta’at, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;15. Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api neraka jahannam.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;16. Dan bahwasanya, jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yanq banyak).&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;17. Untuk Kami beri cobaan kepada mereka padanya. Dan barang siaoa yang berpaling dari peringatan Tuhannya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang amat berat&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Manusia Sebagai Kholifah&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam Surat Al-Hijr (QS: 28-33) ditegaskan: "Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yanq diberi bentuk." (QS 15:28). "Maka apa bila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud." (QS 15:29). "Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama.” (QS 15:30). "Kecuali iblis. Ia enggan ikut bersama-sama (malaikat) yang bersujud itu." (QS 15:31).&lt;br /&gt;"Allah berfirman: "Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang bersujud itu?" (QS 15:32).&lt;br /&gt;"Berkata iblis: "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk." (QS 15:33)&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Perlu diingat kembali, bahwa kisah itu bukannya tentang penciptaan Adam, tetapi pengangkatan Adam menjadi pemimpin (kholifah) kaumnya, yang diungkap dalam istilah. Hal itu terdapat dalam (QS 2:31), yang artinya:&lt;br /&gt;"Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat, lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu,  jika  kamu memang orang-orang yang benar !"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Peristiwa itu juga merupakan proses pengajaran ilmu Allah. Ilmu Allah yang bernilai wahyu itu disebut juga Ruh Allah yang ditiupkan ke dalam qolbu Adam. Dengan wahyu atau ruh itu, Adam menjadi lebih paham kepada Allah, dibandingkan dengan para pemimpin bangsanya untuk menjadi pemimpin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Allah tidak memilih pemimpin-pemimpin yang ada, tetapi Dia memilihnya dari manusia golongan bawah atau umat biasa. Karena pemimpin itu merasa lebih tahu tentang wahyu, mereka meragukan kepemimpinan Adam, sehingga tidak bersedia tunduk di bawah pimpinan Adam yang telah diangkat sebagai Nabi dan Rosul itu. Pembangkangan para malaikat untuk taat kepada kholifah Adam hanya karena kibrun (rasa sombong), mereka merasa dirinya lebih mulia (api) dari Adam yang berasal dari rakyat biasa (tanah). &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangkangan Bani Israil&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Disebut dalam (QS 2:246-247): "Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil sesudah Nabi Musa, yaitu ketika mereka berkata kepada seorang Nabi mereka: "Angkatlah untuk kami seorang raja, supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah." Nabi mereka menjawab: "Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang." Mereka menjawab: "Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sesungguhnya kami telah diusir dari kampung halaman kami, dan dari anak-anak kami ?” Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, mereka pun berpaling, kecuali beberapa orang saja di antana mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zalim." (QS 2:246)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu." Mereka menjawab: "Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan dari padanya, sedang dia pun tidak diberi kekayaan yanga banyak." (Nabi mereka) berkata: "Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi rajamu, dan menganugerahinya ilmu yang luas, dan tubuh yang perkasa." Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya, lagi Maha Mengetahui." (QS 2:247).&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pemahaman istilah jin dalam dimensi yang demikian, maka makna surat jin adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;1. Bahwa Nabi diberitahukan oleh Allah tentang adanya segolongan manusia jin untuk mendengarkan dakwah Nabi, dan mereka merasa takjub (kagum) terhadap isi dari ayat-ayat yang didengarkan.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;2. Para manusia jin itu mengagumi Al-Qur’an, karena isinya mengajak manusia kepada Dien Tauhid (agama satu, yaitu Islam); pandangan dan system hidup yang universal, di mana manusia tidak menjadikan makhluk apapun sebagai syariat atau an da’ad (ketetapan), ataupun tandingan terhadap Allah.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;3. Bahwasanya Allah yang menjadi Rob mereka, adalah Yang Maha Tinggi, Mulia dan Maha Besar. Raja alam semesta yang dalam melaksanakan kekuasaanNya tidak pernah membutuhkan bantuan apa atau siapapun, dan tidak juga menjadikan manusia menjadi anak-anaknya.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;4. Suatu pernyataan, bahwa Allah dalam melaksanakan kekuasaanNya pada alam semesta ini, dan menurut manusia memiliki pembantu-pembantu, atau mengangkat anak, adalah suatu pernyataan orang-orang yang paling bodoh, atau primitif.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;5. Manusia jin tersebut mengira, bahwasanya orang-orang yang cerdas dan manusia tidak akan sampai membuat dogma (aturan tersendiri), Tuhan tidak mempunyai putra yang seperti itu, dan Tuhan tidak pernah mengatakan mempunyai anak. Contoh: anak Allah yang diada-adakan oleh kaum Yahudi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;6. Bahwasanya ada beberapa pemimpin dari manusia yang meminta perlindungan dari manusia jin, sehingga jin-jin tersebut menambah jahat perbuatan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;7. Banyak di antara jin-jin yang menyangka seperti persangkaan (orang Mekkah), bahwa Allah sekali-kali tidak membangkitkan lagi seorang Rosul.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;8. Dan para jin itu telah mencoba mengetahui rahasia langit, tetapi mereka mendapatkan langit itu penuh penjaga yang kuat dan panah api.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;9. Padahal dulu para jin itu bisa menduduki tempat-tempat di langit itu untuk mendengar berita-berita. Tetapi sekarang barang siapa yang mencari berita, tentu akan menjumpai panah api yang mengejar.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;10. Sungguh para jin itu tidak mengetahui maksud dari penjagaan itu, apakah Rob mereka akan menghukum umat manusia di bumi, atau menghendaki kebaikan.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jin Yang Sholeh&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya di antara bangsa jin itu ada orang-orang yang sholeh, dan ada pula yang tidak demikian. Mereka adalah kaum yang memiliki jalan yang berbeda-beda.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dari uraian Al-Qur’an tersebut seharusnya orang sadar, bahwa golongan jin yang dimaksud adalah orang-orang Nasrani yang sholeh, yang berasal dari utara Arab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dimaksud dalam (QS 5:83):&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata, disebabkan kebenaran (Al-Qur'an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri), seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman. Maka catatlah kami bersama-sama orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al-Qur'an dan kenabian Muhammad saw)."&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Pada sebagian ahlul kitab Nasrani masih banyak yang konsis (teguh) pada ajaran Isa Ibnu Mariyam. Mereka tidak mengatakan: "Isa itu anak Allah yang mati di tiang salib." (QS 4:157) "dan karena ucapan mereka : "Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Mariyam Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak (pula) yakin, bahwa yang mereka bunuh adalah Isa."&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Para Robbani atau Robbaniyah ini biasanya tidak mudah dijumpai orang, dan mereka selalu berbicara dalam bahasa romuza (isyarat) di antara mereka, karena tentara romawi selalu mencari murid-murid Nabi Isa yang masih konsis ini. Karena kecerdasan dan keperwiraan mereka, mereka hidup tak seperti kebanyakan orang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Sifat-sifat inilah yang menyebabkan mereka disebut  Al-Qur’an dengan manusia jin yang cerdas dan tersembunyi.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dimaksud adanya pemimpin, (manusia berlindung dengan pemimpin dari jenis jin), adalah menjadikan ahlul kitab atau manusia jenis itu sebagai aulia, sebagai pemimpin. Akibatnya manusia akan bertambah jahat karenanya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(&lt;a href="http://muso9.com/"&gt;bersambung&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih sudah membaca artikel ini. Tulislah komentarmu di sini. Salamun 'alaikum.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5437968950731964875-7957347650229304918?l=imtaqonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imtaqonline.blogspot.com/feeds/7957347650229304918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5437968950731964875&amp;postID=7957347650229304918&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/7957347650229304918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/7957347650229304918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imtaqonline.blogspot.com/2009/01/kajian-surat-al-jin-2.html' title='Kajian Surat Al-Jin (2)'/><author><name>Ahmad Fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454924091386061255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SSQdoEJ2F7I/AAAAAAAAAAM/RC-M87bQn1w/S220/image002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SXc7UZ2TduI/AAAAAAAAACc/aUrPvf2Eu5U/s72-c/AbiMursalat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5437968950731964875.post-634900664669466772</id><published>2009-01-13T18:52:00.005+07:00</published><updated>2010-01-31T19:33:27.420+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tausiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perintah Allah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejahtera'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='silaturohim'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='salam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hamba Allah'/><title type='text'>Salam Penghormatan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SWyBltTFyoI/AAAAAAAAACU/KX39Q0ImHCQ/s1600-h/AbiMursala2.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290746147068299906" src="http://2.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SWyBltTFyoI/AAAAAAAAACU/KX39Q0ImHCQ/s320/AbiMursala2.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 130px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 108px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Oleh : Abi Mursalat&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salamun 'alaikum (salam sejahtera) bagi seluruh alam ...&lt;br /&gt;Inilah yang patut disuri tauladani bagi orang-orang yang beriman apabila bertemu kepada hamba-hamba Allah. Ini merupakan suatu ketetapan Allah untuk silaturrohim, yang harus dipelihara sesama manusia, sehingga bisa melaksanakan apa yang diperintahkan dan menjauhi larangan-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pada dasarnya manusia adalah makhluk yang dimuliakan oleh Allah, dan dilebihkan dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk lain yang telah diciptakan-Nya. QS Al-Israa’ (17:70): "Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik, dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan yang telah Kami ciptakan.”  &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu Allah memberikan Al-Kitab, Al-Hikmah, As-Sunnah. QS Al-Jumu’ah (62:2): ”Dia-lah yang mengutus kapada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah (As-Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata." &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sebagai penerangan bagi seluruh manusia, dan pedoman serta petunjuk, pelajaran bagi orang-orang yang beriman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;QS Al-Imran (3:138):  "Al-Qur'an ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertaqwa."&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Wujud sebagai penerangan, pedoman, petunjuk dan pelajaran, terbukti Allah berfirman dalam QS Yunus (10:10): "Doa mereka di dalamnya ialah "Suhhanakallahuma", dan salam penghormatan mereka ialah "Salam", dan do'a penutup mereka ialah "Alhamdulillahi Rabbil 'alamin".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Memperhatikan firman Allah (QS 10:10) di atas jelas sekali bahwa Do'a, Salam dan Penutup harus disosialisasikan dalam kelangsungan hidup sehari-hari. Maksudnya, bahwa Do'a yang mengandung arti puja-puji mereka hanyalah kepada "Allah yang Maha suci Engkau, wahai Tuhan kami," dalam wujud "Subhanakallahuma". Sedangkan Salam berwujud "Salamun 'alaikum" yang berarti "Salam Penghormatan", yang mengandung pengertian salam dan sejahtera dari segala bencana. Kemudian tentang Doa penutup, mengandung arti "segala pujian adalah milik Allah", yang terangkum dalam kalimat "Alhamdulillahi Rabbil ’alamin", yang berarti "Segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Menetapkan hukum itu hanya hak Allah. Lihat di QS An'am (6:57): "... Menetapkan (hukum itu) hanyalah hak Allah. Dia menerangkan kebenaran dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik."&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Dan marilah melihat firman Allah dalam QS Al-An'am (6:54): "Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat kami itu datang kepadamu, maka katakanlah: "Salamun 'alaikum". &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Begitu indah dan jelasnya, bah wa salam diperuntukkan kepada orang-orang yang beriman apabila berjumpa, dengan mengucapkan "salam penghormatan", yaitu "Salamun 'alaikum" (= salam sejahtera). Salam itu mempunyai sebuah arti yang sangat dahsyat bagi orang-orang yang beriman. Tentu menjadi pedoman yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Karena salam tersebut sudah menjadi ketetapan dari Allah, supaya kita memahaminya.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Jadi kata salam: "Salamun 'alai kum" yang merupakan dasar hukum bagi orang yang beriman kepada ayat-ayat Allah, apabila datang atau ketemu dengan mengucapkan salam penghormatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kemudian bagaimana jawaban terhadap salam penghormatan, "Salamun 'alaikum” itu ? &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Allah berfirman dalam QS An Nisa' (4:86) :&lt;br /&gt;"Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu."&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Berarti dari firman Allah di atas jelas sekali, bahwa apabila hamba-hamba Allah yang beriman kepada ayat-ayat Allah bertemu, saling sapa mengucapkan salam penghormatan, yaitu "Salamun 'alaikum" dan dijawab pula dengan salam penghormatan: "Salamun ‘alaikum".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Adapun jawaban salam penghormatan yang lebih baik, Allah telah berfirman dalam QS Ar-Ra’ad (13).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;QS (13:19): "Maka adakah orang yang mengetahui, bahwa apa yang diturunkan Tuhan kepadamu adalah kebenaran, sama dengan orang yang buta ? Hanya orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran."&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;QS (13:20): "(yaitu) orang yang memenuhi janji Allah, dan tidak melanggar perjanjian." &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;QS (13:21): "dan orang-orang yang menghubungkan apa yang diperintahkan Allah, agar dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhan-nya dan takut kepada hisab yang buruk."&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;QS (13:22): "Dan orang yang sabar karena mengharap keridhaan Tuhan-nya, melaksanakan shalat, dan menginfakkan (menyedekahkan/zakat) sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, baik secara tersembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan, orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik)." &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;QS (13:23): "(yaitu) surga Ad’n, mereka masuk ke dalamnya bersama orang yang saleh dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya dan anak cucunya. Sedang para malaikat masuk ke tempat mereka dari semua pintu."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;QS (13:24): "Sambil mengucapkan "Salamun ‘alaikum bima shabartum" (keselamatan atasmu berkat kesabaranmu), maka alangkah ba iknya tempat kesudahan itu."&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Itulah ketetapan Allah tentang salam penghormatan, yaitu "Salamun 'alaikum" dan salam penghormatan yang lebih baik, "Salamun 'alaikum bima shabartum".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sedangkan dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar ucapan salam yang  tidak sesuai dengan ketetapan  Allah, maka Allah berfirman dalam QS Al-Mujaadilah (58:8):&lt;br /&gt;"Dan apabila mereka datang kepadamu, mereka mengucapkan Salam kepadamu dengan memberi salam yang bukan sebagai yang ditentukan Allah untukmu. Dan mereka mengatakan pada diri mereka sendiri : "Mengapa Allah tiada menyiksa kita disebabkan apa yang kita katakan itu ?" Cukuplah bagi mereka neraka jahanam yang akan mereka masuki. Dan neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ini membuktikan dengan sangat jelas, bahwasanya &lt;a href="http://muso9.com/"&gt;salam &lt;/a&gt;penghormatan yang diucapkan sebagai salam di luar ketentuan / ketetapan Allah adalah neraka.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Allah berfirman dalam QS Shad (38:59):&lt;br /&gt;"(Dikatakan kepada mereka): "Ini rombongan besar (pengikut-pengikutmu) yang masuk berdesak-desakan bersama kamu (ke neraka)." Tidak ada ucapan selamat datang bagi mereka, karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka (kata pemimpin-pemimpin mereka)."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dilihat dari dimensi Furqon  (pembeda) antara yang &lt;a href="http://afahost.co.cc/"&gt;hak dan batil&lt;/a&gt; mengenai salam penghormatan, ternyata ada pembatas-pembatasnya sesuai dengan firman Allah dalam QS  Al-A'Raaf (7:46):&lt;br /&gt;"Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas, dan di atas A'raaf itu ada orang-orang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga "Salamun 'alaikum". Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya)."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih sudah membaca artikel ini. Tulislah komentarmu di sini. Salamun 'alaikum.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5437968950731964875-634900664669466772?l=imtaqonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imtaqonline.blogspot.com/feeds/634900664669466772/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5437968950731964875&amp;postID=634900664669466772&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/634900664669466772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/634900664669466772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imtaqonline.blogspot.com/2009/01/salam-penghormatan.html' title='Salam Penghormatan'/><author><name>Ahmad Fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454924091386061255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SSQdoEJ2F7I/AAAAAAAAAAM/RC-M87bQn1w/S220/image002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SWyBltTFyoI/AAAAAAAAACU/KX39Q0ImHCQ/s72-c/AbiMursala2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5437968950731964875.post-5481592591690456704</id><published>2008-12-28T19:41:00.002+07:00</published><updated>2010-01-31T19:44:18.870+07:00</updated><title type='text'>Mizaq : Janji dan Ijin Iman</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Benarkah Iman Harus Ijin ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh : Bambang JS&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai orang muslim, kata “Iman” mungkin tidaklah asing di telinga kita. Iman berarti percaya. Dan konteksnya, kita percaya kepada Allah Tuhan kita, Rosul Allah, dan kepada firman Allah, yaitu Al-Qur’an, dalam arti mengaplikasikan isi Al-Qur’an di dalam kehidupan sehari-hari. Iman kepada firman Allah berarti percaya iman kepada Allah. Iman kepada Allah berarti juga iman kepada Rosul Allah, para malaikat, hari qiamat dan takdir Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah sekarang, benarkah kalau kita akan beriman, itu harus minta izin dahulu kepada Allah?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai gambaran jika kita mau memasuki rumah seseorang untuk bertamu, tentu kita harus ketok pintu, untuk minta izin, dan sang tuan rumah mempersilahkan masuk. Dan jika kita akan meminjam sesuatu kepada orang, terlebih dahulu kita harus minta izin pada yang empunya. Gambaran tersebut sudah jelas, bahwa semuanya kita harus meminta izin kepada yang berhak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan sekarang, apakah iman harus izin dahulu kepada Allah, agar Allah mempersilahkan kita untuk beriman dan Allah berkenan?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-Qur’an surat ke 10 (Yunus) ayat 100 (QS 10:100) menjawab: “Dan tidak seorangpun akan beriman, kecuali dengan izin Allah, dan Allah menimpakan azab kepada orang yang tidak mengerti.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam surat tersebut jelas, bahwa tanpa seizin Allah kita tidak bisa beriman begitu saja. Jadi konteksnya, supaya kita beriman kita harus minta izin terlebih dahulu kepada Allah, yang dalam bentuk Mizaq (Janji).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Janji iman atau Mizaq ini juga dilakukan oleh para Rosul terdahulu dan orang-orang sebelum kita. Mizaq sendiri berasal dan kata Mizaqahum yang artinya perjanjian. “Mizaq” Mizaqan Ghalizan artinya perjanjian yang teguh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam surat Al-Ahzab, (QS 33:7) menjelaskan: "Dan (ingatlah) ketika kami mengambil perjanjian dari para Nabi dan dari engkau (sendiri) dan Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, dan kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disini tampak jelas, bahwa sebagai orang Islam yang percaya pada Rosul Allah kita harus meneladani dan konsisten kepada ajaran Rosul kita yang terdahulu, yaitu melakukan Mizaq (Janji Iman) kepada Allah. Hal ini juga dipertegas dalam surat Ali Imran (QS 3:81), yang artinya: "Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil penjanjian dari para nabi, "Mana kala Aku memberikan kitab dan hikmah kepadamu, lalu datang kepada kamu seorang Rosul yang membenarkan apa yang ada pada kamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya, dan menolongnya."Allah benfirman: "Apakah kamu setuju dan menerima perjanjian denganKu atas yang demikian itu?" Mereka menjawab: "Kami setuju." Allah berfirman: "Kalau begitu bersaksilah kamu (para Nabi), dan Aku menjadi saksi bersama kamu."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana isi dari Mizaq (perjanjian) kita kepada Allah? Allah telah menjelaskan dalam surat (Al-Mumtahanah) yang artinya wanita yang diuji, (QS 60:12): "Wahai Nabi! apabila perempuan-perempuan mukmin datang kepadamu untuk mengadakan bai‘at (janji setia), bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka, dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sungguh Allah Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di dalam firman Allah tersebut jelas, di situ ada enam kategori janji setia (bai’at), yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.     Tidak akan mempersekutukan Allah dengan apapun,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.     Tidak akan mencuri,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.     Tidak akan berzina,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.     Tidak akan membunuh anak-anaknya,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.     Tidak akan berbuat dusta,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6.     Tidak akan durhaka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari enam kategori ini, sebagai orang yang beriman haruslah kita aplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Dan jika kita konsisten dengan Mizaq (janji iman) ini, apakah yang akan kita peroleh dari Allah?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam Al-Qur’an surat Muhammad, (QS 47:2), menjelaskan: "Dan orang-orang yang beriman (kepada Allah), dan mengerjakan kebajikan, serta beriman ke pada apa yang diturunkan kepada Muhammad, dan itulah kebenaran dari Tuhan mereka; Allah menghapus kesalahan-kesalahan mereka, dan memperbaiki keadaan mereka."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di situ jelas Allah akan menghapus kesalahan-kesalahan kita, dan yang terpenting Allah akan memperbaiki keadaan kita, termasuk ekonomi kita, anak-anak kita, dan semua yang menyangkut dalam kehidupan kita sebagai manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan sekarang bagaimana jika kita melanggar janji tersebut ? Tentunya apa yang sudah kita dapat dari Allah akan terlepas kembali, termasuk penghapusan kesalahan dan &lt;a href="http://afahost,co.cc/"&gt;perbaikan&lt;/a&gt; kita sebagai manusia. Dalam Al-Qur’an surat Al-Fath,  (QS 48:10) menjelaskan :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Bahwa orang-orang yang berjanji setia kepadamu (Muhammad), sesungguhnya mereka hanya berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan-tangan mereka, maka barang siapa melanggar janji, maka sesungguhnya dia melanggar atas (janji) sendiri; dan barang siapa menepati janjinya kepada Allah, maka Dia akan memberinya pahala yang besar."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka sebagai orang yang beriman, biarlah kita mensuri tauladani para Nabi dan Rasul Allah, beriman kepada Al-Qur’an yang haq, konsisten dengan ajaran Rasul Allah yang terdahulu, dan melakukan Mizaq (janji) kepada Allah, agar kita mendapatkan sesuatu yang luar biasa dari Allah, yaitu syafaat (pertolongan). Karena hanya orang-orang yang telah melakukan Mizaq (janji) saja yang berhak mendapatkan &lt;a href="http://muso9.com/"&gt;pertolongan&lt;/a&gt; dari Allah SWT.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-Qur’an surat Maryam (QS 19:87), menjelaskan: "Mereka tidak berhak mendapat syafaat (pertolongan), kecuali orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi (Allah) Yang Maha Pengasih."&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih sudah membaca artikel ini. Tulislah komentarmu di sini. Salamun 'alaikum.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5437968950731964875-5481592591690456704?l=imtaqonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imtaqonline.blogspot.com/feeds/5481592591690456704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5437968950731964875&amp;postID=5481592591690456704&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/5481592591690456704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/5481592591690456704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imtaqonline.blogspot.com/2008/12/mizaq-janji-dan-ijin-iman.html' title='Mizaq : Janji dan Ijin Iman'/><author><name>Ahmad Fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454924091386061255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SSQdoEJ2F7I/AAAAAAAAAAM/RC-M87bQn1w/S220/image002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5437968950731964875.post-1049105225165941406</id><published>2008-12-13T20:33:00.003+07:00</published><updated>2010-01-31T19:51:56.099+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dien'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='haq'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rahmatan lil alamin'/><title type='text'>Memahami Dien Al-Islam Dalam Kehidupan Yang Haq (1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SUO6HT5IFYI/AAAAAAAAACM/d5Nnn8mDvMs/s1600-h/AbiMursalat.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279267822970082690" src="http://3.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SUO6HT5IFYI/AAAAAAAAACM/d5Nnn8mDvMs/s320/AbiMursalat.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 100px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 88px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh : &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Abi Mursalat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan asma Allah yang Rohman dan Rohim, umat Islam sedunia, khususnya perjuangan umat Islam Indonesia dalam mendhohirkan aqidah, yaitu Dien Al-lslam sebagai satu-satunya sistem hidup yang haq, tidak pernah surut dan tidak pernah berhenti sampai kapanpun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan sejak Ahmad bin Abdullah dilahirkan di muka bumi, sampai menjadi Rosulullah dengan gelar Nabi Muhammad SAW ketika umur 40 tahunan, setelah menjalani perintah Allah ke Gua Hira. Misi Allah yang diamanatkan kepada Nabi Muhammad Rosulullah ketika menginjakkan kakinya yang pertama kali di abad 7 Masehi sampai berkembangnya Islam di pulau Jawa abad 12 dan mendhohirkan dirinya pada abad 15 Masehi di Demak, dengan Raden Patah yang menyerang koloni Portugal di Sunda Kelapa tahun 1527, melawan kompeni Belanda (VOC) dengan pahlawan-pahlawan jihadnya, seperti P. Diponegoro, Kyai Mojo dan seterusnya. Islam terus berkembang secara menyakinkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kegagalan misi Raja Inggris, Richard yang berhati singa, dan Belanda sebagai sekutunya di bumi milik Allah Indonesia tercinta, adalah hasil kegigihan umat Islam bangsa Indonesia. Umat inilah yang menjadi penggerak mengusir penjajah Belanda dari Indonesia. Oleh sebab itu, sebagai curahan rasa syukur atas kemerdekaan ini, terlontarlah kata-kata ATAS BERKAT RAHMAT  ALLAH YANG MAHA KUASA dalam preambule atau pembukaan UUD 1945.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adanya kemerdekaan suatu bangsa menurut aqidah umat Islam adalah pra-syarat bagi berkembangnya potensi insan secara maksimal ke arah fitrah. Penciptaan dirinya, yaitu sebagai makhluk yang wajib mengabdikan dirinya kepada Al-Kholiq (sang pencipta).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengabdi kepada Al-Kholiq, yaitu Allah, itulah satu-satunya perbuatan yang terpuji (hamada). Tidaklah pantas dan tidak ada haq suatu makhluk mengatur makhluk lainnya, tidak ada manusia  mengatur manusia lain. Karena yang demikian itulah esensi perbudakan, merampas HAM (hak dasar yang fitrah) anugerah Allah. Singkatnya, aqidah seorang mukmin haram hukumnya ber Rob selain Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah yang haq obyektif ilmiah, mengatur seluruh makhlukNya di seluruh alam semesta kerajaan ini. Itulah kenyataan, keyakinan, kepercayaan. aqidah, iman seorang mukmin sejati sampai pada titik darah penghabisan. (QS 3:102): "Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah, sebenar-benarnya taqwa kepadaNya. Dan janganlah sekali-kali mati melainkan dalam keadaan beragama Islam (berserah diri/tunduk patuh)."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam pandangan seorang ulul Albab (ilmuwan), segenap makhluk yang ada di seantero alam semesta ini, baik yang berwujud mikro organik dalam bentuk benda, materi, makhluk &lt;a href="http://afahost.co.cc/"&gt;biologis&lt;/a&gt; alam nabati, alam hewani, semuanya sedang beraktifitas, sibuk melakukan Robubiyah Allah yang diundang atas dirinya, dan mereka patuh secara sukarela maupun terpaksa (aslamah).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(QS 3:83): "Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari Agama Allah, padahal kepadaNya-lah berserah diri (taat patuh). Segala apa yang ada di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa, dan hanya kepada Allah lah mereka dikembalikan."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manusia adalah salah satu dari jenis makhluk hidup di bumi atau daa batul ard yang ahsanul kholiqin (mutakhir). Juga memupunyai tugas-tugas khusus dari Allah. Yaitu Rahmatan lil alamin. "Memakmurkan bumi guna menjaga kelestarian bumi sebagai jannah Allah." (QS 2:35). "Dan Kami berfirman: “Hai Adam diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan  makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik, di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang zalim."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(&lt;a href="http://muso9.com/"&gt;bersambung&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih sudah membaca artikel ini. Tulislah komentarmu di sini. Salamun 'alaikum.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5437968950731964875-1049105225165941406?l=imtaqonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imtaqonline.blogspot.com/feeds/1049105225165941406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5437968950731964875&amp;postID=1049105225165941406&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/1049105225165941406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/1049105225165941406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imtaqonline.blogspot.com/2008/12/memahami-dien-al-islam-dalam-kehidupan.html' title='Memahami Dien Al-Islam Dalam Kehidupan Yang Haq (1)'/><author><name>Ahmad Fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454924091386061255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SSQdoEJ2F7I/AAAAAAAAAAM/RC-M87bQn1w/S220/image002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SUO6HT5IFYI/AAAAAAAAACM/d5Nnn8mDvMs/s72-c/AbiMursalat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5437968950731964875.post-4667103649607419480</id><published>2008-12-01T19:30:00.004+07:00</published><updated>2010-01-31T19:57:43.133+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='amanah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='narkoba'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taubat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kecanduan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='al-qur&apos;an'/><title type='text'>Narkoba Dalam Perspektif Al-Qur'an</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/STPaM5XjDbI/AAAAAAAAACE/OsdWjwp--_Q/s1600-h/AbiMursala2.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274799503673855410" src="http://4.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/STPaM5XjDbI/AAAAAAAAACE/OsdWjwp--_Q/s320/AbiMursala2.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 130px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 108px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh : Abi Mursalat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-style: italic;"&gt;"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkurban untuk) berhala, mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji, termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu, agar kamu mendapat keberuntungan." (QS 5:90) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Anak dan istri digunakan Allah SWT untuk menguji kesabaran bagi manusia. Karena dalam perjalanan hidup di dunia ini tidak lepas dengan lingkungan (social interaction), sehingga dibutuhkan etika atau norma-norma dalam bersosialisasi dengan masyarakat sekitar. Dalam Al-Qur'an Surat (QS) At-Taqabun (64) ayat 14 (QS 64:14) Allah memperingatkan (yang artinya):&lt;span style="font-style: italic;"&gt; “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka. Dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kemudian di QS (64:15): "Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan disisi Allah-lah pahala yang besar." Ini senada dengan QS Al-Anfal (8:28):&lt;span style="font-style: italic;"&gt; "Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Baik-buruknya kondisi lingkungan luar keluarga, dampaknya sangat besar pada pertumbuhan anak. Karena umumnya si anak lebih banyak berinteraksi dengan lingkungan luar, seperti sekolahan, tetangga, teman sepermainan, dsb. Sehingga lingkungan itulah yang membentuk dan mempengaruhi olah pikir serta perilaku anak. Bila lingkungan pergaulan anak buruk, dapat saja mengakibatkan anak itu cenderung melakukan hal-hal negatif. Salah satunya adalah mengkonsumsi obat-obat terlarang atau penyalahgunaan narkoba. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Pada awalnya mungkin hanya sebuah tawaran, mencoba atau sengaja mengkonsumsi, atau terpaksa menggunakan narkoba. Bisa juga si anak ditantang utuk membuktikan kejantanannya, apakah ia berani mencoba narkoba. Bila si anak tidak kuat imannya, ia akan mudah tergoda. Pertama hanya ikut-ikutan, lalu kecanduan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Allah telah menetapkan dan memutuskan, bahwa dalam berkehidupan di masyarakat dapat mencontoh Rasulullah, sehingga kita bisa membedakan antara yang haq dan yang bathil. Sebagaimana yang pernah dicontohkan oleh para rasul (nabi) yang diangkat Allah SWT. Dalam firman-Nya di QS Al-Azhab : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat, dan dia banyak menyebut Allah."&lt;/span&gt; (QS 33:21)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold;"&gt;Si Anak Terjerat Narkoba&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Suatu ketika ada seorang tokoh kaya bersama istrinya datang kepada saya dengan muka sedih. Belum sampai bercerita, pasangan suami-isteri tersebut menangis. Setelah berhenti menumpahkan tangisnya, mereka mengungkapkan kesedihannya, tentang perilaku dan kondisi anak laki-lakinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Anak yang selama ini disayangi dan dibanggakan, ternyata mengkonsumsi narkoba, bahkan pada tingkat kecanduan yang parah. Padahal sepengetahuan mereka, sebelumnya anak tersebut terlihat baik dan penurut. Tidak ada tanda-tanda sebagai anak muda yang nakal. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Mereka itu benar-benar sangat sedih, merasa gagal dalam mendidik anak. Dan merasa tidak ada artinya bertahun-tahun mencari nafkah untuk menghidupi dan menyekolahkah anak. Padahal kelak anak tersebut diharapkan jadi kebanggan orang tua dan keluarga. Hancurlah harapan orang tua tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Ada kisah lagi tentang seorang bapak yang sehari-hari bekerja serabutan menemui saya. Dia tampak frustasi setelah tahu anaknya kecanduan narkoba. Lebih parahnya, selain pemakai anaknya juga penjual narkoba. Di lingkungan kampung sering membuat onar dan resah warga, karena sering terlihat teler karena narkoba. Bapak itu sempat mengungkapkan sumpahnya: "Biarkan saja seperti itu, karena selama ini sudah dinasehati tetap saja bandel," ujarnya putus asa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dari kedua cerita ilustrasi itu, betapa beratnya persoalan yang dihadapi orang tua tersebut, akibat anak-anaknya ketagihan narkoba. Mungkin melihat persoalan itu, akan muncul berbagai pendapat dan sikap, baik itu pendapat positif maupun negatif. Persoalan anak yang sudah terlanjur mengkonsumsi narkoba, Al-Qur’an menjawab di beberapa surat dan ayat, sebagai dasar kajian penyalahgunaan narkoba, yang sudah menggerogoti jiwa manusia di berbagai belahan dunia ini.  Antara lain dapat dijumpai dalam Surat Al-Baqarah (2) ayat: 168-173, 208, 114. Dan Surat Al-Maidah (5) ayat: 3, 76, 77, 87-92, 33, 70, 151. Serta Surat Al-An’am ayat: 33,70,dan 151.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Surat Al-Baqarah (2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;(QS 2:168): &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Hai sekalian manu sia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan  janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;(QS 2:169): &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;(QS 2:170): &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dan apabila dikatakan kepada mereka, ikUtilah apa yang telah diturunkan Allah, mereka menjawab, (tidak) tetapi kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami, (apakah mereka akan mengikuti juga) walaupun nenek moyang mereka itu tidak mendapat petunjuk ?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;(QS 2:172): &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Hai orang-orang yang beriman makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Nya, jika benar-benar hanya kepada Nya kamu menyembah."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;(QS 2:173): &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Sesungguhnya  Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;(QS 2:208):&lt;span style="font-style: italic;"&gt; "Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;(QS 2:114): &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang-orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam masjid-masjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya ? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (Masjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat siksa yang berat."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Surat Al-Maidah (5)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;(QS 5:3): &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang dicekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk dan yang diterkam binatang büas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya. Dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (itu) adalah kefasikkan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini, telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhoi Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;(QS 5:76): &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Katakanlah, mengapa kamu menyembah selain dari Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudarat kepadamu dan tidak (pula) membeni manfaat ? Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;(QS 5:77):&lt;span style="font-style: italic;"&gt; "Katakanlah, hal Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara yang tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad), dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;(QS 5:87): &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhñya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;(QS 5:88):&lt;span style="font-style: italic;"&gt; “Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah razekikan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;(QS 5:90): &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkurban untuk) berhala, mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji, termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;(QS 5:91): &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi ini, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan salat, maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-style: italic;"&gt;(QS 5:92): “Dan taatlah kamu kepada Allah, dan taatlah kepada rasul-(Nya), dan berhati-hatilah jika kamu berpaling, maka ketahui!ah bahwà sesungguhnya kewajiban rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Surat Al-An’am (6)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;(QS 6:33): &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Sesungguhnya Kami mengetahui, bahwasannya apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu, (janganlah kamu bersedih hati) karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang dzalim itu mengingkari ayat-ayat Allah."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;(QS 6:70):&lt;span style="font-style: italic;"&gt; "Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagal main-main dan senda gurau. Mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quran itu, agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung, dan tidak (pula) pemberi syafaat selain dari Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusan pun, niscaya tidak akan diterima itu darinya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka disebabkan perbuatan mereka sendiri. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dari azab yang pedih, disebabkan kekafiran mereka dahulu."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;(QS 6:151):&lt;span style="font-style: italic;"&gt; "Katakanlah, marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu-bapak, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka. Dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan keji, baik yang tampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar. Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhan-mu kepadamu supaya kamu memahaminya."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Narkoba dan minuman keras dalam Al-Qur'an termasuk kategori khamar, yaitu benda yang memabukkan. Dari ayat-ayat di atas sudah jelas, ternyata tidak ada manfaat bagi manusia mengkonsumsi narkoba. Karena selain itu tergolong perbuatan keji dan haram, juga merupakan perbuatan yang melampaui batas. Maka diperintahkan untuk menjauhi dari mengkonsumsi narkoba, karena perbuatan tersebut melanggar perintah Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Usaha Pencegahan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”&lt;/span&gt; (QS 66:6).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;Supaya anak-anak kita terhindar dari penyalahgunaan narkoba, ada beberapa upaya yang bisa kita lakukan, antara lain : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;1. Tanamkan sejak dini kepada anak-anak untuk mempelajari dan memahami Al-Qur'an tiada henti. Tidak sekedar bisa membaca atau menghafal saja, tapi juga mengerti arti dan maksudnya. Sehingga tertanam benih-benih iman di dalam jiwa dan fikirannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;QS Al-Imran (3:138):&lt;span style="font-style: italic;"&gt; "(Al-Qur'an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;2. Pakailah Al-Qur'an untuk menasehati kepada anak-anak atau pada siapapun dengan kelembutan dan perkataan yang baik. Sehingga mereka mau mendengar dan memahami apa yang kita sampaikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;QS Luqman (31:13): &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;QS Az-Zumar (39:23): &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Allah telah menurunkan Perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur'an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang ...“&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;3. Anak-anak kita perlu diawasi secara terus-menerus, agar tidak terjerumus kepada pergaulan yang menyesatkan. Faktor pergaulan merupakan hal yang penting bagi perkembangan anak. Maka kita harus tahu dengan siapa saja anak kita bergaul, bermain dan berinteraksi. Sudah seharusnya kita memilihkan pergaulan dan lingkungan yang sehat. Anak memang harus terus tumbuh dan berkembang, tapi kita juga harus tetap menjaganya, agar tidak terkontaminasi hal-hal yang sesat dan memabukkan. Karena sekali terjerumus pada kesesatan, akan sulit mengentasnya. Jadi lebih baik kita mencegah dari pada mengobatinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;4. Kepada anak-anak, berikanlah makanan dan minuman yang halal dan baik, dari rezeki yang halal pula. Karena barang haram yang kita berikan terus menerus setiap hari, dapat meracuni jiwa anak kita. Anak akan lebih mudah terpengaruh hal-hal yang buruk pula, karena sudah ada benih kotor dalam darah dan hatinya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;QS Al-Maidah (5:88):&lt;span style="font-style: italic;"&gt; "Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah razekikan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;5. Orang tua, atau siapa saja, harus secara terus menerus &lt;a href="http://afahost.co.cc/"&gt;memahami &lt;/a&gt;Al-Qur'an, tidak sekedar membaca atau menghafal. Kemudian setiap habis sholat, do’akanlah anak-anak kita, agar kuat dan selamat di dunia dan akhirat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;QS Al-Furqon (25:32): &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"... Demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (teratur dan benar)." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;QS Al-Muzzammil (73:4): &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Anak adalah amanah Allah  yang harus kita jaga. Jika beberapa hal itu kita pegang teguh, dan kita jalani dengan penuh sabar dan tawakkal, Insya Allah anak-anak kita akan  anti narkoba, tidak sebagai penyalahguna narkoba. (*)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;a href="http://muso9.com/"&gt;Catatan &lt;/a&gt;: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Makalah ini pernah disampaikan dalam seminar sehari Anti Narkoba di Nganjuk bersama narasumber dari Polda Jatim, AKP Agus Irianto, dan dr. Agus Pribadi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih sudah membaca artikel ini. Tulislah komentarmu di sini. Salamun 'alaikum.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5437968950731964875-4667103649607419480?l=imtaqonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imtaqonline.blogspot.com/feeds/4667103649607419480/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5437968950731964875&amp;postID=4667103649607419480&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/4667103649607419480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/4667103649607419480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imtaqonline.blogspot.com/2008/12/narkoba-dalam-perspektif-al-quran.html' title='Narkoba Dalam Perspektif Al-Qur&apos;an'/><author><name>Ahmad Fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454924091386061255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SSQdoEJ2F7I/AAAAAAAAAAM/RC-M87bQn1w/S220/image002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/STPaM5XjDbI/AAAAAAAAACE/OsdWjwp--_Q/s72-c/AbiMursala2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5437968950731964875.post-1667632941694257809</id><published>2008-11-23T23:19:00.009+07:00</published><updated>2010-01-31T20:19:29.604+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mushaf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='firman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kitab suci'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kitab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='al-qur&apos;an'/><title type='text'>Kajian Al-Qur’an</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Nama-namanya Sesuai Sifat dan Fungsinya&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SSmH6FQV-1I/AAAAAAAAAB8/p_57StjgxKo/s1600/Hariono1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271894270726765394" src="http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SSmH6FQV-1I/AAAAAAAAAB8/p_57StjgxKo/s200/Hariono1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Oleh : Hariyono Sumantri&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an maknanya adalah Al-Kitab, yaitu suatu kumpulan Firman Allah yang dikodifikasikan menjadi mushaf atau buku. Sebagai suatu bacaan, maka di dalamnya mengandung ilmu, yang menjadi ruhnya peradaban Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ilmu itu adalah Ilmu Allah atau Ruh Allah. Jika ilmu yang merupakan Ruh peradaban suatu ummat dicabut oleh pemilik-Nya disebabkan sifat kemusyrikan dari ummat tersebut, maka ummat tersebut akan runtuh dan hilang dari muka bumi. Al-Qur’an boleh tetap ada, tetapi nilainya hanya sebuah tulisan dan bacaan, yang maknanya tidak dapat dimengerti orang. (QS 17:86-87).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi nilai Al-Qur’an itu bagi manusia adalah pemahaman ilmu yang ada di dalamnya, dan yang diberi kesempatan untuk menikmatinya hanyalah orang yang dikasihiNya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masalahnya adalah, apa persyaratan untuk mendapat Rahmat Allah itu ? Jawabannya,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Janganlah mensyarikati (menduakan) Allah, sesungguhnya syirik itu adalah kebodohan yang sangat besar." (QS 31:13).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika manusia sedang menyakini ada Rob lain selain Allah, ada Malik lain selain Allah, ada Allah lain selain Allah, ada tujuan hidup lain di luar tujuan hidup yang dibenci Allah, maka manusia telah menjadi makhluk yang dibenci Allah, seperti Allah membenci iblis/syaitan. Jika sudah demikian, orang itu diharamkan Allah untuk memahami atau menyentuh isi Al-Qur’an (QS 56:79).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kegagalan orang-orang memahami Al-Qur’an adalah mengabaikan gaya bahasa Al-Qur’an, yang menggunakan bahasa alegoris, amsal, mutasyabihat, bahasa simbol, untuk menjelaskan suatu fenomena yang abstrak. Karena yang ditangkap adalah sebatas simbolik, maka nilai ilmu yang ada di balik simbol itu tidak kelihatan. Tatkala Al-Qur’an kehilangan makna simboliknya, maka ia menjadi kering dan tidak memancarkan sinar atau Ruh yang dapat menghidupkan kesadaran (qolbu) manusia. (QS 3:7)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah dengan tegas menyatakan bahwa Al-Qur’an itu baru akan menjadi petunjuk, jika seseorang sudah meninggalkan keyakinannya terhadap komunitas musyrik, dan masuk dalam komunitas mu’min. Yaitu komunitas mu’min yang menegakkan aktivitas pengabdian kepada Allah, serta menjaga dirinya dari hal-hal yang najis, jauh dari pengaruh budaya musyrik, serta yakin akan akibat akhir dari setiap amal perbuatan. (QS 27:1-5).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika orang tidak mau mengabdikan kepada Allah dalam bentuk berjuang menegakkan hukum-Nya, Al-Qur’an justru akan menyesatkannya. (QS 2:26)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akal adalah sarana vital ciptaan Allah yang harus diasah, dan difungsikan untuk memahami ayat-ayat Al-Qur’an. Akal dengan Al-Qur’an, sesungguhnya memiliki hubungan yang fitrah, hubungan naluri yang murni. Dengan kata lain, Al-Qur’an tanpa akal adalah kesia-siaan, dan akal tanpa Al-Qur’an juga tanpa makna. Seandainya manusia tidak memiliki kemampuan berfikir atau tidak berakal, mustahil Allah mengajarkan Al-Qur’an. Semua ayat-ayat Al-Qur’an adalah Ilmu Allah yang dapat dipahami esensi maknanya, guna dijadikan Nur atau cahaya terang, yang memungkinkan manusia mengenal mana haq dan mana bathil. (QS 3:7, 12:2, 13:3).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apabila kamu membaca Al-Qur’an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaithon yang terkutuk. Sesungguhnya syaithon itu tidak mempunyai kemampuan (untuk menyesatkan) orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang menggantungkan keselamatan dirinya kepada pelindung mereka. (QS 16:98-99).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang dimaksud membaca Al-Qur’an disini, bukan hanya membunyikan huruf dengan lisan, tetapi memahami makna dari ayat-ayat Al-Qur’an yang disampaikan oleh pimpinan, sebagai berita yang bernilai ilmu, maupun ayat yang mengandung perintah instruksional. Adapaun bentuk perlindungan itu, adalah tidak mencampur pengertian Al-Qur’an dengan pendapat atau tafsir syaithon, yaitu orang-orang yang tidak sudi melihat Hukum Allah tegak di muka bumi. Pahamilah suatu ayat dengan penjelasan Allah pada ayat-ayat lainnya (ayatin bayinatin).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Al-Huda&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-Huda artinya petunjuk jalan yang benar (Shirothol mustaqim).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan di dalamnya, menjadi petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa, yaitu mereka yang beriman kepada yang goib, mendirikan sholat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang telah Kami karuniakan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada apa yang telah diturunkan (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad), dan apa yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya akhirat." (QS 2:2-4).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Al-Bayinah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-Bayinah, artinya kitab yang konkrit, bukan fiktif atau dongeng.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dan Kami tidak mengajankan syair kepadanya (Muhammad) dan tidaklah pantas baginya, Al-Qur’an tidak lain hanyalah pelajaran dan bacaan yang terang, supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang yang hidup (qolbunya), dan supaya memastikan hukuman atas orang-orang kafir." (QS 36:69-70).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Al-Furqon&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-Furqon yaitu pembeda atau sarana untuk membedakan antara yang haq dan yang bathil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dia menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya, membenarkan kitab yang diturunkan sebelumnya, dan menurunkan Taurat dan Injil sebelumnya. (Al-Qur’an) menjadi petunjuk untuk manusia, dan Dia menurunkan Al-Furqon (Pembeda antara yang benar dan yang salah). Sesungguhnya orang-orang yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah, bagi mereka azab yang berat. Dan Allah Maha Perkasa, lagi mempunyai pembalasan (siksa)." (Q.S 3:3-4).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Al-Kitab&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-Kitab yaitu ketetapan atau undang-undang Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"(Allah) Pencipta langit dan bumi, dan apabila Dia telah menetapkan suatu urusan, maka Dia hanya mengatakan kepadanya, “Jadilah”, lalu jadilah ia." (QS 2:117).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Al-Dzikru&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-Dzikru artinya ajaran yang membuat manusia jadi sadar tentang esensi hidup dan kehidupan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Mereka berdo’a: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau sesatkan hati kami sesudah Engkau memberi petunjuk kepada kami, dan berilah kami rahmat di sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (karunia)." (QS 3:8).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Al-Mauidhoh&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-Mauizhoh yaitu ajaran ke arah yang baik, atau nasehat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Hai orang-orang yang beriman, taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rosul dan kepada pemangku kekuasaan di antaramu. Maka jika kamu berselisih dalam sesuatu (urusan), kembalikanlah ia kepada (Kitab) Allah, dan (sunnah) Rosul, jika kamu benar-benar beriman terhadap Allah dan hari kemudian. Itulah yang lebih baik dan lebih bagus kesudahannya." (QS 4:59).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. Al-Syifa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-Syifa yaitu obat bagi qolbu atau syirik. Pengertian qolbu tidak sama dengan hati. Qolbu terdiri dari fuad (otak besar), naf (hormon hyphotalamus) yang letaknya dekat tulang baji, dan shudur (otak kecil). Ketiganya dilindungi oleh tulang tengkorak, yang merupakan suatu sistim sehingga kita menjadi mengerti dan sadar. Sedangkan hati terdapat pada rongga perut bagian kanan bawah, yang gunanya pengatur suhu tubuh, penawar racun, dan penghasil empedu. Apabila qolbu kita kotor (najis) harus disighoh, dicuci biar menjadi bersih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Hai sekalian manusia, sungguh telah datang kepada kamu pengajaran dari Tuhanmu (Al-Qur’an), penyembuh penyakit-penyakit dalam dada / shuduur / qolbu, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." (QS 10:57).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8. Al-Hakim&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-Hakim ialah yang &lt;a href="http://afahost.co.cc/"&gt;menentukan&lt;/a&gt; haq-bathil, benar-salah, nar-jannah, dan lain sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dan katakanlah: "Kebenaran itu dari Tuhanmu," maka barang siapa yang menghendaki (iman) hendaklah dia beriman, dan barang siapa yang menghendaki (kafir) maka hendaklah dia kafir. Sesungguhnya Kami telah menyediakan  neraka  bagi  orang-orang dzalim." (QS 18:29).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, sesungguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang membaikkan amalnya." (QS 18:30)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Mereka itulah baginya surga Adn, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, padanya mereka dihiasi gelang-gelang dari emas, dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, mereka duduk bersandar di atas sofa, itulah senikmat-nikmat pahala, dan sebaik-baik tempat." (QS 18:3)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;9. Al-Hikmah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-Hikmah yaitu kebijaksanaan, &lt;a href="http://muso9.com/"&gt;kecerdasan&lt;/a&gt; spiritual.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dan sesungguhnya Al-Qur’an dalam induk Kitab di sisi kami, adalah tinggi dan penuh hikmah." (QS 43:4).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dan Dia yang menciptakan semuanya berpasang-pasangan, dan Dia yang menjadikan untuk kamu bahtera dan binatang-binatang ternak yang kamu kendarai." (QS 43:12)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Supaya kamu dapat duduk tenang di atas punggungnya, kemudian kamu ingat karunia Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya, dan supaya kamu mengucapkan "Maha suci (Allah, yang telah menundukkan semua ini untuk kami, sedang kami tidak menguasainya)." (QS 43:13)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih sudah membaca artikel ini. Tulislah komentarmu di sini. Salamun 'alaikum.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5437968950731964875-1667632941694257809?l=imtaqonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imtaqonline.blogspot.com/feeds/1667632941694257809/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5437968950731964875&amp;postID=1667632941694257809&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/1667632941694257809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/1667632941694257809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imtaqonline.blogspot.com/2008/11/al-quran-nama-namanya-sesuai-sifat-dan.html' title='Kajian Al-Qur’an'/><author><name>Ahmad Fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454924091386061255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SSQdoEJ2F7I/AAAAAAAAAAM/RC-M87bQn1w/S220/image002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SSmH6FQV-1I/AAAAAAAAAB8/p_57StjgxKo/s72-c/Hariono1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5437968950731964875.post-8076495158446483575</id><published>2008-11-20T21:06:00.004+07:00</published><updated>2010-01-31T20:42:54.732+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manusia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='al-qur&apos;an'/><title type='text'>Kajian Surat Al-Jin (QS 72)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SSV6DstnaqI/AAAAAAAAAAo/u90vTJL6uYI/s1600-h/AbiMursala2.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270753142867716770" src="http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SSV6DstnaqI/AAAAAAAAAAo/u90vTJL6uYI/s200/AbiMursala2.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 130px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 108px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apakah Sebenarnya Jin itu ? (1)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh: Abi Mursalat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Surat Al-Jin termasuk surat Makkiyah yang diturunkan lebih dua tahun sebelum Hijrah, yaitu tatkala Rosulullah gagal berdakwah kepada orang-orang Thoif. Kemudian Nabi bertemu dengan orang Nasrani, yang kemudian taslim (taat, tunduk dan berserah diri) setelah dibacakan Al-Qur’an. Selanjutnya Nabi kembali ke Mekkah, menjumpai orang-orang di luar Mekkah yang melaksanakan ibadah haji. Nabi bertemu dengan serombongan orang-orang  dari Yatsrib yang tidak dikenalnya. Orang-orang itu kemudian ditalwiyah (diajari) oleh Nabi, dan secara tak disangka-sangka orang-orang Yatsrib ini beriman kepada Nabi, dan menawarkan Nabi untuk hijrah ke negerinya (Yatsrib) yang sekarang kita kenal sebagai kota Madinah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ayat 1 s/d 6&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Katakanlah (hai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadaku, bahwasanya sekumpulan jin telah mendengarkan (Al-Qur’an), lalu mereka berkata: “Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-Qur'an yang menakjubkan,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.  (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadaNya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorang pun dengan Tuhan kami.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Dan bahwasanya orang yang kurang akal dari pada kami dahulu selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Dan sesungguhnya kami mengira, bahwa manusia dan jin sekali-kali tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6.  Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (QS 72:1-6)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kata Al-Jin berasal dari kata Al-Janna (gelap), sebagaimana tertera dalam QS Al-Anam (6:76), yang artinya: "Ketika malam telah gelap menjadi gelap, dia melihat sebuah bintang lalu dia berkat: "Inilah Tuhanku.” Tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kata ini kemudian digunakan untuk menamakan jenis manusia yang tertutup (introvert). Yakni jenis manusia yang hidupnya tertutup dari pergaulan umum. Jenis manusia seperti ini kurang suka bergaul dengan manusia kebanyakan. Ia lebih senang hidup menyendiri di ruang khusus, atau tempat-tempat sunyi yang jauh dari keramaian.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sikap hidup seperti ini mereka lakukan, karena keasyikan dan keseriusannya menggeluti sesuatu “dunia” yang tidak dapat dimasuki oleh orang-orang biasa. Sifat-sifat manusia jenis ini memiliki kelainan-kelainan dari orang-orang biasa (exentric). Terkadang kata-kata, pendapat atau perilakunya dianggap aneh oleh masyarakat, terkadang mereka dituduh sebagai orang yang kurang waras.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti pernyataan Al-Qur’an Surat Saba' ayat 8 dan 46. Yang artinya: "Apakah dia mengada-adakan  kebohongan  terhadap  Allah, ataukah ada padanya penyakit gila?” (tidak), tetapi orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat berada dalam siksaan dan kesesatan yang jauh.” (QS 34:8)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Katakanlah, aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas), berdua-dua atau sendiri-sendiri. Kemudian kamu fikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras." (QS 34:46)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jelas sekali yang dimaksud dengan jenis manusia Jin. Dalam seluruh Al-Qur’an adalah manusia yang memiliki kemampuan berfikir (jenius), dan menguasai suatu bidang ilmu tertentu yang tidak dimiliki oleh manusia kebanyakan. Baik di bidang ilmu-ilmu alam maupun ilmu hukum, kemanusiaan, sosial, atau kemasyarakatan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sifat dan kemampuannya yang luar biasa itulah yang menyebabkan manusia jenis ini digolongkan dalam kelas atau  golongan  tersendiri  oleh Allah. Adanya keistimewaan dan keluarbiasaan ini membuktikan kenyataan yang tidak bisa dipungkiri oleh manusia di sepanjang jaman sampai hari ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun pemahaman orang bahwa makhluk jin adalah sejenis makhluk tersendiri di luar manusia, tidak sejalan dengan makna yang dimaksud oleh Al-Qur’an secara keseluruhan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perhatikan beberapa hujjah (alasan) berikut ini, yakni :&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; Tiap-tiap Nabi mempunyai musuh, yaitu syaitan, jin dan manusia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Jin dan manusia diciptakan untuk mengabdi kepada Allah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Jin memiliki hati, mata dan telinga seperti manusia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Jin diciptakan dari nyala api dan manusia dan tanah kering.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penjelasannya adalah sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Tiap-tiap Nabi mempunyai musuh, yaitu syaitan, jin dan manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Firman Allah dalam Surat Al-An'am (QS 6:112), yang artinya: "Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia, dan (dari jenis) jin. Sebagian dari mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah, untuk menipu manusia. Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam semua kisah tentang Nabi dan Rosul, diceritakan dalam Al-Qur’an, bahwa dalam melaksanakan tugas kenabian dan kerosulan, yaitu mengajarkan ayat-ayat Allah dan bukti-bukti kebenaran Dien. Dien berasal dari kata “an aqimud-dina” = Agama Allah, yaitu Islam, disebut Dien Al Islam (QS 42:13) :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh, dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa, yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah-belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrík agama yang kamu serukan kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendakiNya dan memberi petunjuk kepada agama-Nya orang yang kembali (kepadaNya). Sebagai satu-satunya system ciptaan Allah selalu mendapat sanggahan dari massa (keseluruhan) manusia, golongan penguasa ,yaitu orang yang pandai (jenius) yang biasanya diikuti kebanyakan manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Istilah syaitan adalah yang menolak dakwah islam, baik dari golongan penguasa (jin) maupun massa manusia. Jika syaitan dipahami sebagai makhluk halus, tidak ada bukti atau sirah (sejarah) yang menceritakan para nabi atau rosul, dan orang-orang mukmin yang bersama nabi atau rosul berperang melawan makhluk halus. Yang jelas musuh Nabi adalah sebagai berikut: Nabi Adam AS musuhnya Iblis. Nabi Nuh AS musuhnya Kan’an. Nabi Ibnahim AS musuhnya Namrudz. Nabi Musa AS musuhnya Fir’aun. Nabi Isa AS musuhnya Herodes, Romawi dan Ahlul Kitab. Nabi Ahmad (Muhammad SAW) musuhnya kaum kafir Quraisy. Itulah makna istilah syaitan, iblis, dan jin menurut Al-Qur’an.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun kepercayaan orang tentang makhluk halus berupa dedemit, gendruwo, kuntilanak, medon, peri, wewe gombel, siluman, jin dar negeri Baghdad (negeri 1001 malam) dan sebagainya, tidak bisa dinisbatkan (diceritakan) kepada istilah syaitan dan jin yang ada di dalam Al-Qur’an.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-Qur’an adalah kitab yang mulia (QS 41:41): “Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari Al-Qur'an ketika Al-Qur'an itu datang kepada mereka, (mereka itu pasti celaka). Dan sesungguhnya Al-Qur'an itu adalah Kitab yang Mulia."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(QS 85:21): "Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al-Qur'an yang Mulia."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(QS 85:22): "Yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzd, yang tidak boleh dicampur adukkan dengan dongeng-dongeng, atau cerita yang dibuat-buat."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(QS 12:111): “Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat  pengajaran  bagi  orang-orang yang mempunyai akal. Al-Qur'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya, dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Jin dan manusia diciptakan untuk mengabdi pada Allah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Firman Allah dalam Surat Adz Dzaariyaat, QS (51:56) yang artinya:  “Dan Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seharusnya orang yang mempelajari Al-Qur’an bertambah jelas. QS (11 :1): “Alif Lam Ra, (inllah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahwa jin dan manusia adalah makhtuk yang sama. Disebut dengan nama yang berbeda bukan kanena berbeda jenisnya, tetapi berbeda dalam sifat dan kemampuannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jin adalah manusia yang memiliki kemampuan berfikir dan berteknologi, yang selalu menjadi pemimpin dalam masyarakat manusia. Kelebihan yang dimiliki manusia jenis jin tidak berarti harus dijadikan robb (Allah maha pengatur,  pemelihara). Atau malik (Allah sebagai raja diraja di semua alam semesta, di atas Arsy), seperti disebut dalam QS (32:4): “Allahlah yang menciptakan langit dan bumi, dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa. Kemudian Dia bersemayam di atas Arsy. Tidak ada bagi kamu se!ain daripada-Nya seorang penolong pun, dan tidak (pula) seorang pemberi syafaat. Maka apakah kamu tidak memperhatikan ?" Atau illah (Tuhan itu satu, yaitu Tuhan Yang Maha Esa), seperti disebut dalam QS (112:1): "Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seharusnya kemampuan yang luar biasa pemberian Allah itu disyukuri, tapi justru sebaliknya, mereka tidak pernah bersyukur. (QS 23:78: "Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian: pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur.") untuk mengabdi / menyembah kepada Allah. (QS 51:56: “Dan Aku(Allah) tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku." dan sekali-kali bukan untuk menandingi Allah dengan memaksa manusia untuk tunduk kepadanya. Demikian sebaliknya, manusia biasa itu diciptakan bukan untuk mengabdi kepada orang-orang jenius yang menempati posisi penguasa itu. Kedua jenis manusia itu diciptakan tetap berstatus 'abid atau hamba Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Jin memiliki hati, mata dan telinga seperti manusia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahwa jin itu adalah manusia, teramat jelas dinyatakan dalam surat Al-A’raf (QS 7:179): "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka jahannam kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak untuk memahami (ayat-ayat Allah), dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dípergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti halnya manusia pada umumnya, jin itu memiliki qolbu (hati), 'ainun (mata) dan udzunun (telinga). Yang dimaksud qolbu (otak besar, otak kecil dan nafs / kehendak), adalah sëjenis organ lunak (mudghah) yang ada di dalam diri manusia, yakni alat untuk memahami ilmu atau ajaran. 'Ainun (mata) adalah kemampuan untuk memahami sesuatu yang diterima secara visual. Sedangkan udzunun (telinga) alat untuk memahami sesuatu yang masuk berwujud suara (audio).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Jin diciptakan dari nyala api   manusia dari tanah kering&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemungkinan orang membedakan makhluk jenis jin dan makhluk jenis manusia sesuai pernyataan Al-Qur’an Surat 55 Ar-Rahman (QS 55:14-15) dan Surat Al-Hijr (QS 15:27).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar." (QS 55:14). "dan Dia menciptakan Jin dari nyala api." (QS 55:14). “Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (QS 15:27).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk memahami ketiga ayat di atas, perhatikan ayat-ayat berikut ini:&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; Bahwa syaitan itu adalah sebutan lain dari jin.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt; Bahwa iblis, syaitan dan jin asalnya adalah sbb.:  Perubahan penamaan terjadi tatkala malaikat diperintahkan sujud kepada kholifah Adam AS. Sebagian malaikat sujud dan sebagian yang lain membangkang. Malaikat yang membangkang itu disebut ablasa atau iblis atau syaitan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://afahost.co.cc/"&gt;Lihat&lt;/a&gt; kisah ini dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah (QS 2:34) :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu Adam", maka sujudlah mereka kecuali iblis. Ia enggan dan takabur, dan adalah golongan orang-orang yang kafir."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam Surat Al-Hijr (QS 15:28-33) ditegaskan :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dan ingatlah, ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apa bila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama. Kecuali iblis. Ia enggan ikut bersama-sama (malaikat) yang bersujud itu. Allah berfirman: "Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang bersujud itu?" Berkata iblis: "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk." (QS 15:28-33).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;(&lt;a href="http://muso9.com/"&gt;&lt;i&gt;Bersambung&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih sudah membaca artikel ini. Tulislah komentarmu di sini. Salamun 'alaikum.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5437968950731964875-8076495158446483575?l=imtaqonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imtaqonline.blogspot.com/feeds/8076495158446483575/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5437968950731964875&amp;postID=8076495158446483575&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/8076495158446483575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/8076495158446483575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imtaqonline.blogspot.com/2008/11/kajian-surat-al-jin-qs-72.html' title='Kajian Surat Al-Jin (QS 72)'/><author><name>Ahmad Fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454924091386061255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SSQdoEJ2F7I/AAAAAAAAAAM/RC-M87bQn1w/S220/image002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SSV6DstnaqI/AAAAAAAAAAo/u90vTJL6uYI/s72-c/AbiMursala2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5437968950731964875.post-3072669920905176530</id><published>2008-11-19T20:58:00.002+07:00</published><updated>2010-01-31T20:51:26.312+07:00</updated><title type='text'>Muqoddimah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/S2WKr67BHdI/AAAAAAAAAMQ/clByiPL-Las/s1600-h/%40Fauzi-10.gif" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/S2WKr67BHdI/AAAAAAAAAMQ/clByiPL-Las/s320/%40Fauzi-10.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Introspeksi&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan menyebut asma Allah, yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia, apa yang tidak kita ketahui. Dan sholawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad Saw, Rasulullah yang menuntun umat dari kegelapan menuju jalan yang benar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak terjadi perubahan besar di negeri jamrud khatulistiwa ini, yang dikenal dengan era reformasi, peristiwa besar datang silih berganti. Para pemimpin berebut kekuasaan, para pedagang berebut pasaran, para guru berebut obyekan, pegawai berebut jabatan. Sementara rakyat kecil bingung mencari makanan, dan si anak bingung mencari suri tauladan ...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Balak dan bencana datang bergelombang di negeri ini. Mulai dari Aceh sampai Papua, dari Ambon sampai ke Jawa. Darah tumpah di mana-mana. Seolah tiada wilayah yang aman dari petaka, baik di darat, laut maupun udara. Hal itu sebagai peringatan keras dari Allah SWT. Agar kita semua mau bertaubat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dan begitulah adzab Tuhanmu, apabila Dia mengadzab penduduk negeri-negeri yang berbuat dzalim. Sesungguhnya adzabNya itu adalah sangat pedih lagi keras." (QS 11:102).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memang kita sadar, sebagian besar bencana itu akibat ulah manusia sendiri. Tapi celakanya, itu dianggap ulah "mereka", manusia lainnya, sehingga kita sibuk mencari kambing hitamnya, tidak pernah introspeksi. Apakah kita tidak menyadari, bahwa sebenarnya kita juga ikut bersalah seperti mereka ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Besar atau kecil, manusia memang sumbernya salah dan lupa. Maka kita perlu saling mengingatkan tentang kebenaran dengan penuh kesabaran, berpedoman Kitab Allah, yaitu Al-Qur’an, agar kita semua selamat di dunia dan akhirat. Untuk itulah IMTAQ hadir di tengah-tengah kondisi yang memprihatinkan ini. Kami berharap bisa menjadi penyegar iman dan taqwa. Karena hanya kepada Allahlah kita mohon petunjuk dan pertolongan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;IMTAQ hadir disini untuk ikut menegakkan kalimah Allah. Di sini kami sajikan kajian-kajian agama Islam berdasarkan Al-Qur'an. Sengaja kajian Al-Qur'an di sini kami &lt;a href="http://afahost.co.cc/"&gt;sajikan&lt;/a&gt; terjemahan bahasa Indonesia, agar praktis dan mudah dimengerti, oleh orang awam sekali pun. Namun tetap bisa dirujuk kepada teks aslinya, dalam Al-Qur'an.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Sungguh, Kami mudahkan Al-Qur'an itu dengan bahasamu, agar mereka mendapat pelajaran.” (QS Ad-Dukhaan/44:58)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai manusia biasa, kami juga tak luput dari salah dan lupa. Maka suasana dialogis perlu kita bangun bersama, untuk mencapai solusi yang lebih baik. Bila anda punya masalah, makalah atau pendapat soal agama Islam, silahkan menghubungi kami melalui surat pos, sms atau e-mail. Dengan begitu insya Allah kita diberi petunjuk ke jalan yang benar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bukankah tiap hari kita berikrar: “Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku, semata hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta'ala.” Semoga itu bukan hanya di lisan saja. Tapi kita jalani dengan sepenuh hati. Agar Allah tidak marah lagi. Sudah saatnya kita &lt;a href="http://muso9.com/"&gt;introspeksi&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salamun ‘alaikum ...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Terima kasih sudah membaca artikel ini. Tulislah komentarmu di sini. Salamun 'alaikum.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5437968950731964875-3072669920905176530?l=imtaqonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://imtaqonline.blogspot.com/feeds/3072669920905176530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5437968950731964875&amp;postID=3072669920905176530&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/3072669920905176530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5437968950731964875/posts/default/3072669920905176530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://imtaqonline.blogspot.com/2008/11/muqoddimah.html' title='Muqoddimah'/><author><name>Ahmad Fauzi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17454924091386061255</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/SSQdoEJ2F7I/AAAAAAAAAAM/RC-M87bQn1w/S220/image002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_07t-tWDnGKg/S2WKr67BHdI/AAAAAAAAAMQ/clByiPL-Las/s72-c/%40Fauzi-10.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
